Reportase Warta Ubaya
Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya). Agussalim, mahasiswa Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) angkatan 2024, berhasil meraih medali emas bidang pertanian dalam ajang Bandung Essay Competition 3 yang diselenggarakan di Kota Bandung pada tanggal 11–12 April 2026.
Dalam kompetisi tersebut, Agussalim mengusung inovasi berupa pembuatan insektisida alami berbahan dasar tembakau yang diberi nama Nicopro. Ide ini berangkat dari pengalamannya saat melakukan pengabdian masyarakat di Madura, khususnya di daerah Pamekasan dan Sumenep, di mana ia melihat banyaknya petani tembakau.
“Dari situ saya berpikir, tembakau ini selain jadi rokok bisa dimanfaatkan untuk apa lagi. Setelah saya mencari tahu, ternyata nikotin dalam tembakau bisa digunakan untuk membunuh hama tanaman,” jelasnya. Inovasi tersebut kemudian dikembangkan dengan mengkombinasikan ekstrak cabai untuk memberikan efek panas serta ekstrak lerak sebagai perekat agar cairan insektisida tetap menempel pada daun meskipun terkena hujan.
Proses seleksi dalam kompetisi ini tergolong ketat. Tahapan dimulai dari seleksi esai, dilanjutkan dengan pembuatan poster, hingga presentasi final di Bandung. Dari seluruh peserta, hanya tujuh karya terbaik di bidang pertanian yang berhasil lolos ke tahap akhir. Agussalim mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang ia hadapi adalah tingginya persaingan antar peserta. Ia berusaha mengatasi hal tersebut dengan mengamati presentasi peserta lain sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan performanya.
“Menurut saya, penting untuk belajar dari setiap kompetisi yang diikuti. Kita harus tahu di mana kekurangan kita, lalu memperbaikinya di kesempatan berikutnya,” ujarnya.
Keberhasilan meraih medali emas ini tidak lepas dari persiapan yang matang, termasuk kesiapan produk yang sudah direalisasikan serta kemampuan presentasi yang terus dilatih. Ia juga menekankan pentingnya rasa percaya diri saat tampil di depan juri.
“Kalau presentasi, saya selalu berusaha percaya diri dan membayangkan bahwa saya adalah juaranya,” tambahnya.
Motivasi Agussalim dalam mengikuti kompetisi ini juga menjadi faktor penting dalam pencapaiannya. Ia mengaku terdorong untuk memanfaatkan kesempatan sebagai mahasiswa penerima beasiswa agar tidak hanya menjalani perkuliahan secara biasa. Sebagai pesan bagi mahasiswa lain, Agussalim mendorong untuk tidak takut mencoba dan menghadapi kegagalan.
“Hajar terus, jangan takut kalah. Habiskan dulu kuota gagalnya, supaya nanti yang tersisa adalah keberhasilannya,” pesannya.
Ke depannya, ia berencana untuk terus mengikuti kompetisi dengan tingkat yang lebih tinggi, bahkan hingga level internasional. Ia juga berharap dapat terus membawa nama Ubaya ke kancah yang lebih luas.
“Semoga kedepannya saya bisa terus berkembang dan mendapatkan dukungan untuk membawa nama Ubaya di ajang internasional,” tutupnya.
Sebagai informasi, Bandung Essay Competition 3 merupakan ajang kompetisi esai tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Ruang Inovasi Sains dan Karya Ilmiah. Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai daerah untuk menuangkan ide, gagasan, serta inovasi di berbagai bidang, termasuk pertanian.(av)