UKM Paduan Suara Ubaya Gelar FESPA ke-11, Hadirkan Tiga Kategori Baru humasubaya June 11, 2026

UKM Paduan Suara Ubaya Gelar FESPA ke-11, Hadirkan Tiga Kategori Baru

Reportase Warta UBAYA

UKM Paduan Suara Universitas Surabaya (Ubaya) kembali menyelenggarakan Festival Paduan Suara (FESPA) untuk yang ke-11 kalinya. Berlangsung pada 1–6 Juni 2026, FESPA tahun ini mengusung tema Echoes of Symphony sebuah gambaran tentang gaungan beragam suara dari berbagai penjuru daerah yang berpadu menjadi satu harmoni.

Madeline Jane, Ketua Panitia FESPA 2026, menyebut tahun ini ada penambahan tiga kategori baru yakni religiosa, solo vokal keroncong, dan vokal grup, sehingga total kategori lomba menjadi 16 kategori. Keseluruhan kategori tersebut meliputi Kindergarten, Children, Teenager, Mixed Youth, Mixed, Folksong, Pop/Jazz, Equal, Musica Religiosa, Vokal Grup, Solo Pop Anak, Pop Remaja, Pop Dewasa, Klasik Remaja, Klasik Dewasa A, dan Klasik Dewasa B. Seluruh slot peserta terisi penuh tanpa satu pun kategori yang ditutup. “Kami kaget dan cukup amazed, karena ternyata masih banyak yang berminat dengan kategori-kategori baru ini,” ujar MJ.

Peserta FESPA ke-11 berdatangan dari berbagai kota, mulai dari Surabaya, Gresik, dan Malang, hingga Bali, Jakarta, dan luar Pulau Jawa. Keragaman asal peserta tersebut mempertegas posisi FESPA sebagai ajang kompetisi paduan suara berskala nasional. Hal ini sejalan dengan perjalanan UKM Paduan Suara Ubaya yang berawal dari komunitas latihan, kemudian berinisiatif menggelar lomba untuk tingkat SMA, dan terus berkembang hingga menjangkau peserta dari seluruh Indonesia.

Rangkaian FESPA ke-11 ditutup dengan malam penghargaan yang mempertemukan para pemenang dari seluruh kategori. Pada kategori solo, penghargaan diraih oleh I Gusti Ayu Reva Avantika (Solo Pop Anak), Muhammad Quthbie Wirayudha (Solo Pop Remaja), dan Renadya Jovita Kurniawan (Solo Pop Dewasa). Untuk kategori Solo Keroncong, Shakira Dara Callula keluar sebagai pemenang Remaja, sementara Nur Risqi Sekarsari meraih juara Dewasa. Di kategori Solo Klasik, penghargaan diberikan kepada Sinclair Justin Gohandi (Remaja), Sesilia Tria Cahyani (Dewasa A), dan Ika Rosarie (Dewasa B). Ika Rosarie turut meraih Pembawaan Terbaik kategori Aria Opera, bersama Jonathan Jedine Santoso (Lieder) dan Ni Made Raharta (Seriosa Indonesia).

Pada kategori paduan suara, Spensix Choir meraih penghargaan Most Favorite sekaligus juara kategori Teenager. Voxelle Children Choir dinobatkan sebagai Most Active Participant. Pemenang per kategori paduan suara adalah Gloria Kidz Choir (TK), Gloria 1 Children Choir (Children), Kosayu Choir (Mixed Youth), Rosa Mystica Choir (Mixed), Bella Semplice (Equal), PSM Institut Teknologi Sepuluh Nopember (Religiosa), Smada Youth Singers (Pop/Jazz), Paduan Suara Universitas Airlangga (Folksong), dan Cor Jesu Youth Voice (Vokal Grup). Rosa Mystica Choir turut meraih penghargaan Best Programme dan Grand Prix, sementara Ike Maria Sinandang dinobatkan sebagai Best Conductor.

Keberlangsungan FESPA tak lepas dari dukungan institusi. Ubaya berperan aktif menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan, termasuk gedung dan ruang serbaguna yang memadai untuk ajang kompetisi berskala besar. “Ubaya sangat membantu dan mendukung kami sebagai unit kegiatan mahasiswa,” ungkap MJ.

Bagi mahasiswa Ubaya yang belum bergabung, MJ mengajak untuk tidak ragu mendaftarkan diri. Selain berlatih dan tampil dalam konser mandiri, anggota UKM Paduan Suara juga berkesempatan mengikuti kompetisi internasional sebagaimana yang telah dilakukan tahun lalu di Manila, Filipina dengan peluang serupa yang masih terbuka lebar ke depannya.

MJ menyampaikan harapannya untuk FESPA ke depan semakin diminati oleh banyak kalangan dan terus berjalan dengan lancar, serta UKM Paduan Suara “Untuk UKM Paduan Suara Ubaya, semoga semakin besar, semakin dikenal, dan bisa lomba ke luar negeri lagi,” pungkasnya. Seperti gema simfoni yang terus bergaung, semangat itu akan terus menghiasi panggung FESPA di tahun-tahun mendatang. (snk)