Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (FP Ubaya) menggelar The 2nd International Conference on Healthy Living (INCOHELIV) secara daring pada Selasa-Rabu, 22-23 April 2026. Mengangkat tema “Inclusive Urban Health: Resilient and Sustainable Communities”, konferensi ini bertujuan menekankan pendekatan inklusif terhadap kesehatan perkotaan yang memperkuat ketahanan, kesetaraan, dan keberlanjutan.
Ketua Program Doktor Psikologi Ubaya (Dopsya), Dr. Artiawati, Psikolog. menyebut INCOHELIV pada awalnya diinisiasi sebagai salah satu kontribusi Dopsya yang memiliki fokus pada pengembangan masyarakat perkotaan.
“Itu yang membedakan INCOHELIV dengan konferensi psikologi internasional lainnya. Kami menghadirkan pembahasan lintas ilmu yang komprehensif dari berbagai segmen masyarakat perkotaan, termasuk penyandang disabilitas, pelaku kejahatan, kaum ibu pekerja, dan yang lainnya,” jelas Arti.
Berbagai kondisi yang dihadapi setiap segmen tersebut dikupas melalui enam subtema, meliputi “Urban mental health, justice, and forensic psychology”, “Community empowerment, engagement, and innovation for urban mental health”, “Resilience and social capital among minorities in the workplace”, “Sustainable design and technology for healthy urban workplaces”, “Education, culture, and health literacy for sustainable communities”, serta “Inclusive mental health and well-being in urban family and educational contexts”.
Keenam subtema tersebut dibawakan dibahas secara substansial oleh satu narasumber dari Ubaya dan lima narasumber internasional dari Denmark, Malaysia, China, dan Finlandia. Tidak hanya itu, Prof. Claudi Bockting, Phd. profesor psikiatri psikologi klinis sekaligus direktur Centre for Urban Mental Health University of Amsterdam turut hadir dan memberikan pidato kunci.
Pada hari pertama konferensi, dilaksanakan simposium dengan Prof. Dr. Yusti Probowati Rahayu, Psikolog. sebagai Lead Researcher. Sejumlah empat penelitian yang merupakan kolaborasi Prof. Yusti dengan peneliti dari berbagai lembaga menghadirkan pembahasan berbagai fenomena kehidupan manusia dari sudut pandang psikologi forensik secara mendalam. Salah satu penelitian dengan judul “Psychological Dynamics of Shoplifting Behavior: Case Studies of Unapprehended Male Perpetrators” misalnya, menganalisis perilaku pencurian barang di minimarket yang seringkali tidak diselesaikan secara hukum di Indonesia. Dari dua partisipan studi kasus yang diteliti, ditarik kesimpulan bahwa perilaku mengutil dapat disebabkan oleh perilaku impulsif atau kondisi ekonomi yang sebaiknya diselesaikan dengan pertimbangan moral.
Sementara itu, pidato kunci berjudul “Human Habitat and the Mind: a Complex Systems Perspective” yang dibawakan oleh Prof. Claudi menjelaskan kerentanan penurunan kualitas kesehatan mental masyarakat perkotaan.
“Untuk menanganinya, terdapat beberapa usaha yang dapat dilakukan dalam perencanaan perkotaan, koneksi sosial di lingkungan tempat tinggal, pembuatan kebijakan, intervensi teknologi dan digital, dan sebagainya,” urai Prof. Claudi.
Dalam konferensi ini, sebanyak 60 abstrak penelitian terkumpul dari para peserta yang berasal dari berbagai negara. Rencananya, full paper dari penelitian tersebut akan dipublikasikan secara bertahap dalam proceeding ber-ISSN mulai Juli tahun ini.
“Animo dan antusiasme kegiatan ini sangat tinggi, terlihat dari jumlah abstrak yang di-submit yang jauh melebihi target awal. Para presenter dan audiens juga berasal dari banyak negara, seperti India, China, Taiwan, Filipina, Amerika Serikat, Finlandia, Malaysia, dan Denmark,” sebut Arti.
Sebelum konferensi digelar, turut dilakukan pre-conference workshop berupa pelatihan reviu jurnal oleh Dr. Ide Bagus Siaputra yang merupakan salah satu pengelola ANIMA Indonesian Psychological Journal (AIPJ) yang terindeks SINTA 2.
“INCOHELIV sudah menjadi ajang networking dan kolaborasi bagi para peneliti. Semoga kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar dapat mencerdaskan lebih banyak orang. Dengan demikian, ilmu psikologi dapat membantu pemecahan masalah, khususnya yang dihadapi masyarakat urban,” tutupnya. (tsy)