Universitas Surabaya (Ubaya) ditunjuk Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) ,Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI) sebagai tuan rumah Seleksi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Calon Reviewer Penelitian Batch 1 Tahun 2026. Kegiatan dilaksanakan pada 15-18 September 2026 di Kampus Ubaya Tenggilis. Dengan berfokus di bidang sosial humaniora dan pendidikan, kegiatan diikuti oleh 132 peserta yang merupakan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor II Ubaya, Dr. Noviaty Kresna Darmasetiawan menyebut penelitian bukan hanya bagian dari kewajiban akademik, melainkan turut menjadi salah satu fondasi utama bagi ilmu pengetahuan. Ia melanjutkan, penelitian turut berperan sebagai sumber pemecahan berbagai persoalan yang ada di masyarakat dan perumusan kebijakan pembangunan dengan bukti ilmiah yang kuat. Novi turut mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Kemdiktisaintek sebagai mitra dalam penyelenggaraan kegiatan ini.
“Melalui forum ini, kami (Ubaya) berharap dapat membangun jejaring dan kolaborasi yang lebih kuat antara para akademisi dan reviewer dari berbagai perguruan tinggi. Semoga dapat berlanjut menjadi kerja sama akademik, pertukaran gagasan, dan berbagai bentuk kolaborasi penelitian di masa mendatang,” tuturnya.
Direktur DPPM, Kemdiktisaintek, Prof. Apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D. mengatakan pelaksanaan kegiatan ini merupakan upaya DPPM dalam menjaring calon reviewer yang kompeten.
“Reviewer dalam menjalankan proses me-review harus dilakukan secara objektif, independen, dan profesional. Bersamaan dengan itu, reviewer harus tetap memperhatikan kesesuaian metode, kebaruan penelitian, peta jalan, Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT), serta karakteristik masing-masing skema penelitian,” ungkapnya. Ia berharap, kuatnya kapasitas dan database reviewer dapat menciptakan proses penilaian proposal penelitian yang semakin berkualitas, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan dalam mendukung penelitian yang berkualitas dan relevan.
Pada kesempatan ini, Sekretaris Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Prof. Junaidi Khotib, S.Si., Apt., M.Kes., Ph.D. membawakan materi “Etika Reviewer”. Membuka paparannya, ia menekankan pentingnya etika reviewer yang berfungsi sebagai standar moral dan profesional yang mengikat peneliti sekaligus reviewer. Seperangkat etika tersebut harus diimplementasikan oleh reviewer, mulai dari tahapan penyusunan proposal, pelaksanaan, hingga perolehan luaran penelitian.
“Reviewer penelitian memiliki peran strategis dalam menjaga mutu penelitian, menjamin objektivitas dan integritas, menyelaraskan dengan prioritas nasional, serta membangun ekosistem reviewer berkelanjutan. Oleh sebab itu, etika reviewer dilindungi oleh dasar hukum dan peraturan yang mengikat,” tegas Prof. Junaidi.
Kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari ini akan membekali para peserta dengan berbagai materi yang dihadirkan oleh Tim Pakar Kemdiktisaintek. Sekembalinya ke universitas masing-masing, para peserta diharapkan mampu menilai kelayakan proposal, memonitor pelaksanaan penelitian, serta mengevaluasi luaran penelitian sebagai upaya penjaminan kualitas riset nasional. (tsy)