Richie Devalino Hari Wibawa, mahasiswa Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (FTb Ubaya) menorehkan capaian gemilang dalam kegiatan International Youth Excursion Network (IYEN) Batch 27. Dalam kegiatan yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada tanggal 31 Agustus hingga 3 September 2026 tersebut, ia meraih lima penghargaan dari SDGs Pitch Competition bertema “Youth Digital Solutions for Sustainable Development Goals”. Penghargaan yang diraih meliputi The Most Favorite Delegate, Best Team, 1st Best Presentation Project, 3rd Best Video Innovation, dan 3rd Best Innovation Project melalui inovasi bernama SmartNutri.
Richie, sapaan akrabnya menuturkan platform digital bernama SmartNutri yang ia dan tim ciptakan merupakan inovasi teknologi di bidang pangan dan kesehatan untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan yang telah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya poin kedua (tanpa kelaparan) dan poin ketiga (kehidupan sehat dan sejahtera).
“Melalui SmartNutri, pengguna dapat melacak pemenuhan kebutuhan gizi harian dengan memfoto produk yang dikonsumsi atau informasi nilai gizi pada kemasannya. Dengan intervensi kecerdasan buatan, platform akan mengakumulasi dan mencatat status gizi pengguna yang disesuaikan dengan data tubuh yang telah dimasukkan sebelum menggunakan aplikasi,” jelasnya.
Richie melanjutkan, dashboard SmartNutri dapat menunjukkan apakah kebutuhan gizi harian pengguna sudah terpenuhi dan memberikan pengingat apabila masih terdapat komponen yang belum terpenuhi beserta rekomendasi produk yang dapat dikonsumsi. Selain itu, platform juga dilengkapi dengan pusat informasi dan layanan konsultasi daring dengan ahli gizi atau dokter gizi.
Untuk mempersiapkan inovasi ini, Richie dan timnya yang berasal dari berbagai universitas membutuhkan waktu lebih dari satu bulan. Persiapan dimulai dengan diskusi ide, penentuan topik dan visi inovasi, serta bimbingan daring bersama mentor untuk mempersiapkan materi video dan presentasi.
“Tantangan terbesar menurut saya adalah menyatukan ide dan cara berpikir setiap anggota tim, terutama karena waktu persiapan terbatas. Selain itu, kami juga harus mampu menyampaikan inovasi dengan menarik dan meyakinkan di hadapan juri internasional yang memberikan solusi konkret,” tutur alumnus SMA Kristen Petra 2 itu.
Sebagai penutup, ia menyampaikan pesan penyemangat bagi mahasiswa Ubaya lainnya untuk keluar dari zona nyaman guna mengembangkan diri secara maksimal.
“The only true wisdom is knowing you know nothing. Terkadang, langkah terbesar dalam belajar dimulai dari kesadaran bahwa masih banyak hal yang belum kita ketahui. Jadi, explore dan kembangkan potensi kalian,” pungkasnya. (tsy)