Sebanyak tiga mahasiswa Faculty of Health, Medicine and Life Sciences Maastricht University Belanda menyelesaikan program Elective Course dari Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya). Program yang berlangsung sejak 14 Juli hingga 4 September 2026 ini diikuti oleh Kees Aron Maria Tuerlings, Sam de Wit, dan Tim Zoon. Ketiga mahasiswa tersebut membuat program manajemen risiko kardiovaskular dengan beberapa subtema, yaitu kebiasaan merokok, olahraga fisik, dan pola serta perilaku makan.
Salah satu peserta, yaitu Sam, menuturkan program mereka di Indonesia dimulai dengan pengumpulan data melalui survei dan memutuskan intervensi apa yang dapat dilakukan.
“Akhirnya, kami membuat poster edukatif agar masyarakat lebih sadar akan risiko penyakit kardiovaskular dengan mengungkap alasan ilmiah di balik bahaya rokok, pola makan buruk, dan kurang olahraga. Dengan populasi Indonesia yang lebih dari 200 juta jiwa, kami sadar bahwa jangkauan kami memang terbatas. Namun, memulai langkah kecil adalah hal terpenting,” terang Sam.
Program elektif yang Sam dan rekan ikuti di Ubaya bertujuan untuk memenuhi mata kuliah terkait kesehatan, pencegahan, dan keselamatan yang dapat ditempuh di luar negeri. Setelah melewati berbagai pertimbangan, mereka memutuskan Indonesia sebagai negara tujuan.
“Karena program kami berfokus di fasilitas layanan primer, kami menghabiskan empat minggu pertama di salah satu Puskesmas di Gresik bersama beberapa mahasiswa dari FK Ubaya. Di sana, kami berhubungan langsung dengan masyarakat, berkesempatan untuk melakukan beberapa pengecekan kesehatan, dan memahami kondisi kesehatan masyarakat secara nyata,” tuturnya.
Dari kegiatan tersebut, para peserta mengapresiasi program pemeriksaan kesehatan gratis berbasis komunitas, seperti posyandu dan puskesmas yang menarik untuk diimplementasikan di Belanda. Menurut Sam, program tersebut mampu menciptakan akses fasilitas kesehatan yang merata bagi masyarakat.
“Terakhir, kami akan terus mengingat keceriaan para anak-anak, keramahan para lansia, antusiasme para orangtua, dan pendampingan dari Ubaya yang begitu maksimal sebagai kenangan yang tidak akan terlupakan dari program ini,” tutupnya. (tsy)