Reportase Warta Ubaya
Perjalanan menuju lansia sejahtera memerlukan komunitas pendukung yang kokoh dan berkelanjutan. Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Universitas Surabaya berkolaborasi (Ubaya) melalui Politeknik Ubaya dan Center for Aging Wellness (CAW) berkolaborasi dengan Muslimat NU menggelar Aging Wellness Talk ke-4 bertajuk “Wanita Hebat dan Bermartabat Menuju Kesejahteraan Umat untuk Indonesia Emas” di Gedung Integritas Politeknik Ubaya pada Jumat 20 Desember 2025.
Aging Wellness Talk merupakan program edukasi berkala yang diinisiasi oleh CAW Ubaya sebagai ruang kolaborasi lintas disiplin ilmu dan komunitas dalam mendukung perjalanan menuju lansia sejahtera. Pada Aging Wellness Talk kali ini, berbagai mitra strategis juga dilibatkan mulai dari Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Alzheimer Indonesia (ATZI), Fakultas Kedokteran dan Fakultas Industri Kreatif UBAYA dengan tujuan mendukung proses healthy aging secara holistik.
Ketua CAW Ubaya, dr. Astrid Pratidina Susilo, Sp.An-TI., Ph.D., menjelaskan bahwa konsep perjalanan aging wellness tidak semata ditujukan bagi mereka yang memiliki usia 60 tahun ke atas.
“Perjalanan aging wellness adalah proses yang perlu dikawal sejak dini dan melibatkan ekosistem pendukung lintas generasi. Kesejahteraan adiyuswa tidak bisa dilepaskan dari keluarga, komunitas, serta para profesional yang mendampingi mereka,” ujarnya.
Oleh karena itu, Aging Wellness Talk kali ini menggandeng Muslimat Nahdlatul Ulama yang dinilai memiliki kekuatan jejaring dan keberlanjutan komunitasnya yang kuat di masyarakat. Harapannya kolaborasi dengan Muslimat NU ini dapat meneruskan nilai-nilai aging wellness dalam perjalanan hidup para anggota Muslimat NU.
Ketua Pimpinan Anak Cabang Muslimat (PACM) NU Sukolilo, Hj. Umi Nadhiroh, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan Ubaya.
“Harapannya kerja sama ini dapat berkembang ke berbagai program pemberdayaan masyarakat, anggota PACM NU Sukolilo, termasuk di bidang kesehatan,” ucap Umi.
Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Ubaya, Agung Sriwardhani, M.A., menanggapi bahwa kegiatan ini juga merupakan bentuk implementasi dari kewajiban sivitas akademika UBAYA untuk menjalankan tri dharma perguruan tinggi.
“Kewajiban kami sebagai warga pendidikan bukan hanya mengajar mahasiswa, tetapi juga melakukan penelitian. Selain itu, apa yang kami lakukan juga harus bisa memberikan manfaat dalam bentuk pengabdian masyarakat,” tuturnya (dt30).