Reportase Warta Ubaya
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya). Jovita Evania Belva, mahasiswi Program Studi Manajemen, Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya (FBE Ubaya) angkatan 2024 berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Radio Mercu Buana Fest (RMB Fest) 2026 melalui kategori Podcast (R-Pods).
Dalam kategori Podcast, Jovita berkompetisi secara individu dengan membawa nama tim “Podcast OSERBA” atau Obrolan Serba Ada. Mengenai pencapaiannya, Jovita mengaku tidak menyangka dapat meraih posisi pertama. “jujur nggak nyangka banget bakal Juara 1. Aku benar-benar nggak berharap banyak karena awalnya ikut for fun. Waktu pengumuman itu aku lagi liburan sama keluarga. Bangun-bangun dapat kabar melalui WhatsApp, Juara 1. Senang banget, tapi kaget juga,” ungkapnya.
Bagi Jovita, kompetisi ini bukanlah pengalaman pertamanya mengikuti lomba podcast. Kompetisi ini menjadi lomba podcast keempat yang diikutinya,setelah sebelumnya meraih tiga kemenangan dan satu kali mengalami kekalahan.
Persiapan yang dilakukan Jovita berlangsung cukup singkat. Ia mengaku baru mulai mengerjakan karya sekitar lima jam sebelum batas waktu pengumpulan pada 8 Juni 2026 pukul 23.59. Awalnya, Jovita berencana mengikuti lomba bersama seorang partner. Namun karena teman-temannya sedang memiliki kesibukan perkuliahan, ia akhirnya memutuskan untuk mengikuti kompetisi secara individu.
Di tengah kesibukan mempersiapkan UAS, tugas akhir, bazar, presentasi, hingga menjadi MC, Jovita tetap berusaha menyelesaikan karyanya. Persiapan yang dilakukan meliputi pemilihan topik, proses recording, hingga editing. Berbeda dengan kebiasaannya yang selalu menggunakan script, kali ini Jovita memilih berbicara secara lebih spontan.
“Biasanya aku selalu buat script, tapi karena ini ‘the power of kepepet’, jadinya benar-benar ngalir begitu saja, seakan-akan aku lagi curhat,” jelasnya.
Dalam kompetisi tersebut, terdapat lima aspek yang menjadi dasar penilaian dewan juri, yaitu kreativitas dan kesesuaian materi, orisinalitas ide dan konten, artikulasi dan intonasi, gaya bahasa, serta kualitas audio dan editing. Meskipun persentase masing-masing aspek tidak dipublikasikan, Jovita merasa kreativitas, kesesuaian materi, serta orisinalitas ide menjadi bagian penting dalam karyanya.
Salah satu tantangan yang dihadapi Jovita adalah keterbatasan waktu. Selain harus membagi waktu dengan berbagai aktivitas perkuliahan, proses recording juga memiliki tantangan tersendiri karena karya harus direkam secara one take. Artinya, ketika terjadi kesalahan atau lag di tengah proses, ia harus mengulang rekaman dari awal.
“Karena harus one take, kalau ada ngelag atau salah di tengah-tengah, harus mengulang lagi dari awal. Jadi harus banyak-banyak sabar dan pelan-pelan buat ngerjainnya,” ungkap Jovita.
Menurut Jovita, salah satu faktor utama yang membantunya meraih Juara 1 adalah keberanian untuk menjadi diri sendiri. Ia berusaha membuat pembawaan podcast terasa natural dan tidak dibuat-buat. “Menurut aku, be real. Dari topik pembicaraan podcast yang aku angkat benar-benar natural ceritanya. Terus jadi diri sendiri apa adanya, tapi selalu berikan impression yang unik,” ujarnya.
Kecintaannya terhadap podcast menjadi salah satu motivasi Jovita mengikuti kompetisi, sekaligus sebagai upaya mengembangkan kemampuan dan mengejar target beasiswa 100 persen di Ubaya.
Untuk mengatur berbagai kegiatan yang dimilikinya, Jovita mengandalkan perencanaan melalui journaling. Ia membuat checklist secara mendetail dan mengelompokkan tugas berdasarkan tingkat urgensinya. Bahkan, hal-hal sederhana seperti membersihkan rumah juga dimasukkan ke dalam daftar agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan secara bertahap.
Setelah meraih prestasi di RMB Fest 2026, Jovita memiliki target untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang public speaking dan podcast. Ia ingin konsisten mengikuti berbagai kompetisi dan membawa nama baik Ubaya melalui prestasi, karya, maupun kegiatan lainnya. Ke depannya, ia juga memiliki keinginan untuk menjadi public speaker yang dapat berbagi ilmu mengenai public speaking dan tips mengikuti lomba podcast.
Tidak berhenti di tingkat nasional, Jovita juga menargetkan untuk mengikuti kompetisi di tingkat yang lebih tinggi hingga internasional. “Visi aku ingin selalu membawa nama baik Ubaya, baik itu melalui aktif ikut lomba, berkarya, berbisnis, dan lainnya,” ujarnya.
Jovita juga menitipkan pesan bagi mahasiswa Ubaya yang ingin mengembangkan kemampuan dalam bidang public speaking, penyiaran, maupun podcast. Menurutnya, mahasiswa tidak perlu takut dengan hasil karya yang belum sempurna maupun penilaian orang lain.
“Jangan takut hasil karya atau suara kamu jelek. Aku juga dulu awalnya kurang percaya diri dan minder, tapi buang itu semua ke belakang. Jangan takut di-judge dan coba dengarkan kritik. Because it’s ‘public speaking’, not ‘private speaking’,” ungkkapnya. (av)