Reportase Warta Ubaya
Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya). Fransisca Wynne Evania Notowidjojo, mahasiswi Fakultas Farmasi angkatan 2025 berhasil meraih Gold Medal dalam kompetisi menyanyi pada ajang Festival Indonesiana 8 yang diselenggarakan di Universitas Kristen Petra Surabaya (PCU Surabaya) pada 29 Agustus 2026.
Dalam kompetisi tersebut, Fransisca membawakan lagu daerah berjudul “Kembhangnga Naghara” yang menggunakan bahasa Madura. Ia mengaku senang dapat mengikuti kompetisi tersebut sekaligus mendapatkan pengalaman baru. Menurutnya, membawakan lagu berbahasa Madura juga menjadi tantangan tersendiri.
“Selain teknik vokal, saya merasa penting untuk bisa menyampaikan emosi dan pesan dari lagu kepada orang yang mendengarkan,” ujarnya.
Sebelum tampil, Fransisca sempat merasa gugup karena mendapat nomor urut penampilan kedua. Rasa waspada juga muncul setelah melihat peserta pertama mengalami kendala pada mikrofon saat tampil. Meski demikian, ia berusaha tetap tenang dan akhirnya penampilannya dapat berjalan lancar.
Untuk mempersiapkan diri, Fransisca menjalani berbagai latihan, mulai dari latihan vokal, teknik pernapasan, artikulasi, intonasi, hingga ekspresi dan penghayatan lagu. Ia juga berlatih secara berulang agar semakin memahami karakter lagu yang dibawakannya.
Motivasi utama Fransisca mengikuti kompetisi tersebut adalah untuk mendapatkan pengalaman baru sekaligus mengembangkan kemampuan di bidang tarik suara. Ketertarikannya terhadap musik dan bernyanyi membuat kesempatan mengikuti kompetisi menjadi salah satu cara baginya untuk terus belajar dan mengasah kemampuan.
Sebagai mahasiswa Fakultas Farmasi, Fransisca juga menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara kegiatan kuliah, tugas, praktikum dan latihan.
“Untuk latihan, saya biasanya menyesuaikan waktunya dengan jadwal kuliah dan tugas yang sedang saya miliki, seperti latihan saat malam atau sore hari, atau pada saat saya ada waktu luang seperti jeda kuliah,” jelasnya.
Menurut Fransisca, konsistensi dalam latihan, persiapan yang matang, serta kemampuan membawakan lagu dengan karakter sendiri menjadi hal yang penting dalam kompetisi. Selain teknik vokal, ia juga berusaha menyampaikan emosi dan pesan dari lagu kepada pendengar. Dukungan dari orang-orang di sekitarnya turut membantunya menjadi lebih percaya diri selama proses persiapan hingga kompetisi berlangsung.
Sebagai pesan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan di bidang bernyanyi, Fransisca mengajak untuk terus berlatih dan tidak takut mengikuti kompetisi. Menurutnya, kompetisi dapat menjadi kesempatan untuk mengasah mental, teknik vokal, dan pengalaman tampil.
“Teruslah berlatih dan jangan takut untuk berlomba karena lomba adalah batu loncatan yang berharga untuk mengasah mental, teknik vokal, dan jam terbang agar kemampuan bernyanyi semakin matang. Menang atau kalah adalah hal biasa, tetapi keberanian untuk mencoba adalah pencapaian terbesar,” pesannya.
Ke depannya, Fransisca ingin terus mengembangkan kemampuan bernyanyi dan mencoba lebih banyak kesempatan untuk tampil maupun mengikuti kompetisi. Di bidang akademik, ia juga ingin memberikan yang terbaik selama menjalani perkuliahan di fakultas farmasi dan mempertahankan prestasi akademiknya.
“Target saya adalah bisa terus berkembang di kedua bidang tersebut tanpa mengorbankan salah satunya,” tutupnya. (av)