Mahasiswa Ubaya Raih Dua Penghargaan dalam 3rd International Student Competition di Thailand humasubaya August 20, 2026

Mahasiswa Ubaya Raih Dua Penghargaan dalam 3rd International Student Competition di Thailand

Lima mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) mencatat prestasi membanggakan dalam ajang 3rd International Student Competition (ISC) yang diselenggarakan pada 8-9 Agustus 2026 di Thailand. Mereka adalah Agatha Tirtana dari Fakultas Farmasi, Yeremia Andrew Sutanto dan Elisabeth Nancy Kallawat dari Program Studi Akuntansi, serta Clarissa Vania Hindargo dan Ni Desak Made Anita Dewi dari Program Kekhususan Bionutrisi dan Inovasi Pangan. Prestasi yang diraih tim ini meliputi Bronze Medal dan Favorite Poster melalui esai inovasi bernama Larvex sebagai solusi bioremediasi dalam mengatasi pencemaran mikroplastik di tanah.

Dalam proses pengerjaan esai, Agatha dan tim mengaku menghadapi tantangan karena harus meluangkan waktu untuk berdiskusi di tengah kesibukan perkuliahan dan melakukan praktikum. “Kami memulai dengan mengurus perizinan penggunaan laboratorium. Lalu, kami melakukan adaptasi lingkungan, percobaan penguraian plastik di beberapa jenis larva dan kombinasinya, serta pengujian setelah melewati kurun waktu yang telah kami tentukan,” tuturnya. 

Eksplorasi yang mereka lakukan menghasilkan Larvex yang dapat digunakan dalam pembersihan tanah yang tercemar mikroplastik dengan memanfaatkan larva mealworm, superworm, dan waxworm. Agatha menyebut, inovasi ini tidak hanya berfokus pada penguraian plastik, tetapi juga mengubah hasil sampingnya menjadi sesuatu yang bernilai, seperti frass atau sisa buangan sebagai pupuk organik dan serangga dewasa sebagai pakan burung. “Jadi, konsep utamanya adalah mengubah masalah sampah plastik menjadi sumber daya dalam sistem yang lebih sirkular,” jelas alumnus SMAK Frateran Surabaya itu. 

Ia melanjutkan, eksperimen yang dilakukan membuktikan elemen pengurai berhasil mencapai 100% degradasi plastik. Disamping itu, frass yang dihasilkan teruji mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman sebesar 19,7%. “Jadi, kekuatan utama esai kami adalah menggabungkan solusi biologis, teknologi, data eksperimen, dan nilai ekonomi dalam satu sistem. Larvex bukan hanya menawarkan cara untuk mengurangi pencemaran plastik, tetapi juga menunjukkan bagaimana limbah dapat diubah menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan manfaat baru,” ungkap Agatha. 

Setelah menorehkan prestasi ini, Agatha berharap jejak yang ia dan tim catatkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Ubaya lainnya. “Semoga jumlah perwakilan dari Ubaya yang ambil bagian dalam berbagai ajang kompetisi internasional dapat semakin meningkat serta sukses mengharumkan nama Ubaya di tingkat global,” pungkasnya. (tsy)