Reportase Warta Ubaya
Program Studi Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya (FBE Ubaya) merayakan empat dekade eksistensinya melalui networking session berjudul “Amerta: 40 Tahun Akuntansi Ubaya”. Acara yang berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026 di Lantai 5 Gedung Perpustakaan, Kampus Ubaya Tenggilis ini menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi keilmuan sekaligus menegaskan relevansi profesi akuntan di era teknologi kecerdasan buatan (AI).
Mengawali acara, Rektor Ubaya, Dr. Benny Lianto menyampaikan apresiasi mendalam atas perjalanan panjang Prodi Akuntansi sebagai salah satu pilar utama universitas.
“Selama empat dekade, Akuntansi Ubaya terbukti konsisten menjaga kualitas akademik dan pendidikan karakter. Tantangan ke depan memang tidak mudah, tetapi saya percaya dengan modal perjalanan panjang ini, Akuntansi Ubaya mampu terus bertransformasi menjawab tantangan zaman,” tegas Benny.
Menjawab tantangan masa depan tersebut, Ketua Program Studi Akuntansi Ubaya, Dr. Bonnie Soeherman, secara tegas menepis anggapan bahwa profesi akuntansi akan punah tergerus teknologi AI. Menurutnya, akuntansi merupakan bahasa bisnis dan cerminan perilaku sosial manusia yang akan selalu dibutuhkan.
“Profesi akuntansi bukan tertinggal, melainkan harus terus berkembang mengikuti dinamika global seperti geopolitics and standards, technology, serta sustainability. Kurikulum program studi kami diarahkan untuk bisa adaptasi dengan kondisi dinamika global tersebut,” papar Bonnie.
Di samping adaptasi teknologi, Program Studi Akuntansi Ubaya tetap memegang teguh pendidikan karakter melalui komitmen “Crafting Beautiful Minds”. Nilai ini diwujudkan lewat filosofi tokoh “Aksi” dan “Hati” yang terinspirasi dari figur Hanoman untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan ketulusan hati.
Kegiatan turut diwarnai oleh kehadiran Ade Rai, seorang binaragawan sekaligus figur publik ternama. Ia membawakan materi berjudul “Mind, Body, and Soul Harmony: 35 Siasat Perilaku Hidup Sehat”. Menurutnya, hidup sehat dapat dimulai dari tindakan paling sederhana, yaitu memilih apa yang dikonsumsi, mulai dari sumber, jenis, penyajian, jadwal, dan jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan.
“Selain itu, lakukan olahraga untuk melatih kekuatan otot jantung dan rangka. Kemudian, miliki cara pandang yang menguatkan hati karena ketika kita memiliki pikiran yang baik, kita memiliki napas yang teratur dan kualitas istirahat yang baik,” pungkasnya. (dt30)