Perkuat Posisi Ubaya sebagai PTS Unggulan, Ubaya Gelar Diskusi dengan Prof. Peter Mayer dari University of Applied Sciences Osnabrück Jerman humasubaya August 19, 2026

Perkuat Posisi Ubaya sebagai PTS Unggulan, Ubaya Gelar Diskusi dengan Prof. Peter Mayer dari University of Applied Sciences Osnabrück Jerman

Universitas Surabaya menyambut kehadiran Prof. Peter Mayer, salah satu penggagas program International Deans’ Course (IDC) yang dinaungi oleh DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst) dan HRK (German Rectors’ Conference) pada Senin (17/08/2026). Kedatangan Prof. Peter Mayer diterima oleh Wakil Rektor I Ubaya, Prof. Dr.rer.nat. Maria Goretti Marianti Purwanto bersama Wakil Rektor IV Ubaya, Djuwari, Ph.D. di Gedung Perpustakaan lantai 2, Kampus Ubaya Tenggilis. Kunjungan ini bertujuan untuk menggelar diskusi terbuka terkait penguatan manajemen dan kepemimpinan Ubaya sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) unggulan di Indonesia. 

Diskusi digelar dengan melibatkan para pimpinan Ubaya yang telah menerima hibah pelatihan dari IDC sejak tahun 2014 hingga 2024,di antaranya Prof. Dr.rer.nat Sulistyo Emantoko Dwi Putra selaku Dekan Fakultas Teknobiologi,  Prof. Ir. Markus Hartono, Ph.D., IPU selaku Dekan Fakultas Industri Kreatif, dan Ir. Eric Wibisono, Ph.D., IPU selaku Dekan Fakultas Teknik. Membuka diskusi, Prof. Peter Mayer menyoroti keberadaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan perguruan tinggi. “Keberadaan AI menciptakan perubahan yang sangat besar bagi kehidupan manusia, termasuk perubahan beberapa pekerjaan yang menjadi tidak relevan seiring waktu. Oleh sebab itu, kita harus menerima dan menyikapinya dengan bijak dan cerdas. Kampus harus hadir melahirkan figur-figur kreatif yang mampu menjadikan AI sebagai peluang, bukan ancaman.” tuturnya.

Menyikapi hal tersebut, Prof. Peter Mayer mengapresiasi Ubaya sebagai salah satu mitra yang sangat ideal untuk dilakukan kolaborasi internasional dengan berbagai lembaga terkait di Jerman.  “Saya melihat potensi kerja sama yang sangat besar dengan Ubaya. Terdapat gap yang dapat kita isi bersama melalui berbagai program dan rencana yang dapat kita diskusikan,” tuturnya. 

Salah satu potensi pengembangan tersebut adalah penguatan manajemen dan kepemimpinan institusi Ubaya sebagai Perguruan Tinggi Swasta unggulan di Indonesia. Terkait hal itu, Prof. Peter Mayer menawarkan beberapa dukungan langsung, meliputi pengembangan jejaring dan pemetaan calon mitra di Jerman serta kesempatan untuk mengakses hibah dan pendanaan. 

Sebagai Wakil Rektor I Ubaya sekaligus alumni program IDC, Prof. Maria menyambut hangat inisiasi dan ruang diskusi yang terbangun. “Semoga diskusi ini menjadi titik awal yang baik untuk mengidentifikasi berbagai peluang kerja sama strategis, baik bersama DAAD maupun mitra-mitra akademis di Jerman secara umum. Melalui dialog ini, kita dapat memetakan kebutuhan serta potensi kolaborasi bersama Prof. Peter Mayer untuk mendukung penguatan kepemimpinan dan kapasitas institusi Ubaya,” pungkas Prof. Maria. 

Dilaksanakan bertepatan dengan HUT RI ke-81, Prof. Peter Mayer turut berkesempatan mengikuti kemeriahan perayaan hari kemerdekaan melalui perlombaan memasukkan paku ke dalam botol. Kegiatan ditutup dengan tur kampus untuk melihat berbagai fasilitas akademik yang terdapat di Kampus Ubaya Tenggilis. (tsy)