Program Studi Doktor Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar Ujian Terbuka Disertasi Doktor terhadap empat orang promovenda pada 14-15 Juli 2026. Mereka adalah Patria Mukti, S.Psi., M.Si., Rosita Yuniati, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Gayuk Zulaika, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dan Firsty Oktaria Grahani, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Promovenda pertama yang mengikuti ujian adalah Patria Mukti, S.Psi., M.Si. dengan disertasi berjudul “Model Employee Well-being pada Pegawai Sektor Pertambangan Batubara dengan Work family enrichment, Work family conflict self-efficacy sebagai Anteseden dan Meaning of work sebagai Mediator”. Penelitiannya didasari oleh keprihatinan terhadap kesejahteraan pegawai tambang yang menghadapi kondisi kerja yang berat, jam kerja yang panjang, sistem kerja yang kompleks, serta aksesibilitas lokasi yang terbatas.
“Penelitian saya menegaskan bahwa upaya peningkatan employee well-being di sektor pertambangan batubara tidak dapat hanya berfokus pada aspek fisik dan material, tetapi perlu memperhatikan dinamika psikologis kerja dan keluarga,” tegasnya.
Sidang dilanjutkan dengan promovenda Rosita Yuniati, S.Psi., M.Psi., Psikolog dengan judul disertasi “Model Resiliensi Ibu yang Memiliki Anak Autoimun Ditinjau dari Coping-Strategy, Social Support dan Religiusitas sebagai Moderator”.
“Di balik perjuangan anak penyintas autoimun, terdapat sosok ibu yang setiap hari menghadapi tekanan emosional, sosial, dan psikologis yang tidak ringan. Perawatan jangka panjang, ketidakpastian perjalanan penyakit, serta tuntutan sebagai pengasuh utama menjadikan ibu rentan mengalami stres kronis yang berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hidupnya,” jelas Rosita.
Berdasarkan hasil penelitiannya, ditemukan hasil bahwa kemampuan individu, khususnya task-oriented coping, dan dukungan dari significant other, seperti pasangan, tenaga kesehatan, atau pendamping utama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap resiliensi ibu dengan anak penderita autoimun.
Pada hari selanjutnya, promovenda Gayuk Zulaika, S.Psi., M.Psi., Psikolog mempresentasikan penelitiannya dengan judul “Model Konflik Kerja-Keluarga Guru SMP Perempuan di Jawa dengan Otonomi Guru sebagai Anteseden dan Kebermaknaan Kerja sebagai Mediator”. Disertasi ini menelaah kondisi guru SMP perempuan dengan peran ganda sebagai pekerja di sekolah sekaligus istri dan ibu di keluarga.
“Berdasarkan hasil penelitian yang melibatkan 707 guru SMP perempuan yang aktif di Pulau Jawa dengan pengalaman kerja minimal 2 tahun, berstatus menikah atau pernah menikah, dan memiliki anak berusia dibawah 18 tahun, terbukti adanya hubungan timbal balik yang kuat antara beban kerja dan masalah keluarga,” paparnya.
Dari hasil penelitiannya, Gayuk berharap agar manajemen sekolah dan pemangku kebijakan mengambil keputusan untuk membantu mengurangi stres kerja guru SMP perempuan. Pemberian otonomi dalam mengajar, membatasi instruksi dinas setelah jam kerja berakhir, mengupayakan adanya fasilitas penunjang, serta pelatihan untuk memperkuat kebermaknaan kerja perlu dilakukan secara berkala. Dengan demikian, kesejahteraan psikologis guru dapat terjaga agar dapat memberikan pendidikan yang optimal.
Terakhir, Firsty Oktaria Grahani, S.Psi., M.Psi., Psikolog mempresentasikan disertasi berjudul “Model Regulasi Motivasi pada Mahasiswa Bekerja dan Tidak Bekerja Ditinjau dari Iklim Motivasi dan Orientasi Tujuan”. Menaruh perhatian yang besar terhadap motivasi belajar mahasiswa, Okta, sapaan akrabnya, menemukan bahwa regulasi motivasi mahasiswa dipengaruhi oleh faktor lingkungan pembelajaran dan faktor internal individu.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim motivasi yang positif melalui dukungan dosen, pembelajaran yang interaktif, umpan balik yang konstruktif, dan apresiasi terhadap proses belajar berpengaruh signifikan dalam meningkatkan regulasi motivasi mahasiswa,” ungkapnya.
Penelitian yang dilakukan Okta menyoroti pentingnya peran dosen dan perguruan tinggi dalam menciptakan iklim pembelajaran yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa. Hal tersebut dapat dicapai melalui pemberian tugas yang bermakna, umpan balik yang konstruktif, pembelajaran kolaboratif, serta sistem evaluasi yang berfokus pada proses belajar.
Dengan bertambahnya empat doktor baru, maka jumlah doktor yang diluluskan oleh Prodi Doktor Psikologi Ubaya genap berjumlah delapan belas. (tsy)