Kolaborasi UBAYA dan YAPPIKA Mewadahi Aspirasi Anak Muda di Ruang Digital humasubaya June 18, 2026

Kolaborasi UBAYA dan YAPPIKA Mewadahi Aspirasi Anak Muda di Ruang Digital

Reportase Warta Ubaya

Universitas Surabaya (Ubaya) melalui Pusat Studi Hak Asasi Manusia (PUSHAM UBAYA) berkolaborasi dengan Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif, dan Kemitraan Masyarakat Indonesia (YAPPIKA-ActionAid), Serikat Pengajar Hak Asasi Manusia (SEPAHAM) Indonesia, serta Pusat Studi Konstitusi dan Legislasi (PUSKOLEGIS) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menyelenggarakan forum diskusi interaktif. Forum ini diselenggarakan melalui Zoom Meeting dan sesi live streaming Youtube bertajuk “Konstitusionalisme Digital: Jaminan Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi di Era Digital/Artificial Intelligence (Tantangan & Ancaman)”  pada Sabtu (13/06/2026). Acara ini menjadi ruang online menarik membedah batasan, perlindungan, dan jaminan kebebasan berpendapat dan berekspresi di ruang digital.

 

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh transformasi digital yang dibarengi dengan perkembangan Artificial Intelligence (AI) membawa dinamika baru bagi anak muda dalam menyuarakan aspirasinya. Di satu sisi, AI telah menjadi alat bantu sehari-hari, namun di sisi lain, kemajuan teknologi ini memunculkan disrupsi digital yang sarat dengan tantangan serta ancaman terhadap terhadap kebebasan berpendapat dan berekspresi bagi pengguna ruang digital.

 

Acara ini diawali dengan sosialisasi Civil Society and Democracy (CSD) e-learning platform oleh Sari Wijaya selaku Program Officer BASIS di YAPPIKA, yang menggarisbawahi pembelajaran mandiri tentang demokrasi, Hak Asasi Manusia (HAM), dan isu keadilan sosial.

 

“Hari ini, kita sama-sama bertemu untuk mendiskusikan situasi dan tema yang cukup anak muda. Kawan-kawan sering memakai AI, tapi kita juga mengalami situasi digital transformasi yang ada. Khususnya, tantangan tentang kebebasan berpendapat dan berekspresi di dunia digital,” ujar Sari.

 

Sebagai langkah konkret kolaborasi ini memanfaatkan momen diskusi untuk mendemonstrasikan CSD e-learning platform. Platform ini lahir dari riset mendalam YAPPIKA bersama anak muda dari berbagai unsur di masyarakat didorong oleh fakta bahwa kemajuan dan kemudahan di era teknologi digital saat ini justru membawa dampak ruang sipil terus menyempit.

 

Atas dasar kesadaran akan tantangan dan ancaman tersebut, CSD Platform berusaha mewujudkan ruang belajar inklusif dalam bentuk digital dan non-digital untuk memperkuat kapasitas orang muda dan aktivis sipil.

 

“Selain itu, kelas-kelas tematik dalam platform yang menghubungkan teori dan praktik lewat diskusi kritis serta materi kontekstual mengenai tantangan demokrasi hari ini,” ujar Sari dalam sosialisasi CSD Platform.

 

Untuk membedah tantangan konstitusionalisme digital ini secara akademis dan praktis, webinar ini menghadirkan jajaran pakar hukum seperti Dr. Daniel Yusmic P. Foekh, S.H., M.H. (Hakim Mahkamah Konstitusi RI), Dr. Sonya Claudia Siwu, S.H., M.H., LL.M (Ketua PUSHAM Ubaya / Dosen FH Ubaya), Nenden Sekar Arum (Direktur SAFENET), dan Dr. Lutfil Ansori, M.H. (Peneliti Pusat Studi Konstitusi dan Legislasi).

 

Keterlibatan aktif mahasiswa Ubaya juga terlihat dari dikawalnya jalannya diskusi kritis ini oleh Fakultas Hukum Ubaya, yaitu Aulia Dhamayanti sebagai Moderator dan M. Raifhan Rugian selaku MC. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong anak muda untuk terus kritis dan aman dalam memanfaatkan ruang digital. (dt30)