Mahasiswa Fakultas Psikologi Ubaya Raih Juara 3 NGCC IV Cabang Esai, Angkat Solusi Digital Cegah Doomscrolling humasubaya July 29, 2026

Mahasiswa Fakultas Psikologi Ubaya Raih Juara 3 NGCC IV Cabang Esai, Angkat Solusi Digital Cegah Doomscrolling

Reportase Warta Ubaya

Prestasi membanggakan kembali diukir mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya). Viola Fay Christian berhasil meraih juara 3 dalam ajang National Guidance and Counselling Competition (NGCC) IV cabang Esai yang diselenggarakan secara online pada 25 Juni–2 Juli 2026. Prestasi ini diraih berkat karya tulisannya yang berjudul “Sejenak: Solusi Digital Preventif terhadap Doomscrolling Melalui Refleksi Psikologis Berbasis Self-Awareness”.

Ketertarikan Viola mengikuti kompetisi ini bermula dari kedekatan tema lomba dengan bidang keilmuannya. “Yang membuat saya tertarik karena nama lombanya mengandung elemen konseling. Menurut saya, konseling itu berhubungan erat sekali dengan psikologi. Ditambah lagi, tema yang diangkat panitia terkait upaya pencegahan doomscrolling dirasa sangat relevan dengan disiplin ilmu yang saya pelajari sehari-hari,” ujarnya.

Dalam esainya, Viola menawarkan gagasan berupa digital companion bernama aplikasi Sejenak. Aplikasi ini dirancang untuk membantu pengguna lebih sadar terhadap durasi waktu yang dihabiskan saat menggunakan media sosial. Misalnya, ketika pengguna telah menggulir layar media sosial Instagram selama satu jam, sistem akan memunculkan notifikasi ajakan untuk berhenti sejenak. Notifikasi tersebut kemudian mengarahkan pengguna pada serangkaian pertanyaan reflektif berbasis teknik mindfulness 5 senses, mulai dari lima benda yang terlihat di sekitar, hingga emosi yang tengah dirasakan saat itu. Melalui pendekatan ini, Viola berharap pengguna dapat lebih mindful terhadap kondisi dirinya sebelum memutuskan untuk melanjutkan atau menghentikan aktivitas scrolling.

Proses pengerjaan esai tidak lepas dari tantangan, terutama soal manajemen waktu. Periode pengerjaan karya ini bertepatan dengan minggu-minggu terakhir UAS, sehingga Viola harus pandai membagi waktu antara riset lomba dan persiapan ujian. Meski begitu, ia mengaku pengerjaan menjadi lebih ringan karena topik doomscrolling sudah familiar baginya, bahkan turut menjadi topik PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) yang tengah ia jalani. Riset dilakukan melalui pengamatan tren di media sosial seperti TikTok, penelusuran data, hingga diskusi dengan kecerdasan buatan atau AI untuk memperdalam pemahaman terhadap fenomena tersebut.

Dukungan dari keluarga dan teman-teman turut menjadi motivasi besar bagi Viola. Ia rutin melaporkan perkembangan lomba kepada keluarganya yang memberikan dukungan penuh. Semangat dari teman-teman yang menyaksikan langsung perjuangannya membagi waktu antara akademik dan kompetisi turut menjadi penyemangat, ditambah motivasi lainnya berupa peluang beasiswa yang ditawarkan Ubaya bagi mahasiswa berprestasi.

Menurutnya, salah satu kunci keberhasilannya adalah keberanian keluar dari anggapan bahwa inovasi di bidang psikologi harus selalu rumit. “Padahal, sesederhana kita membuat aplikasi pengingat, sudah bisa mengombinasikan teknologi, inovasi, dan psikologi,” jelasnya.

Kedepannya, Viola mengaku semakin termotivasi untuk terus mengikuti kompetisi-kompetisi lain di bidang psikologi. Ia pun berpesan kepada mahasiswa lain yang masih ragu untuk mulai mencoba. “Kekalahan atau kegagalan itu justru membuat kita belajar sesuatu hal yang baru. Jangan fokus pada nilai akhirnya, tapi lebih fokus di proses yang kita hadapi,” tuturnya. Bagi Viola, hal terpenting dalam setiap pencapaian adalah motivasi hati yang tulus untuk membawa perubahan baik bagi lingkungan sekitar. (snk)