Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa, Prodi Akuntansi Ubaya Hadirkan VP ESG PLN dalam Kuliah Umum humasubaya June 17, 2026

Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa, Prodi Akuntansi Ubaya Hadirkan VP ESG PLN dalam Kuliah Umum

Program Studi Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya (FBE Ubaya) menggelar kuliah umum akuntansi dan lingkungan berjudul “Perkembangan Sustainability Reporting dan Implikasinya terhadap Praktik Pelaporan Keuangan Korporasi”. Mendatangkan Fanny Abdul Aziz selaku Vice President ESG PT. PLN (Persero), kegiatan diikuti oleh ratusan mahasiswa di Gedung Pascasarjana FBE Ubaya pada Rabu (10/06/2026). 

 

Dalam sambutannya, Wakil Dekan FBE Ubaya Fidelis Arastyo Andono, Ak., Ph.D. menyebut pelaksanaan kegiatan ini merupakan wujud komitmen FBE Ubaya untuk memberikan pembelajaran terbaik dengan mendatangkan praktisi profesional. 

“Dari sini, teman-teman mahasiswa dapat mengenal praktik pelaporan sesungguhnya di perusahaan, khususnya terkait sustainability reporting,” tuturnya. 

 

Memulai paparannya, Fanny mengungkap bahwa akuntansi dan keberlanjutan merupakan dua hal yang saling memengaruhi. Dalam implikasinya di Indonesia saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengesahkan IFRS (International Financial Reporting Standards) S1 dan S2 menjadi salah satu regulasi yang mengikat dalam penilaian performa sebuah perusahaan. Oleh sebab itu, para mahasiswa harus adaptif dan mau belajar agar dapat menghasilkan laporan keuangan yang baik. 

“IFRS S1 berfokus pada materialitas yang menyoroti dampak ESG terhadap nilai finansial perusahaan. Dalam IFRS 1, terdapat empat aspek yang harus diperhatikan, yaitu governance, strategy, risk management, serta metrics and target,” jelasnya. 

 

Untuk menghubungkan laporan keuangan dengan IFRS S1 dan S2 yang digunakan dalam laporan keberlanjutan, Fanny memberikan empat tahapan yang dapat dilakukan. Tahapan tersebut meliputi pembentukan tim lintas fungsi, mengidentifikasi akun terdampak, penyesuaian akun dan laporan keuangan, serta memasuki siklus kaizen. 

 

Menutup paparannya, ia mendorong para mahasiswa agar mengeksplor keterkaitan akuntansi dengan berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk keberlanjutan di masa depan terkait potensi karir yang baik. 

Accounting dan sustainability merupakan hal yang sangat spesifik dan khusus, namun tidak menutup kemungkinan bahwa teman-teman di masa depan akan terlibat dalam prosesnya. Dalam ilmu yang masih berkembang ini, saya menyarankan anda sekalian untuk melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak yang terlibat untuk mendapatkan pemahaman dan pengalaman yang cukup,” pungkasnya. 

 

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan studi kasus interaktif terkait praktik-praktik sederhana dari pelaporan berkelanjutan dari berbagai aspek yang dapat memperkaya pengetahuan peserta kuliah umum. (tsy)