Reportase Warta Ubaya
Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (FF Ubaya) mengukuhkan 112 lulusan Program Profesi Apoteker melalui Upacara Pengucapan Sumpah Apoteker Periode ke-75 Angkatan ke-70 pada Senin, 5 Oktober 2026 di Ballroom Hotel Westin Surabaya. Mengusung tema “Guarding Integrity, Securing Victory”, prosesi ini sekaligus menegaskan pentingnya integritas moral serta kesiapan adaptasi profesional kesehatan apoteker di era transformasi digital.
Rektor Ubaya, Dr. Benny Lianto, menyampaikan pesan kunci bagi para lulusan dalam menghadapi dinamika dunia kerja.
“Terus kembangkan rasa empati dalam setiap pelayanan. Ingatlah bahwa di balik pesanan obat yang Saudara racik dan distribusikan, ada orang yang sedang berjuang untuk sembuh. jadilah pembelajar seumur hidup karena dunia farmasi berkembang secara cepat,” tegas Benny.
Serupa dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Farmasi Ubaya, Prof. Dr. apt. Antonius Adji Prayitno Setiadi, M.S., menggarisbawahi tantangan integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam sistem kefarmasian. Ia mengingatkan bahwa meski AI hadir sebagai asisten, peran apoteker sebagai penentu keputusan pelayanan klinis tetap tidak tergantikan.
“Terjadi transformasi yang membawa peluang sekaligus tantangan disrupsi AI dalam sistem kesehatan kita. Hal ini mengubah paradigma pelayanan dari reaktif menjadi personalized care. Kita diajak memanfaatkan genom dan big data yang diolah melalui machine learning untuk menciptakan predictive care,” ungkap Prof. Adji.
Prosesi dilanjutkan dengan pengucapan sumpah, penyerahan apoteker baru secara resmi kepada Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) dan Dinas Kesehatan Jawa Timur, hingga penyerahan Dexa Award kepada lulusan berprestasi (dt30).