Reportase Warta Ubaya
Inovasi tidak mengenal batasan bidang studi. Hal ini dibuktikan oleh tim lima mahasiswa Sistem Informasi Fakultas Teknik Universitas Surabaya (FT Ubaya) yang berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Catalyst Future Competition & Asia 2026. Kompetisi Esai & Business Plan tingkat nasional tersebut diselenggarakan pada 23–24 Mei 2026 di Universitas Andalas, Padang.
Meskipun memiliki latar belakang dari bidang teknologi, Matthew Vallen Soepatra, Catharina Ellen Christabel, Akmal Rafif Rizkyansyah, Henry Stanley Wijaya, dan Gracia Maritzka Kwan justru membawa pulang tiga penghargaan sekaligus dalam sub-tema Gizi dan Kesehatan. Penghargaan tersebut adalah Gold Medal Catalyst Future Competition 2026, Runner Up Catalyst Future Competition 2026, serta Favorit Poster Catalyst Future Competition 2026.
Tim ini mengusung ide bisnis inovatif bernama Mixy Juice, sebuah produk minuman jus kombinasi yang menggunakan stevia sebagai pemanis alami pengganti gula. Lahirnya produk ini berawal dari keresahan personal sang ketua tim sebagai generasi muda yang gemar berolahraga, namun tetap menyukai konsumsi minuman manis. Uniknya, dalam menyempurnakan proposal produk di luar bidang keahlian utama mereka, tim ini aktif melakukan riset mandiri serta berkolaborasi mencari masukan dari berbagai pihak.
“Riset yang tim kami lakukan memang mandiri, dan kami juga meminta pendapat dari teman-teman kami di jurusan lain untuk menyempurnakan ide ini,” ungkap Matthew selaku ketua tim.
Selama penyusunan proposal, peran dosen pembimbing dioptimalkan untuk menjaga kualitas serta standardisasi teknis penulisan akademik proposal mereka. Pada babak penyisihan, mereka harus bersaing juga dengan ratusan proposal produk dari berbagai bidang industri, termasuk teknologi, industri kreatif, hingga pariwisata.
Di akhir sesi wawancara, Matthew juga membagikan pesan motivasi untuk seluruh mahasiswa Ubaya untuk berani mengembangkan ide yang mereka miliki.
“Ketika teman-teman punya ide, pastikan kamu bisa menemukan orang yang satu visi untuk mewujudkan ide itu bersama-sama. Teman-teman bisa mewujudkannya lewat lomba atau projek lainnya. Yang penting, lakukan dulu saja. Masalah nanti akan menang atau gagal, itu baru dipikirkan di tahap berikutnya,” tutur Matthew (dt30).