Reportase Warta Ubaya
Isu disrupsi teknologi dan tata kelola global menjadi sorotan bahasan Dave Sebastian Saputra dalam papernya di 12th International Student Conference on Humanity Issues (ISCOHI). Forum akademik internasional yang diselenggarakan oleh Program Magister Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini digelar pada Kamis (21/05/2026). Dalam konferensi ini, mahasiswa Fakultas Hukum Ubaya tersebut sukses meraih penghargaan Best Paper on Humanity.
Kemenangan Dave diraih melalui riset komprehensif di bidang Hukum Internasional. Topik yang ia angkat membedah dinamika kedaulatan digital suatu negara di tengah maraknya program kerja sama infrastruktur teknologi lintas batas, seperti inisiatif Digital Silk Road. Selain itu, Dave menyampaikan bahwa penulisan paper tersebut berhasil dirampungkan hanya dalam waktu satu bulan di bawah berkat pendampingan dari Yaries Mahardika Putro, LL.M., dosen Fakultas Hukum Ubaya.
“Tanpa beliau, mungkin saya bisa saja menghabiskan lima bulan untuk riset ini,” tutur Dave.Â
Prestasi di ISCOHI memberikan perspektif baru baginya dalam memaknai isu kemanusiaan di era digital. Dave meyakini bahwa pesatnya pertumbuhan teknologi membuat dunia harus selalu diimbangi oleh ilmu humaniora agar manusia tidak kehilangan arah.
“Sesungguhnya teknologi dibuat untuk manusia, bukan manusia untuk teknologi,” tegasnya.
Dave turut menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh mahasiswa Ubaya agar tidak ragu terjun ke kancah konferensi internasional.
“Saya mengajak seluruh mahasiswa Ubaya untuk berani melakukan riset dan menulis paper. Paper adalah cara kita menancapkan kontribusi bagi dunia akademisi, dan akan terus ada sebagai bukti nyata bahwa kita pernah berkontribusi,” ungkap Dave (dt30).