Reportase Warta Ubaya
Kolaborasi lintas disiplin ilmu terbukti menjadi kekuatan untuk melahirkan inovasi yang komprehensif. Hal ini dibuktikan oleh tim mahasiswa yang terdiri dari gabungan dari Fakultas Teknobiologi dan Fakultas Bisnis dan Ekonomika yang berhasil memborong prestasi gemilang dalam ajang Mandalika Essay Competition 8 di Lombok pada 16 Mei 2026.
Tim inovasi ini terdiri dari Josephine Aprilia dan Edwin Tirtana (Fakultas Teknobiologi, Program Kekhususan Bionutrisi dan Inovasi Pangan), Sabina Ananda Verani Putri dan Jovianne Vevina (Fakultas Teknobiologi, Program Studi Biologi), serta Felicia Tiffany (Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Program Studi Akuntansi). Perpaduan latar belakang ilmu mereka mengantarkan tim untuk mendapatkan tiga prestasi sekaligus, yaitu Gold Medal Kategori Pangan, Favorite Poster Kategori Pangan, dan Juara Harapan 3 Keseluruhan Kategori.
Kemenangan tim berakar pada inovasi produk esai mereka yang bertajuk “MangoNut”, yakni sebuah healthy snack bar yang memanfaatkan limbah organik (byproduct) berupa kulit kacang tanah dan daun mangga. Ide ini berkembangmelalui riset intensif di bawah bimbingan Dr. Gabriel Tirtawijaya selaku dosen dari Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya.
“Kami berfokus mencari byproduct yang jarang dimanfaatkan, namun aman dan kaya manfaat. Kulit kacang tanah terbukti kaya antioksidan, sedangkan daun mangga memiliki khasiat antidiabetes untuk menjawab isu kesehatan saat ini,” ujar Josephine saat menceritakan proses riset.
Selain inovasi pada bahan baku dan khasiat kesehatan, tim berhasil menyabet Gold Medal Kategori Pangan berkat sentuhan analisis kelayakan bisnisnya jika diproduksi dalam skala industri.
“Kami juga ingin produk ini bisa dikembangkan dalam skala bisnis, sehingga kolaborasi anggota tim dari dua fakultas yang berbeda dinilai sebagai strategi yang tepat,” tambah Jovianne.
Meskipun berasal dari fakultas yang berbeda, proses kolaborasi daring yang disiplin tenggat waktu, dipadukan dengan pertemuan luring untuk pembuatan prototipe produk, berhasil menyatukan gagasan mereka.
“Kurang lebih proses persiapan lomba ini sekitar dua sampai tiga bulan,” jelas Edwin (dt30).