Universitas Surabaya (Ubaya) menjadi tuan rumah dalam perhelatan penghargaan Inpack Award 2025-2026, ajang kompetisi desain kemasan UMKM Indonesia yang inovatif dan ramah lingkungan. Kegiatan yang diinisiasi oleh First Packaging Asia dan Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) ini dilaksanakan di Auditorium Pascasarjana Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Ubaya pada Jumat (29/05/2026). Pada kompetisi ini, sebanyak tujuh mahasiswa Ubaya berhasil mencatatkan prestasi yang gemilang.
Amelia Margaretha Suprapto, alumnus Program Studi Desain dan Manajemen Produk Fakultas Industri Kreatif (FIK) Ubaya memenangkan juara 1 desain kemasan Kategori Mahasiswa dengan ide desainnya yang kreatif ketika masih aktif sebagai mahasiswa. Amel, sapaan akrabnya mendesain ulang kemasan kue kering yang lebih efisien dan ramah lingkungan sebagai jawaban atas keresahan para pelaku UMKM.
“UMKM itu kesulitan kalau setiap hari raya harus mengubah desain dan mencetak ulang kemasan hampers. Selain tidak efisien, toples plastik yang digunakan juga tidak ramah lingkungan. Dari situ, saya punya ide untuk menciptakan satu desain kemasan universal yang dapat digunakan untuk penjualan harian, maupun hampers musiman,” jelas Amel.
Konsep kemasan yang ia angkat terinspirasi dari permainan teka teki pencarian kata. Dengan menutup beberapa huruf dari nama varian kue kering, Amel berhasil menghadirkan tulisan yang merepresentasikan 3 hari raya yang menjadi target penjualan hampers musiman, yaitu Hari Raya Idul Fitri, Hari Natal, dan Tahun Baru Imlek.
Dalam sambutannya, Dekan FIK Ubaya, Prof. Ir. Markus Hartono, Ph.D., IPU mengapresiasi Inpack Award sebagai wadah inovasi dan kreativitas para siswa dan mahasiswa di seluruh Indonesia. Secara khusus, ia memandang kegiatan ini sebagai pintu kolaborasi yang baik di masa depan.
“Kami (FIK Ubaya) sangat senang dan membuka diri terhadap kerja sama lainnya. Kami juga sangat membutuhkan masukan, baik dari pihak industri dan pemerintahan agar FIK Ubaya dapat berprogres menjadi lebih baik,” tutur Prof. Markus.
Ketua Umum DPP PPGI, Ahmad Mughira Nurhani menyebut ajang ini menjadi tempat lahirnya gagasan segar dan inovatif dalam pengembangan kemasan guna meningkatkan daya saing produk UMKM di tingkat nasional, maupun global.
“Inpack Award menghadirkan kemasan yang tidak hanya fungsional, melainkan juga berorientasi pasar dengan melibatkan generasi muda. Ini juga menjadi bukti bahwa insan grafika dan kemasan Indonesia memiliki kreativitas, standar mutu, dan kepedulian terhadap aspek lingkungan dan konsumen,” tegasnya.
Sementara itu, Founder dari First Packaging Asia, Tuti Buntaran menitipkan pesan penyemangat bagi para peserta lomba agar senantiasa berkreasi dan berusaha.
“Tiada batas untuk berkarya. Kalau kita hanya bermimpi dan tidak diwujudkan, tidak ada artinya. Kompetisi ini menyadarkan saya bahwa mutiara-mutiara di Indonesia masih sangat banyak dalam wujud generasi muda,” sebut Ambassador dari World Packaging Organisation (WPO) itu.
Sebagai informasi, dalam kompetisi yang telah berlangsung sejak 1 Oktober 2025 hingga 31 Maret 2026 ini, terdapat 164 peserta yang terdiri dari 34 siswa SMA/SMK dan 129 mahasiswa yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia. Ketujuh pemenang dari Ubaya dalam kompetisi ini adalah:
- Amelia Margaretha Suprapto sebagai juara 1
- Jennyfer Bless sebagai juara 2
- Dharma Adhi Sutanto sebagai juara 3
- Jesslyn Felicia Go sebagai finalis ke-4
- Giovanni Handoyo sebagai finalis ke-6
- Anugrah Ridho Ananda sebagai finalis ke-9
- Joceline Nathania sebagai finalis ke-10
(tsy)