Perpustakaan Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar seminar berjudul “Accelerating Your Research Using Responsible AI: Introduction to LeapSpace” pada Senin (18/05/2026) di Ruang Serbaguna Perpustakaan Lt. 5, Kampus Ubaya Tenggilis. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Dr. Johan Jang selaku Strategic Engagement Manager Elsevier Southeast Asia.
Dalam sambutannya, Direktur Perpustakaan Ubaya, Kristina, S.Sos., M.IP. menyebut keberadaan AI (Artificial Intelligence) layaknya pedang bermata dua yang tidak dapat dipisahkan bagi peneliti. Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan sebagai mitra peneliti, tetapi juga membawa risiko terhadap kualitas penelitian yang dihasilkan.
“Dalam hal ini, kita harus memastikan bahwa penelitian kita tetap berintegritas. Kita yang harus memegang kendali penuh atas penelitian kita, bukan AI,” tegas Kristina.
Membuka materinya, Johan memaparkan data yang menyatakan bahwa peneliti saat ini menghadapi tekanan yang besar untuk menghasilkan publikasi penelitian dengan waktu riset yang sangat terbatas. Di sisi lain, kemunculan AI menawarkan kemudahan bagi para peneliti untuk melakukan akselerasi riset.
“Dalam hal ini, muncul beberapa risiko bagi institusi apabila para peneliti menggunakan perangkat AI yang tidak terverifikasi untuk penelitian, misalnya ancaman kredibilitas riset, pendanaan yang dipertaruhkan, serta keraguan terhadap keterampilan dan kepemilikan peneliti,” jelas Johan.
Sebagai solusi, Johan memperkenalkan LeapSpace, sebuah platform AI yang diprogram khusus oleh Elsevier untuk membantu para peneliti.
“Platform ini mempermudah peneliti dalam akselerasi ide menjadi dampak dengan menjaga integritas riset, transparansi, dan kepercayaan,” lanjut Johan.
Setelah sesi pemaparan berlangsung, para peserta seminar berkesempatan untuk mencoba penggunaan LeapSpace disertai tanya jawab. (tsy)