Banyak Salah Kaprah soal Vertigo, Mahasiswa FK Ubaya Ajak Warga Lebih Waspada humasubaya May 15, 2026

Banyak Salah Kaprah soal Vertigo, Mahasiswa FK Ubaya Ajak Warga Lebih Waspada

Keluhan pusing kerap dianggap sepele oleh masyarakat. Padahal, sensasi kepala berputar atau vertigo dapat menjadi tanda gangguan serius, termasuk gejala stroke pada lansia jika terlambat mendapatkan penanganan medis.

Mahasiswa FK Ubaya Turun Edukasi di CFD

Puluhan mahasiswa semester 6 Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat saat kegiatan Car Free Day di Jalan Raya Darmo, Surabaya, Minggu (10/5/2026).

Kegiatan tersebut didampingi Dosen Fakultas Kedokteran Ubaya, Valentinus Besin, yang memberikan pemahaman mengenai perbedaan nyeri kepala dan vertigo.

Menurut dr Valen, masih banyak masyarakat yang menganggap keluhan pusing identik dengan sakit kepala. Padahal dalam dunia medis, keduanya merupakan kondisi berbeda.

“Pusing sering dianggap nyeri kepala, padahal sebenarnya nyeri kepala dan pusing berputar atau vertigo itu berbeda,” ujar Valentinus kepada Tribun Jatim Network, Minggu (10/5/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian masyarakat sekaligus pembelajaran mahasiswa dalam blok Neurologi semester 6.

Lebih dari 20 mahasiswa diterjunkan langsung untuk memberikan edukasi mengenai keluhan pusing, vertigo, hingga tanda bahaya yang perlu segera ditangani tenaga medis.

Vertigo Bisa Jadi Gejala Stroke

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diajak memahami kapan vertigo maupun nyeri kepala harus segera diperiksakan ke rumah sakit.

Dokter Valen menuturkan, vertigo sering diremehkan karena dianggap gangguan ringan. Padahal pada kelompok lanjut usia, kondisi itu bisa menjadi salah satu gejala stroke.

“Khususnya para lansia harus hati-hati, karena vertigo bisa merupakan salah satu gejala stroke,” katanya.

Pihaknya mengingatkan masyarakat untuk waspada apabila nyeri kepala muncul mendadak dengan intensitas berat, disertai panas badan, perubahan pola nyeri, hingga tanda gangguan saraf seperti kejang, bicara pelo, atau kelemahan separuh tubuh.

Sementara pada vertigo, tanda bahaya yang perlu diwaspadai meliputi sensasi pusing berputar mendadak, gangguan keseimbangan, muntah hebat, penurunan pendengaran, hingga pandangan ganda dan sulit menelan.

“Kami sering melakukan edukasi terkait keluhan penyakit yang kadang disepelekan masyarakat karena ada potensi bahaya,” pungkasnya.

Kegiatan itu juga menjadi pengalaman tersendiri bagi mahasiswa yang terlibat langsung di lapangan. Salah satunya Vaness, mahasiswi FK Ubaya, yang mengaku banyak warga tertarik berkonsultasi mengenai keluhan pusing dan vertigo.

“Tantangannya memang tidak semua orang menerima brosur yang kami berikan, dan kami cari lagi. Ada juga yang sempat ngobrol, mereka tanya tentang nyeri kepala, vertigo, dan cerita keluhan pusing,” sebut Vaness.

Hal senada disampaikan Amel yang menyebut masyarakat sering kesulitan menjelaskan urutan gejala yang dirasakan.

“Ada yang cerita awalnya sakit perut dulu, katanya asam lambung, pusing, bertanya vertigo atau bukan. Untungnya kami didampingi dokter Valen, sehingga tadi edukasinya bahwa vertigo dapat disertai gejala mual. Kadang orang memiliki gejala yang bingung mendeskripsikan dan mengurutkan gejalanya. Respon setiap orang berbeda jadi seru,” tutup Amel.

Sumber Berita: Surya.co.id