73 orang mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (FF Ubaya) mengikuti acara Sumpah Apoteker Periode LXXIV Angkatan LXIX. Kegiatan digelar pada Sabtu (09/05/2026) di Grand Ballroom Novotel Samator Surabaya.
Dalam sambutannya, perwakilan apoteker baru, apt. Elvina Margaretha, S.Farm. mengenang usaha yang dilalui bersama dengan rekan mahasiswa Prodi Apoteker seperjuangannya.
“Dari semua pengalaman ini, kita belajar bahwa profesi apoteker bukan sekadar ilmu, melainkan juga pengabdian yang membutuhkan hati, integritas, dan tanggung jawab besar kepada masyarakat. Tiada pencapaian tanpa bimbingan dan tiada kesuksesan tanpa doa yang dipanjatkan,” tutur Komandan Tingkat (Komting) Apoteker Periode LXXIV itu.
Dalam penutupan kegiatan, Dekan Fakultas Farmasi Ubaya Prof. Dr. apt. Antonius Adji Prayitno Setiadi menyampaikan pesan dengan materi berjudul “Menyongsong AI dalam Pelayanan Kefarmasian”. Ia menegaskan bahwa keberadaan AI tidak dapat dipisahkan dari masa depan perawatan kesehatan.
“Dengan AI, healthcare bergerak dari basis volume ke basis jumlah, adanya kemajuan gaya hidup kesehatan dan alat kesehatan digital, serta memberikan manfaat dalam deteksi dini, personalisasi terapi, serta efisiensi layanan,” urai Prof. Adji.
Sementara itu, Prof. Dr.rer.nat. Maria Goretti Marianti Purwanto selaku Wakil Rektor I Ubaya menekankan pentingnya peran hati dan pikiran yang membedakan para apoteker dengan kecanggihan AI yang terus berkembang. Menurut Prof. Maria, keberadaan AI dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk menjadi pribadi yang lebih produktif, kritis, inovatif, dan bertanggung jawab.
“Oleh sebab itu, milikilah hati seorang apoteker yang betul-betul baik dalam membantu dan mengabdi kepada sesama. Di situlah sebenarnya nilai dan peran kita dalam berkarya di masyarakat,” pungkasnya. (tsy)