Solidaritas Tim Fakultas Teknik Ubaya Raih Juara 1 di Liga Bridge Jatim 2026 Seri 3 humasubaya May 10, 2026

Solidaritas Tim Fakultas Teknik Ubaya Raih Juara 1 di Liga Bridge Jatim 2026 Seri 3

Reportase Warta Ubaya

 

Gelaran kegiatan Liga Bridge Pasangan Jatim 2026 Seri 3 yang diadakan oleh GASBI Jawa Timur diikuti oleh kalangan atlet muda, mahasiswa, serta kelompok umum di berbagai kabupaten/kota se-Jawa Timur pada tanggal 10 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Sahabat, Kota Surabaya. Pasangan tim Rachel Abiyu Setiawan asal Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik Ubaya angkatan 2024 dan Jonathan Wahyu Christia Nanta dari Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Ubaya angkatan 2025 sukses meraih prestasi Juara 1 Kategori Yunior Liga Bridge Jatim 2026 Seri 3. Persiapan perlombaan yang terbilang singkat menjadi kisah menarik untuk dibagikan. 

 

Rachel memaparkan, meskipun dengan kesibukan perkuliahan, Ia mampu membagi waktunya lebih mudah karena cenderung tidak ada kelas malam. Sehingga, dapat digunakan untuk berlatih bridge. Di sisi lain, Jonathan juga memiliki cara tersendiri khususnya perihal manajemen tugas. 

“Aku memprioritaskan mengerjakan tugas kuliah terlebih dahulu dengan cara mencatat deadline satu-persatu. Supaya saat persiapan lomba, sudah tidak ada lagi yang perlu diselesaikan,” ungkap Jonathan. 

 

Beberapa persiapan mengikuti Liga Bridge Pasangan Jatim 2026 telah keduanya lakukan. Mulai dari tergabung dalam UKM Bridge Ubaya dengan total latihan offline satu kali dan online dua kali seminggu. Proses ini tidak terlepas oleh bimbingan coach yang difasilitasi universitas. 

 

Bertanding secara berpasangan tentu membutuhkan kemistri. Menariknya, Rachel dan Jonathan telah mengenal satu sama lain sejak SMA dan pernah bertemu sebelumnya di perlombaan bridge. “Aku tipe orang yang gampang menyatukan kecocokan dengan orang lain, begitu juga bersama Jonathan,” ungkap Rachel. Intensitas pertemuan yang tinggi perlahan membangun rasa solidaritas keduanya meski terdapat tantangan besar yang dihadapi selama prosesnya. 

“Menurutku, karena padatnya perkuliahan, waktu latihan seminggu tiga kali masih terasa kurang, sehingga cara kami mengatasinya adalah dengan mempergunakan momen secara optimal serta fokus terhadap materi,” ungkap Rachel.  Jonathan menambahkan bahwa Ia merasa minim berkonsentrasi dan terkadang lalai. Solusi baginya adalah rajin latihan. 

 

Rachel dan Jonathan harus mengatasi tantangan yang berasal dari hobi keduanya sembari terus bertanggung jawab untuk mencetak prestasi. Mereka memiliki target serupa, yaitu dapat lolos seleksi timnas U21 mewakili Indonesia di China dalam cabang kompetisi bridge. “Melalui kejuaraan ini, aku merasa percaya diri, kalaupun kedepannya dipasangkan kembali dengan Kak Rachel,” ungkap Jonathan. Sebagai penutup, Rachel turut merasa senang apabila bertanding sebagai tim bersama Jonathan. (Il)