Kongres Mahasiswa Ke-XXVII Universitas Surabaya Sebagai Momentum Reformasi Tata Kelola Ormawa humasubaya January 3, 2026

Kongres Mahasiswa Ke-XXVII Universitas Surabaya Sebagai Momentum Reformasi Tata Kelola Ormawa

Reportase Warta Ubaya

Menata kehidupan organisasi mahasiswa di masa mendatang yang lebih baik dimulai dengan kegiatan yang menghimpun suara mahasiswa. Salah satunya melalui momentum Kongres Mahasiswa ke-XXVII Universitas Surabaya (Ubaya). Majelis Perwakilan Mahasiswa Universitas Surabaya (MPM Ubaya) menyelenggarakan kegiatan untuk membahas anggaran dasar organisasi-organisasi kemahasiswaan di lingkungan Ubaya selama dua hari berturut-turut, yakni pada tanggal 5-6 Desember 2025. Pada momen ini, perwakilan dari seluruh jajaran organisasi kemahasiswaan, mulai dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Universitas Surabaya diundang untuk terlibat.

 

Muhammad Nor Yahya sebagai ketua pelaksana kongres, aktif dalam memandu jalannya diskusi dari awal hingga akhir acara ini. Ia menyebut, Kongres Mahasiswa XXVII UBAYA menjadi langkah penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyelenggaraan kegiatan ormawa.  “Kongres ini diharapkan dapat mendorong perbaikan mekanisme Pemilihan Raya Mahasiswa (PEMIRA), tata kelola organisasi, serta pelaksanaan anggaran dasar agar lebih efektif kedepannya,” ujar Muhammad. Ia juga menegaskan bahwa hasil dan catatan dari kongres tahun ini dapat menjadi pijakan bagi penyelenggaraan kongres selanjutnya, sehingga kehidupan organisasi mahasiswa di Universitas Surabaya dapat berjalan lebih tertib, matang, dan berkelanjutan.

 

Pertemuan pertama, yakni pra-kongres dilaksanakan secara online lewat zoom meeting. Sidang Kongres menetapkan total sembilan isu yang akan lanjut dibahas pada pertemuan lanjutan. Pertemuan kedua, yakni acara utama Kongres Mahasiswa berlangsung secara offline di Gedung Serbaguna Fakultas Kedokteran Ubaya. Diskusi aktif yang melibatkan seluruh jajaran organisasi kemahasiswaan berhasil menetapkan beberapa solusi dari sembilan bahasan isu yang telah ditetapkan pada pra-kongres,yang berdampak pada perubahan anggaran dasar yang lebih sesuai untuk kebutuhan seluruh ormawa mulai tahun ini (dt30)