Universitas Surabaya (Ubaya) mengirimkan bantuan tahap pertama bagi korban bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (26/8/2026). Tiga lokasi penerima bantuan meliputi Kabupaten Nagakeo sebagai titik pusat gempa, Desa Golo Dukal di Kecamatan Langke Rembong, dan Dusun Ndilek di desa Wejang Mawe, Kecamatan Lamba Leda. Ratusan paket bantuan yang disalurkan terdiri dari terpal tenda darurat, makanan dan minuman instan, peralatan mandi, peralatan tidur, sembako, kebutuhan anak dan wanita, serta obat-obatan.
Bantuan ini merupakan hasil dari pengumpulan donasi melalui platform SatuJiwa yang bekerja sama dengan Ikatan Alumni Universitas Surabaya (IKA Ubaya). Pengumpulan donasi dilakukan sejak 17 Agustus hingga 31 Oktober 2026. Rektor Ubaya, Dr. Benny Lianto menyebut penggalangan donasi dan penyaluran bantuan ini merupakan perwujudan salah satu nilai budaya, yaitu caring community.
“Kepedulian terhadap sesama manusia merupakan nilai yang selalu ditanamkan di Ubaya. Melalui platform SatuJiwa, seluruh keluarga besar Ubaya, baik dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga alumni terpanggil untuk membantu saudara-saudari kita yang terdampak bencana gempa di NTT,” ungkapnya.
Tidak hanya penggalangan bantuan, Tim SatuJiwa yang melibatkan seluruh civitas academica dan Ikatan Alumni Ubaya turut mengkoordinir distribusi bantuan hingga menjangkau korban terdampak bencana. Setelah penyaluran bantuan tahap pertama terlaksana, bantuan tahap kedua yang dijadwalkan menyusul, yakni penanganan kondisi psikososial dan kesehatan korban pascabencana. Kegiatan ini melibatkan tim pendampingan yang berkolaborasi dengan berbagai fakultas di Ubaya, tenaga medis dari RS Ubaya, serta alumni Ubaya.
“Selain itu, hingga hari ini Ubaya secara aktif melakukan pemetaan kebutuhan mahasiswa Ubaya yang berasal dari Provinsi NTT yang terdampak bencana gempa bumi. Harapannya, apa yang kami lakukan bisa berguna dan membantu para korban,” pungkas Benny. (el/tsy)