Pusat Studi Lingkungan dan Energi Terbarukan Universitas Surabaya (PuSLET Ubaya) menggelar pelatihan instalasi dan keamanan sistem sel surya pada Kamis (21/05/2026) di Ruang PuSLET, Kampus Ubaya Tenggilis. Kegiatan yang berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya ini diikuti oleh 40 peserta dari 10 RW di Kota Surabaya yang akan mengikuti seleksi Program Kampung Iklim (ProKlim) tingkat nasional.
Ketua PuSLET Ubaya, Dr. Yunus Fransiscus menyebut kegiatan ini merupakan wujud kontribusi PuSLET Ubaya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara nyata, khususnya dalam aspek lingkungan dan pemanfaatan energi. “Kami sangat berbahagia dapat terlibat di persiapan Kota Surabaya dalam menyongsong Program ProKlim 2026. Semoga apa yang kami lakukan hari ini ini dapat mendukung serta memberikan catatan baik bagi sepuluh RW dalam menghadapi ProKlim 2026,” ungkapnya.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Wasis Sutikno mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan baik dengan PuSLET Ubaya. Ia menegaskan potensi energi surya yang sangat tinggi di Indonesia kiranya dimanfaatkan dengan benar, sehingga mampu menunjang kehidupan manusia ke arah yang lebih baik.
“Kegiatan ini hendaknya menjadi pancingan bagi masyarakat secara lebih luas agar peduli terhadap penggunaan energi yang lebih bersih. Harapannya, instansi dan organisasi lain juga mengikuti jejak Ubaya untuk berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kehidupan yang lebih bersih, asri, dan ramah lingkungan. Dengan demikian, Surabaya dapat menjadi contoh yang baik bagi kota lain di Indonesia,” tutur Wasis.
Prof. Elieser Tarigan, Ph.D. selaku project leader sekaligus pemateri dalam kegiatan ini membuka paparannya dengan memperkenalkan tenaga surya sebagai salah satu energi alternatif yang lebih bersih dan melimpah dibandingkan sumber energi konvensional. “Dalam hal ini PuSLET memiliki misi yang sejalan dengan DLH yaitu melakukan sosialisasi terkait energi terbarukan yang salah satunya adalah tenaga surya. Untuk memanfaatkannya,
hari ini kita akan belajar instalasi sistem sel surya. Namun, perlu diingat bahwa sistem PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) tetap memiliki risiko, sehingga para peserta juga akan dibekali dengan keterampilan safety,” jelas Prof. Elieser.
Setelah pemberian materi dan sesi tanya jawab, para peserta melaksanakan praktik instalasi sistem sel surya secara langsung dengan pendampingan praktisi dari PuSLET. Setelahnya, para peserta menerima satu set perangkat sistem sel surya berkapasitas 160 watt yang dihibahkan oleh Lloyd’s Register Foundation, sebuah institusi nirlaba dari Inggris yang berfokus dalam mendukung riset, inovasi, dan pendidikan. Perangkat tersebut akan diinstalasi dan dimanfaatkan di sepuluh RW asal peserta dengan pendampingan penuh dan berkelanjutan dari PuSLET Ubaya. (tsy)