Dukung Pemulihan Pasien Atrofi, Mahasiswa Ubaya Integrasikan AI dengan Alat Terapi Otot humasubaya May 6, 2026

Dukung Pemulihan Pasien Atrofi, Mahasiswa Ubaya Integrasikan AI dengan Alat Terapi Otot

Reportase Warta Ubaya

Johana Ongko, mahasiswi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Surabaya (FT Ubaya) menciptakan sebuah inovasi alat terapi otot organ gerak bawah (lower limb) yang cerdas bernama Functional Electrical Stimulation . Ide ini dilatarbelakangi oleh masalah kesehatan, seperti stroke dan spinal cord injury (SCI) yang seringkali meninggalkan dampak panjang bagi penderitanya. Salah satu dampak tersebut adalah atrofi atau pelemahan massa otot akibat kurangnya mobilitas.

 

Berangkat dari keprihatinan terhadap pasien yang sulit pulih karena otot yang tidak lagi kuat, alat ini bekerja dengan memberikan stimulasi listrik pada saraf motorik untuk menghasilkan kontraksi otot secara terkontrol. Kebaruan utama yang ditawarkan Johana terletak pada sistem kontrol perangkat. Berbeda dengan alat terapi konvensional yang memberikan stimulasi secara statis, Johana menyematkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang dilatih menggunakan model reinforcement learning. Teknologi ini memungkinkan alat untuk memberikan stimulasi yang adaptif agar tidak berlebihan dan sesuai dengan kebutuhan unik setiap pasien.

 

“Tujuannya agar otot tetap berkontraksi selama masa rehabilitasi, sehingga mendukung proses pemulihan pasien,” jelas mahasiswi peminatan Biomedical Engineering ini. Ia menambahkan bahwa kontrol AI sangat krusial untuk memastikan stimulasi diberikan secara presisi dan aman bagi jaringan tubuh.

 

Meski saat ini pengembangan sistem AI-nya masih berbasis pada satu subjek uji coba, Johana memiliki visi besar untuk masa depan risetnya. Ia berharap dapat menambah lebih banyak data subjek agar alat terapi ini bisa mencakup profil pasien yang lebih luas (dt30).