Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar seminar dengan menghadirkan narasumber Prof. Rhenald Kasali, Ph.D. pada Jumat (27/02/2026). Bertempat di Ruang Serbaguna Perpustakaan Lantai 5, Kampus Ubaya Tenggilis, seminar mengangkat tema “Momen Kritis Perguruan Tinggi: Mengambil Alih Perubahan atau Terbawa Arusnya?”.
Rektor Ubaya, Dr. Ir. Benny Lianto memaparkan berbagai tantangan yang harus dihadapi oleh perguruan tinggi dewasa ini. Misalnya, kemunculan kecerdasan buatan, perlambatan demografi, perubahan politik dunia, serta perubahan ekspektasi peserta didik.
“Semua itu memberikan dampak yang cukup signifikan dalam mengelola perguruan tinggi ke depan. Kita harus memilih dan mempersiapkan diri untuk menjadi promotor dari perubahan yang terjadi. Semoga masukan dan pemikiran Prof. Rhenald Kasali bisa menjadi pembelajaran yang sangat berarti bagi kita semua,” tutur Benny.
Prof. Rhenald menekankan, di zaman dengan perubahan yang begitu cepat, perguruan tinggi harus berbenah dan menyesuaikan diri.
“Perguruan tinggi tidak runtuh karena perubahan. Perguruan tinggi runtuh karena merasa aman terlalu lama,” tegas Prof. Rhenald.
Ia mengistilahkan dinamika dan tantangan yang dihadapi perguruan tinggi sebagai ‘dunia baru’. Beberapa tantangan tersebut antara lain pengetahuan yang tidak lagi langka, gelar yang bukan menjadi satu-satunya legitimasi, industri yang bergerak lebih cepat dari kurikulum pembelajaran, prioritas keterampilan melampaui gelar, aksesibilitas pelatihan yang mudah, keberadaan kecerdasan buatan, dan sebagainya.
“Oleh sebab itu, perguruan tinggi harus mengambil alih perubahan dengan menciptakan visi jangka panjang, merancang kurikulum yang adaptif, melakukan riset strategis yang mendalam, serta memosisikan mahasiswa sebagai agen co-creator,” papar Prof. Rhenald. (tsy)