10 Guru Besar Baru Dikukuhkan, Perkuat Ekosistem Riset dan Inovasi Ubaya humasubaya March 3, 2026

10 Guru Besar Baru Dikukuhkan, Perkuat Ekosistem Riset dan Inovasi Ubaya

Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar pengukuhan terhadap 10 guru besar baru. Orasi ilmiah sekaligus rapat terbuka senat dihelat pada Selasa (03/03/2026) di Lantai 5 Gedung Perpustakaan, Kampus Ubaya Tenggilis. Adapun kesepuluh guru besar tersebut adalah:

    1. Prof. Dr. Go Lisanawati, S.H., M.Hum. dari Fakultas Hukum yang dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Hukum Anti Pencucian Uang Dan Pendanaan Terorisme
      Judul orasi ilmiah: “Kolaborasi Hukum Pembawaan Uang Tunai dan Pengaturan Pembatasan Transaksi Tunai (Uang Kartal) dalam Rangka Penguatan Rezim Anti Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme”
      Tautan orasi ilmiah: https://ubaya.id/OrasiProfGo
    2. Prof. Dr. apt. Oeke Yunita, S.Si., M.Si. dari Fakultas Farmasi yang dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Karakterisasi Herbal
      Judul orasi ilmiah: “EVOLUSI PENDEKATAN KARAKTERISASI HERBAL BERBASIS SAINS: dari Teknologi Omik menuju Artificial Intelligence”
      Tautan orasi ilmiah: https://ubaya.id/OrasiProfOeke
    3. Prof. Dr. apt. Amelia Lorensia, S.Farm., M.Farm-Klin dari Fakultas Farmasi yang dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Farmasi Klinis Komunitas Penyakit Pernafasan
      Judul orasi ilmiah: “Peluang Uji Klinis Terapi Asma Baru: Membuka Jalan Menuju Perawatan yang Lebih Efektif dan Personalisasi”
      Tautan orasi ilmiah: https://ubaya.id/OrasiProfAmelia
    4. Prof. Dr. apt. Rika Yulia, S.Si., SpFRS. dari Fakultas Farmasi yang dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Biomedis Klinis
      Judul orasi ilmiah: “Dari Terapi Andalan Menjadi Ancaman: Dominasi Antibiotik dan Resistensi dalam Biomedis Klinis”
      Tautan orasi ilmiah: https://ubaya.id/OrasiProfRika
    5. Prof. apt. Kartini, S.Si., M.Si., Ph.D. dari Fakultas Farmasi yang dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Teknologi Fitofarmasi
      Judul orasi ilmiah: “Chemical Marker sebagai Pilar Standardisasi Pengembangan Fitofarmaka Indonesia”
      Tautan orasi ilmiah: https://ubaya.id/OrasiProfKartini
    6. Prof. Dr. Felizia Arni Rudiawarni, S.E., M.Ak. dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika yang dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Market-based Accounting Research
      Judul orasi ilmiah: “The RISE of Invisible Wealth: The Bittersweet Reality of R&D and Intangible Assets”
      Tautan orasi ilmiah: https://ubaya.id/OrasiProfFelizia
    7. Prof. Dr. Joko Siswantoro, S.Si., M.Si., HCIA-AI., CADS. dari Fakultas Teknik yang dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Pembelajaran Mesin
      Judul orasi ilmiah: “Dari Perilaku Serigala ke Kecerdasan Mesin: Peran Grey Wolf Optimizer dalam Pembelajaran Mesin Modern”
      Tautan orasi ilmiah: https://ubaya.id/OrasiProfJoko
    8. Prof. Lisana, S.Kom., M.Inf.Tech., Ph.D. dari Fakultas Teknik yang dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Technology Adoption in Education
      Judul orasi ilmiah: “Generative Artificial Intelligence dalam Pendidikan Tinggi: Peluang, Tantangan, dan Strategi Menuju Intelligent University”
      Tautan orasi ilmiah: https://ubaya.id/OrasiProfLisana
    9. Prof. Dr.rer.nat. Sulistyo Emantoko Dwi Putra, S.Si., M.Si. dari Fakultas Teknobiologi yang dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Bioteknologi
      Judul orasi ilmiah: “MEMBACA RESIKO SEBELUM SAKIT: Metilasi DNA sebagai Biomarker Prediktif”
      Tautan orasi ilmiah: https://ubaya.id/OrasiProfEmantoko
    10. Prof. Dr. Werner R. Murhadi, S.E., M.M., CSA., CIB., CRP. dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika yang dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Manajemen Keuangan dan Investasi
      Judul orasi ilmiah: “Pengelolaan Keuangan dan Investasi untuk Keberlanjutan Perguruan Tinggi”
      Tautan orasi ilmiah: https://ubaya.id/OrasiProfWerner

    Rektor Ubaya, Dr. Ir. Benny Lianto menyebut kesepuluh guru besar baru ini merupakan hadiah istimewa bagi Ubaya yang akan berulang tahun ke-58 pada 11 Maret 2026 mendatang. Selain itu, pengangkatan guru besar ini bukan sekadar pencapaian akademik individual, melainkan wujud integritas intelektual dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Peristiwa ini turut menjadi bagian penting dari penguatan ekosistem riset dan inovasi di Ubaya.

    “Dengan semakin banyaknya guru besar, kapasitas kepemimpinan ilmiah, kolaborasi riset, serta hilirisasi inovasi akan semakin kuat. Kami berharap kehadiran mereka mendorong lahirnya penelitian unggul, kolaborasi industri yang lebih luas, serta solusi inovatif yang berdampak bagi bangsa,” papar Benny.

    Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M. berharap agar para profesor yang dikukuhkan dapat memenuhi tugas dan tanggung jawab sebagai agen perubahan, memiliki nilai tambah, serta mampu berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

    “Nilai multikultur yang dimiliki Ubaya harus menjadi komitmen dan diterapkan dengan konsisten sebagai kearifan yang menjadi sumber kekuatan. Kami juga menyampaikan peningkatan daya saing untuk riset dan Tri Dharma Perguruan Tinggi, agar tidak hanya unggul dalam penelitian, namun juga dalam pendidikan dan pengabdian masyarakat. Dengan demikian, kita benar-benar mengedepankan mutu untuk menciptakan SDM unggul Indonesia emas,” tuturnya.

    Dengan bertambahnya 10 guru besar, maka total profesor yang aktif mengajar di Ubaya genap berjumlah 36 orang. (tsy)