Reportase Warta Ubaya
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya). Anastasia Christabel Sekar Larasati, mahasiswi Program Studi Desain dan Manajemen Produk (DMP) Fakultas Industri Kreatif (FIK) angkatan 2022 berhasil meraih penghargaan Presenter Terbaik dalam ajang National Student Conference. Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis (22/01/2026) di Fakultas Farmasi Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS), Semarang, Jawa Tengah.
National Student Conference UNWAHAS merupakan konferensi mahasiswa berskala nasional yang menjadi bagian dari rangkaian program hibah ECoGREEN Erasmus dengan mengusung tema sustainability. Konferensi ini menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mempresentasikan gagasan, riset, serta inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Dalam konferensi tersebut, Sekar mempresentasikan karya bertema perancangan produk berkelanjutan dengan memanfaatkan limbah serbuk kayu yang dikombinasikan dengan perekat berbahan agar-agar. Melalui eksplorasi material ini, Sekar menghasilkan sejumlah produk home decor, seperti jam, cork, dan vas dekorasi meja yang tidak hanya memiliki nilai estetis, tetapi juga ramah lingkungan.
Sekar menjelaskan bahwa gagasan tersebut berangkat dari pengalaman magangnya pada semester lima. “Aku melihat limbah serbuk kayu hanya menumpuk dan mengotori area kerja. Dari situ, muncul keinginan untuk mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih berguna,” ungkapnya.
Proses seleksi dalam National Student Conference UNWAHAS dilakukan secara bertahap. Peserta dibagi ke dalam tiga ruang presentasi, terdiri atas dua ruang berbahasa Indonesia dan satu ruang berbahasa Inggris. Dari masing-masing ruang berbahasa Indonesia, dipilih satu presenter terbaik untuk kembali mempresentasikan karyanya di hadapan dewan juri serta menjawab pertanyaan lanjutan. Dari tahap inilah, ditentukan juara pertama dan kedua yang diumumkan pada akhir acara.
Sekar mengakui bahwa tantangan terbesar justru ia rasakan saat hari pelaksanaan. “Aku sempat merasa minder/tidak percaya diri ketika menunggu giliran presentasi karena peserta dari universitas lain tampil sangat rapi dan terstruktur, sementara persiapanku hanya sekitar satu minggu sebelum lomba,” ujarnya. Meski demikian, Sekar tetap berusaha menyampaikan gagasannya dengan maksimal.
Menurut Sekar, keberhasilannya meraih penghargaan Presenter Terbaik kemungkinan besar dipengaruhi oleh keselarasan topik dengan tema sustainability yang diangkat dalam konferensi tersebut. Ia juga menekankan peran penting dosen pembimbing, Pak Annas dan Pak Guguh, yang terus memberikan arahan dan dukungan. “Pak Annas yang menyarankan aku untuk ikut lomba ini. Awalnya sempat ragu karena waktu pengumpulan yang mepet, tetapi beliau meyakinkan untuk mencoba,” tuturnya.
Ke depannya, Sekar memandang pencapaian ini sebagai titik awal pengembangan riset dan praktik desain produk berkelanjutan yang tengah ia tekuni. Ia berencana melanjutkan eksplorasi material ramah lingkungan serta mengembangkan produk home decor yang tidak hanya berkelanjutan secara material, tetapi juga relevan dan mudah diterima dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai penutup, Sekar berpesan kepada mahasiswa Universitas Surabaya agar tidak ragu untuk mencoba dan berproses. “Kalau punya ide yang bisa berdampak bagi lingkungan atau
orang lain, coba saja diikutkan ke forum ilmiah, baik nasional maupun internasional. Yang terpenting adalah kemauan untuk mencoba dan berkontribusi, bukan soal menang atau kalah,” pesannya. (av)