Reportase Warta Ubaya
Pusat Unggulan IPTEK Universitas Surabaya yang bergerak di bidang Produk Pangan & Suplemen Kesehatan Untuk Kondisi Degeneratif (PUI Pasdeg) Universitas Surabaya menerima kunjungan reviewer dari Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI) dalam rangka monitoring dan evaluasi. Kunjungan berlokasi di Ruang Serbaguna BA, Lantai 6, Gedung Fakultas Teknobiologi Ubaya, pada Jumat (28/11/2025). Kegiatan digelar dengan tujuan melakukan monitoring dan penyampaian program kerja yang telah dilakukan pada tahun 2025 oleh PUI Pasdeg UBAYA sebagai keberlanjutan riset yang menghasilkan berbagai produk berkualitas.
Pemaparan laporan perkembangan PUI Pasdeg disampaikan oleh Prof. apt. Tjie Kok, Ph.D. selaku Ketua PUI PASDEG UBAYA. Ia menggaungkan visi yang dimiliki oleh PUI Pasdeg UBAYA sebagai motor penggerak. Salah satunya dalam melakukan riset berbasis produk di bidang pangan dan suplemen kesehatan pada kondisi degeneratif. “Program kerja yang telah dilakukan pada tahun 2025 diantaranya yaitu PUI Pasdeg UBAYA telah melakukan evaluasi dan perkembangan terhadap bahan maupun formula riset, produksi, maupun hilirisasi, kemudian pengembangan manajemen pusat hubungan dan fasilitasi juga dilakukan melalui Ubaya, serta pemeliharaan website, sosial media dan layanan yang dapat diakses pada LPPM PUI Pasdeg UBAYA, serta adanya pengujian pra-klinis dan klinis terbatas,” jelas Prof. Tjie Kok.
Dukungan Ubaya dalam mendorong dosen dan peneliti pada fokus riset telah diimplementasikan dengan memberikan alokasi dana dan pembangunan LIFE (Life Science Integrated Fascillities) yang berlokasi di Lantai 5, Gedung Fakultas Teknobiologi Ubaya. Selain itu, PUI Pasdeg UBAYA juga turut menunjukkan peranannya dalam mendukung perkembangan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa S3. Tidak sekadar berdampak secara internal, melainkan PUI Pasdeg UBAYA melebarkan sayapnya pada kancah nasional dan internasional melalui pameran tingkat nasional, penyelenggaraan konferensi internasional yang melibatkan berbagai kunjungan dari luar maupun dalam negeri. Salah satunya datang dari University of Groningen, dan Tim Wageningen University and Research. Penyelenggaraan workshop dan pelatihan serta edukasi pangan nasional dan suplemen kesehatan pada masyarakat maupun pengadaan expo juga rampung diselenggarakan.
“Jadi, untuk mencapai visi To Be The First University In Heart and Mind, menempatkan riset dan inovasi sebagai strategis utama adalah isu yang dimiliki,” gagas Dr. Benny Lianto selaku Rektor Ubaya yang memberikan sambutan secara resmi dibukanya kegiatan monitoring dan evaluasi. Ia menyampaikan bahwa sejak tahun 2019, Ubaya benar-benar mempersiapkan segala hal, seperti SDM, sistem tata kelola dan lain sebagainya, Maka dukungan Universitas perihal riset tentu wajar terutama dalam menjalankan kewajiban Tri Dharma seorang pengajar. “Namun kita berharap bahwa Ubaya tidak hanya mengejar kuantitas, melainkan riset-riset yang berkualitas,” ungkapnya.
Kegiatan monitoring berlangsung menarik dengan tukar pendapat dan diskusi panjang yang harapannya dapat meningkatkan kredibilitas dan kualitas PUI Pasdeg UBAYA. Acara kemudian diakhiri dengan tur singkat mengunjungi kantor PUI Pasdeg UBAYA dan laboratorium LIFE (Life Science Integrated Fascillities) yang berlokasi di Lantai 5, Gedung Fakultas Teknobiologi Ubaya bersama tim monitoring Kemdiktisaintek RI. (Ilona)