Kasus perundungan dan pelecehan seksual pada anak dibawah umur yang marak terjadi menjadi perhatian khusus pemerintah Jawa Timur. Untuk itu, DPRD Jawa Timur berkolaborasi dengan satuan tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (P3KS) “We Care” Universitas Surabaya mengadakan sarasehan yang mengundang guru-guru sekolah mulai dari PAUD hingga SMA/SMK. Kegiatan diadakan pada Senin (15/7/2024) di Hotel Mercure Surabaya.
Narasumber pada acara kali ini yaitu Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Suhartono, M.Pd., Wakil Rektor III Ubaya , Prof. Dr. Apt. Christina Avanti, serta Dosen Psikologi Ubaya Dr. N.K. Endah Triwijati, Psikolog.
Wakil Rektor III Ubaya, Prof. Dr. Apt. Christina Avanti, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Ubaya sebagai koordinator satgas P3KS di wilayah Jatim dalam memberikan insight kepada orang-orang yang bekerja di dunia pendidikan. “Harapannya para guru di sekolah dapat menerapkan SOP pencegahan serta penanganan perundungan dan kekerasan seksual sejak masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS),” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur Dr. Freddy Poernomo, S.H., M.H. menyebut sarasehan seperti ini menjadi agenda penting di jajaran pemerintahan sebagai bagian dari mendengarkan rakyat. “Oleh karena itu kita terus melakukan penyuluhan dan antisipasi. Jangan sampai permasalahan ini berkelanjutan. Terima kasih Ubaya yang sudah menggagas sarasehan. Semoga nanti berkelanjutan. Mari kita jaga almamater dunia pendidikan, kita jaga Jawa Timur,” ungkap lulusan S1 Fakultas Hukum Ubaya itu.
Setelah pemaparan materi, Salah satu peserta, Bu Pri, bertanya “Bagaimana prosedur untuk meminta bantuan ke satgas P3KS Ubaya apabila ada kasus perundungan atau pelecehan seksual?”. Christina menjawab masyarakat umum dapat menghubungi ke email wecare@unit.ubaya.ac.id. (el)