Dorong Spirit Wirausaha dan Inovasi Mahasiswa hayuning January 1, 2021

Dorong Spirit Wirausaha dan Inovasi Mahasiswa

Kampus merupakan rumah kedua bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kualitas dan kompetensi diri. Fungsi strategis perguruan tinggi dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul itu diterjemahkan Universitas Surabaya (Ubaya) melalui beberapa program. Di antaranya, Entrepreneurship Advisory Board (EAB) yang diresmikan pada Kamis (17/12)
EAB merupakan wadah untuk menjalin kolaborasi dan sinergi antara Ubaya dengan dunia bisnis dan industri. Forum tersebut diinisiasi oleh Ubaya InnovAction Hub (UIH) demi mengembangkan spirit kewirausahaan dan inovasi mahasiswa Ubaya. Hal itu sekaligus sebagai persiapan Ubaya sebagai research and innovation university.
Sebanyak 24 orang dari perusahaan atau organisasi ternama di Jawa Timur turut bergabung dalam EAB. ‘EAB akan terlibat langsung dalam proses belajar mengajar,’ kata Direktur UIH, Prof Drs ec Sujoko Efferin MCom(Hons) MA PhD.Konkretnya, para pengusaha yang tergabung dalam EAB dapat memberikan kuliah umum, seminar, mentoring, serta coaching bagi dosen maupun mahasiswa terkait pengembangan kewirausahaan dan inovasi. Bahkan mereka berpotensi menjadi angel investor.
Dijelaskan Sujoko, salah satu event UIH adalah CreoFesta, yakni pameran karya inovasi produk mahasiswa lintas jurusan. Dalam setiap pameran lahir banyak produk baru dan para pengusaha rintisan. ‘Pandemi boleh terjadi, tapi semangat optimisme pemulihan ekonomi harus tetap terjaga,’ ujarnya.
Kerja Sama dengan Tiga Asosiasi
Pada kesempatan yang sama, Rektor Ubaya Benny Lianto juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan tiga asosiasi. Yakni, CEO Indonesia Chapter JawaTimur, Asosiasi Lisensi Indonesia (Asensi), dan JCI East Java.
Ubaya bersama CEO Indonesia Chapter Jawa Timur meluncurkan program CEO Mengajar yang tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa dari mata kuliah kewirausahaan dan inovasi, tetapi bisa diikuti oleh seluruh mahasiswa dari lintas mata kuliah maupun program studi di Ubaya. Hal tersebut untuk mendukung persiapan Ubaya sebagai research and innovation university.
Diharapkan, kerja sama yang dilakukan Ubaya dapat membantu Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan memberikan permodalan bagi karya atau ide-ide kreatif bagi mahasiswa, dosen, serta mitra binaan UIH yang bisa dikembangkan ke ranah komersial. Menurut Benny, partnership wajib dilakukan antar-perguruan tinggi dan praktisi untuk mengoptimalkan pembelajaran.
‘Dalam rangka menjalankan merdeka belajar di kampus merdeka, kami ingin pengembangan mahasiswa bisa melibatkan banyak pihak. Sehingga mahasiswa memiliki banyak pengalaman dan membuka wawasan serta mendorong inovasi mereka,’ tutur Benny.
Kerja sama yang dilakukan Ubaya dengan dunia usaha dan industri disambut baik oleh para pengusaha. Ketua CEO Indonesia chapter Jawa Timur, Ferry A. Sangeroki MBA mengatakan, hubungan strategis perguruan tinggi dan pengusaha adalah awal yang baik.
‘Kita semua pernah belajar di kampus. Ini saatnya kembali ke kampus dan sedikit berbagi. Dengan demikian, adik-adik kita tidak perlu lagi mengalami trial dan error yang sama seperti yang pernah kita lalui. Karena kita sudah merasakan errornya, mereka tinggal mempelajarinya,’ papar Ferry.
Bukan sekadar mengajar, CEO Indonesia berkomitmen untuk memberikan kontribusi lebih. salah satunyaa, berinvsetasi terhadap produk produk unggul mahasiswa Ubaya.
Sebaliknya, pengusaha yang tergabung dalam EAB juga mendapatkan keuntungan. Di antaranya, memperoleh informasi mengenai produk inovatif mahasiswa atau dosen yang dapat dikembangkan oleh perusahaan atau organisasinya. Anggota EAB juga memiliki kesempatan untuk mempromosikan brand image perusahaan atau organisasi di setiap acara Ubaya.
Selain itu, anggota memiliki prioritas untuk mengajak mahasiswa terbaik bergabung magang di perusahaan atau organisasinya. Bahkan, anggota EAB mendapatkan kesempatan untuk penempata dosen kerja yang tersedia terkait sabbatical leave bagi perusahaan atau organisasinya. (nad/xav)
Sumber: JawaPos 22 Desember 2020