Targetkan Ada Enam Akademi Komunitas fadjar December 12, 2011

Targetkan Ada Enam Akademi Komunitas

TENGGILIS MEJOYO ndash; Upaya untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi terus dilakukan. Di antaranya, menggalakkan pendidikan akademik komunitas dengan jenjang D-1 dan D-2. Jenjang itu nanti bisa menjadi alternatif bagi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang ingin melanjutkan studi.

Selama ini ada kecenderungan lulusan SMK meneruskan pendidikan ke lembaga kursus yang informal. Padahal, dengan mengikuti akademi komunitas tersebut, mereka bisa mendapatkan ijazah yang bisa digunakan untuk ke jenjang D-3 dan D-4. ‘Sebenarnya tidak hanya mengejar target APK. Tetapi, juga untuk meningkatkan kemampuan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar,’ ujar Edi Satriyanto, staf tim pakar pendidikan vokasi Dikti Kemendikbud, di Universitas Surabaya
(Ubaya) kemarin (10/12).

Dia menyebutkan, selama ini APK pendidikan tinggi di Indonesia baru 18 persen. Sedangkan pemerintah menargetkan untuk APK pada 2015 sebesar 30 persen.

Di Jawa Timur, imbuh dia, akademi komunitas digencarkan di daerah yang memiliki APK rendah. Misalnya, Pacitan, Tuban, Lamongan, Blitar, dan Bojonegoro. ‘Daerah itu akan menggandeng SMK yang masuk dalam RSBI (rintisan sekolah bertaraf internasional) untuk pendirian akademi komunitas. Tetapi, dengan pengawasan yang sangat ketat,’ ujarnya.

Ditargetkan, pada 2012 telah terbentuk enam akademi komunitas di Indonesia. Jumlah itu tiap tahun akan ditambah dan pada 2025 diharapkan sudah ada 825 akademi komunitas.

Pada 2011 ini kami sudah menjajaki 45 lembaga. Tetapi, masih akan dikaji lagi kelayakannya,’ imbuhnya. Ditemui di sela-sela peluncuran program profesional politeknik, Direktur Politeknik Ubaya Benny Lianto menyatakan telah mempersiapkan pembentukan akademi komunitas. ‘Konsepnya sedang kami siapkan. Akan terlaksana dalam waktu dekat,’ ujarnya.

Program profesional di Politeknik Ubaya itu akan mencakup akuntansi komputer, professional selling, administrasi bisnis, business English, dan perpajakan profesional. ‘Ini komitmen yang nyata untuk memberikan kesempatan pada pengembangan pendidikan vokasi,’ imbuhnya. (jun/c7/hud)

dikutip dari: Jawa Pos, Minggu 11 Desember 2011

Ciptakan Wirausaha Muda , PT Dorong Kehadiran Kelas Industri Kreatif

Kalangan perguruan tinggi tampaknya makin menyadari pentingnya membentuk mental wirausaha di kalangan mahasiswa. Semakin banyak wirausaha tanah air tak hanya menciptakan lapangan pekerjaan baru sekaligus meningkatkan perekonomian warga.

Hal yang lebih konkrit dengan mendorong melalui industri kreatif. Dua univeritas di Surabaya pun makin serius dalam mendorong terciptanya wirausaga.

Sebutlah Universitas Surabaya (Ubaya) melayani kalangan profesional dengan membuka kelas malam berupa Program Profesional Politeknik dan Universitas Ciputra (UC) Surabaya melayani kalangan wirausahawan dengan membuka Fakultas Entrepreneurial Industri Kreatif.

‘Program Profesional Politeknik akan diluncurkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA pada Sabtu (10/12),’ kata Direktur Politeknik Ubaya, Ir Benny Lianto MMBAT, di Surabaya, Jumat.

Didampingi staf Humas Ubaya Hayuning Purnama Dewi, ia menjelaskan Mendikbud Mohammad Nuh dalam kesempatan itu akan berbicara dalam diskusi bertema Rencana Strategi Pengembangan Pendidikan Vokasional/ Profesional di Indonesia.

‘Setelah diskusi, lalu Mendikbud akan meresmikan program baru itu. Program kelas malam akan dibuka adalah akuntansi komputer, profesional selling, administrasi bisnis, business english, dan perpajakan profesional,’ katanya.

Pada kesempatan yang sama akan hadir Faisal Syam (Direktur Human Capital and General Affair PT. Telkom Indonesia) yang akan memaparkan tentang pengembangan SDM perusahaan melalui pendidikan vokasional/profesional.

‘Alasan kuliah sambil bekerja antara lain lebih cepat beradaptasi dengan dunia pekerjaan, ingin membiayai kuliah sendiri, tidak ingin ketinggalan teknologi dan perkembangan bisnis. Kami ingin melayani dua keinginan itu (kuliah dan kerja),’ katanya.

Sementara itu, Universitas Ciputra (UC) Surabaya meresmikan Fakultas Entrepreneurial Industri Kreatif dengan meluncurkan program studi baru pada 10 Desember 2011 yakni ‘Fashion Design and Business’ untuk tahun ajaran 2012.

‘Untuk menandai semua itu, kami akan menggelar Korean Fashion Show pada 10-11 Desember 2011. Selain itu, Design and Draping Competition (Live Draping Competition by using Indonesian Batik Print Textile), Photography Competition on The Runway, Fashion Show by Mango, Stylist Competition, Make up Demo, dan Talk Show dengan DongSeo University,’ kata Dekan Fakultas Entrepreneurial Industri Kreatif UC, Freddy H Istanto.

Dalam acara yang juga dihadiri perwakilan dari Republik Korea, Konsul Prancis, dan Konsul Jenderal Amerika itu, Universitas Ciputra akan memperkenalkan kerja sama dengan DongSeo University dari Busan, Republik Korea.

‘Busan adalah sister city kota Surabaya dan DongSeo adalah Sister University. Program Studi Fashion Design and Business ini yang pertama di Indonesia. Program studi itu menggabungkan pengetahuan dan keterampilan desain fashion dengan pengetahuan dan pengalaman bisnis di industri fashion,’ katanya.

Dalam program studi itu, mahasiswa akan dapat belajar bagaimana melihat tren yang ada, memprediksi tren yang akan datang, membuat produk fashion yang sesuai dengan pasar yang ada dan memasarkan produk mereka.

‘Prodi ini akan bertanggung jawab untuk menanamkan kearifan budaya nasional di dalam karya fashion mereka. Lulusan Prodi ini diharapkan dapat menjadi entrepreneur yang mampu memberikan kontribusi positif untuk industri fashion baik di Indonesia bahkan di dunia,’ katanya, didampingi ‘Coordinator Fashion Design and Business Department’ UC, Janet Teowarang. nt

dikutip dari: https://www.surabayapagi.com