PT Valbury Asia Futures bersama Jakarta Futures Exchange (JFX) berkolaborasi dengan Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya (FBE Ubaya) meresmikan kerja sama Futures Trading Learning Program (FTLP). Kerja sama ditandai dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dan penyelenggaraan seminar pada Kamis (9/4/2026) di Kampus Ubaya Tenggilis. Acara turut dihadiri oleh Komisaris PT Valbury Asia Futures, Ricky Irawan.
Program ini bertujuan untuk memberikan ilmu kepada mahasiswa tentang industri perdagangan berjangka komoditi serta peran bursa berjangka dan pelaku usaha pialang berjangka. Dekan FBE Ubaya, Prof. Dr. Putu Anom Mahadwartha, menerangkan FBE Ubaya berperan sebagai jembatan strategis antara dunia akademik dan industri keuangan. Materi yang disampaikan oleh praktisi akan diintegrasikan ke dalam ekosistem pembelajaran mahasiswa.
“Melalui interaksi dengan PT Valbury Asia Futures, mahasiswa diharapkan mampu membedakan antara investasi yang sehat dengan spekulasi yang berisiko tinggi. Selain itu, memiliki pandangan tajam mengenai standar profesionalisme di industri keuanga, sehingga mampu membawa kompetensi praktis yang siap pakai di dunia kerja,” jelas Prof. Anom.
Sementara itu, Branch Manager PT Valbury Asia Futures Semarang Ronald Chandra, menyebut kerja sama ini memberikan berbagai keuntungan bagi mahasiswa. Keuntungannya antara lain akses terhadap edukasi pasar keuangan dan perdagangan berjangka secara praktis dan pengalaman langsung simulasi trading. “Mahasiswa juga bisa magang ke dunia industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) dan meningkatkan literasi keuangan untuk siap berkarier, ujarnya.
Ia menambahkan, implementasi kerja sama yang akan dilakukan secara berkelanjutan meliputi pembentukan FTLP di lingkungan kampus serta penyelenggaraan program edukasi rutin seperti seminar, workshop, dan kelas trading yang didampingi oleh praktisi PT Valbury Asia Futures maupun Jakarta Futures Exchange (JFX). “Harapannya, kerja sama ini mampu melahirkan talenta-talenta muda yang profesional, kompeten, serta memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industri keuangan di Indonesia khusunya di sektor PBK,” pungkas Ronald.
Selain penandatanganan MoU, ada pula seminar bertajuk “Introduction to the Futures Industry” yang menghadirkan Miftah Faridh Nasir selaku Investment Research Analyst dan Yazid Kanca Surya selaku Direktur Utama JFX. Salah satu narasumber, Yazid, akan membawakan materi berjudul “Instrumen Investasi dan Risk Management di Era Digital”. Ia menyebut, penting bagi generasi muda untuk membangun fondasi keuangan yang sehat sebelum berinvestasi.
“Investasi bukanlah cara instan untuk memperoleh keuntungan, melainkan proses jangka panjang yang membutuhkan pemahaman, disiplin, serta pengelolaan risiko yang baik. Mahasiswa diharapkan tidak terjebak pada tren atau fenomena fear of missing out (FOMO), melainkan mampu mengambil keputusan investasi berdasarkan literasi dan analisis yang tepat, jelas Yazid.