Egide Paul Luc Joseph Bauer, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Maastricht University Belanda telah menyelesaikan program pertukaran pelajar yang ia tempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya). Berlangsung selama 9 minggu, Egide tidak hanya mendapatkan pengalaman menempuh pendidikan di Indonesia, namun turut mendapatkan perspektif yang lebih luas melalui keterlibatan di Pusat Pemberdayaan Komunitas Perkotaan (Pusdakota) Ubaya dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Trawas, Mojokerto.
Melalui partisipasi di Pusdakota Ubaya, Egide melakukan berbagai pendekatan terkait kesejahteraan lansia yang tinggal di lingkungan perkotaan. Program ini ia lakukan bersama dengan 4 mahasiswa FK Ubaya selama 4 minggu.
“Ini adalah program yang sangat menarik karena saya berkesempatan untuk bersosialisasi langsung dengan komunitas dan masyarakat di luar kampus dan klinik,” tuturnya.
Menurut Egide, kegiatan mingguan yang diinisiasi Ubaya melalui Pusdakota dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya lansia merupakan hal yang sangat menarik. Kegiatan tersebut menjadi salah satu solusi efektif dalam menjaga kondisi kesehatan fisik dan mental lansia yang sangat dibutuhkan di tengah kehidupan perkotaan yang bergulir cepat.
Selain itu, Egide juga mendapatkan pengalaman berbeda melalui program KKN yang dilaksanakan di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Program yang berfokus dalam penanganan stunting ini menyadarkannya bahwa kesehatan dan nutrisi masyarakat merupakan kondisi kompleks yang membutuhkan penanganan serius.
“Permasalahan tersebut ternyata tidak hanya disebabkan oleh pola hidup dan pilihan untuk tidak mengonsumsi makanan sehat. Lebih dari itu, berkaitan dengan kebiasaan masyarakat dalam mengolah bahan pangan, nilai tradisi, apa yang diturunkan orang tua, dan banyak lagi. Saya jadi tidak menilai suatu kondisi hanya dari satu sisi saja, melainkan dari perspektif yang lebih luas,” jelas Egide.
Bagi Egide, program elektif yang ia tempuh di Ubaya merupakan pengalaman berharga yang tidak akan ia lupakan. Tidak hanya pengalaman akademis, ia belajar terkait tradisi dan kebiasaan masyarakat Indonesia yang sangat ramah, bentang alam yang menakjubkan, dan ragam makanan lokal.
“Semua yang saya dapatkan melalui pengalaman studi di Ubaya pasti akan membentuk saya menjadi dokter yang baik di masa depan,” tutupnya. (tsy)