Mahasiswa DKV Ubaya Gelar Pameran Tugas Akhir Semester, Bawa Audiens Jelajah Masa Lampau humasubaya January 23, 2026

Mahasiswa DKV Ubaya Gelar Pameran Tugas Akhir Semester, Bawa Audiens Jelajah Masa Lampau

Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya) gelar pameran tugas akhir mata kuliah Kreativitas. Pameran digelar pada Selasa (20/01/2026) di Ruangan P.E. 4.1. FIK Kampus Ubaya Tenggilis. Pada pergelaran pameran tahun ini, tema yang diangkat adalah “Memory dan Nostalgia”.

 

Dengan tema ini, setiap cerita yang dihadirkan para mahasiswa melalui karya yang dihasilkan diharapkan dapat dipahami audiens dengan baik. Dielaborasi dengan interpretasi personal terkait tema dan kreativitas, para mahasiswa diberikan kebebasan dalam menciptakan karya. Dari hal inilah, berbagai cerita menarik dihasilkan, seperti memori berkesan dari masa kecil, kartun kesukaan, tokoh fiksi favorit, hingga momen pandemi yang memengaruhi kehidupan manusia untuk waktu yang lama. 

 

Kepala Program Studi Desain Komunikasi Visual FIK Ubaya, Hedi Amelia Bella Cintya, M.Ds. menyebut pelaksanaan pameran ini menjadi ajang unjuk kebolehan para mahasiswa dalam mentranslasi sebuah tema menjadi karya yang kreatif. 

 

“Pameran ini juga menjadi jejak sekaligus portofolio para mahasiswa. Di semester-semester berikutnya, mereka pasti dapat mengembangkan kemampuan dan kreativitas mereka melalui karya yang lebih baik,” papar Bella. 

 

Dosen mata kuliah Kreativitas, Lintang Aziz Pinastiti, S.Ds., M.Ds. menyebut pelaksanaan pameran ini menjadi landasan para mahasiswa sebelum menghadapi berbagai pembelajaran di semester-semester berikutnya. 

 

“Mereka mulai mengenal pengolahan material dalam pembuatan karya yang ditampilkan di pameran ini. Kedepannya, mereka akan menghadapi berbagai material yang penggunaan dan teksturnya berbeda. Harapannya, mereka dapat memanfaatkan material yang tepat untuk mencapai karakteristik karya tertentu yang diinginkan di masa depan,” jelas Lintang. 

 

Lintang menambahkan, keberhasilan pameran ini tidak hanya dinilai dari tampilan karya, melainkan kemampuan menyampaikan tema secara akurat melalui media visual. 

“Karya yang bagus secara visual sudah sangat banyak, apalagi dengan keberadaan kecerdasan buatan. Namun, disinilah kemampuan para mahasiswa diuji. Mereka harus mampu menyampaikan pesan, kesan, dan experience melalui karya yang juga enak dilihat mata,” tutupnya. (tsy)