Bisa kuliah gratis di luar negeri bukanlah hal yang sulit. Ini dikatakan Okky Ardiansyah, alumnus Universitas Surabaya (Ubaya) jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik angkatan 2013, pada Sabtu, 12 Maret 2022. Dimoderatori Yenny Hartanto, S.S., S.E., M.Pd., Okky menceritakan kisahnya ketika menempuh kuliah S-2 di Shenyang University of Technology.
Setelah lulus dari Ubaya, Okky berkeinginan untuk melanjutkan studi elektronya di luar negeri. Ia akhirnya memutuskan berkuliah di Cina. Satu tahun di awal ia habiskan untuk belajar bahasa mandarin. Ia membagikan tips bila ingin belajar bahasa mandarin dari sekarang dapat mengontak Ubaya Language Center (Gedung HI lantai 1), sebagai salah satu wadah pembelajaran bahasa asing bagi mahasiswa Ubaya.
“Tahun kedua saya belajar elektro menggunakan bahasa mandarin. Saya pantang menyerah dan suka tantangan, jadi itu challenging buat saya,” ujarnya.
Okky kemudian memberikan informasi mengenai jenis beasiswa. “Singkatnya, beasiswa di Cina itu ada tiga jenis. Nasional, provinsi, dan kampus. Paling besar adalah nasional (Chinese Government Scholarship),” jelasnya. Ia menambahkan, calon mahasiswa perlu menyiapkan dokumen pendukung, seperti sertifikat, tes fisik, dan sebagainya. Rutin mengecek laman beasiswa juga diperlukan agar tidak ketinggalan informasi.
Selama di Cina, ia sama sekali tidak mengeluarkan biaya kuliah. Bahkan, ia mendapat uang sebesar 3700 Yuan per bulan untuk biaya hidup dan membayar sewa apartment. Keuntungan ini makin membuatnya semangat untuk mengajak orang lain agar bisa berkuliah di Cina.
Peserta antusias mendengarkan cerita dan tips dari Okky. Salah satu peserta bernama Talitha menanyakan tips menguasai bahasa mandarin dengan cepat. Okky menjawab bahwa itu hanya perlu keberanian untuk mempraktekan langsung dalam aktivitas sehari-hari. (el)