Berita Terbaru Archives - Universitas Surabaya (UBAYA) https://www.ubaya.ac.id/category/berita-terbaru/ Mon, 30 Mar 2026 09:23:17 +0000 en-US hourly 1 Ubaya dan PCU Jadi Tuan Rumah Dies NMT LEAP 2026 https://www.ubaya.ac.id/2026/03/30/ubaya-dan-pcu-jadi-tuan-rumah-dies-nmt-leap-2026/ Mon, 30 Mar 2026 09:23:17 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97907 Universitas Surabaya (Ubaya) bersama Petra Christian University (PCU) menjadi tuan rumah penyelenggaraan program pengembangan kepemimpinan tingkat nasional untuk perguruan tinggi swasta, National Multiplication Trainings Leadership Enhancement Through Awareness and Peer-Learning (NMT LEAP) 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 25 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia pada 30 Maret – 2 April 2026.    Wakil Rektor I Ubaya […]

The post Ubaya dan PCU Jadi Tuan Rumah Dies NMT LEAP 2026 appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Universitas Surabaya (Ubaya) bersama Petra Christian University (PCU) menjadi tuan rumah penyelenggaraan program pengembangan kepemimpinan tingkat nasional untuk perguruan tinggi swasta, National Multiplication Trainings Leadership Enhancement Through Awareness and Peer-Learning (NMT LEAP) 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 25 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia pada 30 Maret – 2 April 2026. 

 

Wakil Rektor I Ubaya sekaligus komite acara, Prof. Dr.rer.nat. Maria Goretti Marianti Purwanto, menyebut NMT LEAP berfokus pada penguatan tata kelola perguruan tinggi di Indonesia. “Ubaya dan PCU bersama-sama berbagi strategi konkret terkait tata kelola perguruan tinggi swasta yang adaptif dan transformasional. Kegiatan ini bukan sekadar diskusi teoretis, melainkan bertujuan membekali para pemimpin universitas dengan kemampuan manajemen perubahan yang tangguh guna memastikan keberlanjutan institusi,” jelasnya. Ia menambahkan, beberapa pembahasan yang menjadi fokus utama antara lain navigasi tantangan penerimaan mahasiswa baru yang kompetitif, menjawab tantangan kompleks dalam mendidik generasi Z yang sangat digital, kepemimpinan berbasis isu strategis, serta penguatan pilar institusi.

 

Lebih lanjut, Prof. Maria sebagai salah satu narasumber akan membawakan materi bertajuk “Beyond the Brochure: Reimagining University Marketing for a New Generation”. Ia menekankan pentingnya pergeseran strategi penerimaan mahasiswa baru dari transaksi menjadi relasi. Prof. Ir. Markus Hartono, S.T., M.Sc., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Industri Kreatif Ubaya juga turut membagikan strategi peningkatan akreditasi dari level nasional menuju internasional.

 

Selain narasumber, Ubaya juga berperan dalam mengadakan university benchmarking dimana para peserta melakukan facility visit ke UBAYA LIFe (Life Science Integrated Facility) sekaligus mendemonstrasikan strategi dalam membangun diferensiasi Tridarma PT yang unik melalui tema unggulan ‘Aging Wellness’. 

 

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi di Kementerian Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., memberikan apresiasi tinggi untuk kegiatan ini dan keberhasilan dua institusi yaitu UK Petra dan Ubaya yang berhasil kolaborasi dan meraih hibah NMT LEAP dari Pemerintah Jerman. 

“Kolaborasi strategis ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat kepemimpinan transformasional di kampus apalagi di tengah perubahan global. Sebuah perguruan tinggi tak hanya unggul secara akademik akan tetapi harus mampu menjadi pusat solusi melalui gerakan kampus berdampak,” tegasnya. 

 

Sebagai informasi, inisiatif program pelatihan ini didukung penuh oleh German Academic Exchange Service (DAAD) melalui inisiatif Dialogue on Innovative Higher Education Strategies (DIES), yang merupakan program kerja sama antara DAAD dan Kementerian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Federal Jerman (BMZ). Program ini juga mendapat dukungan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemendikbudristek RI, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi. (el)

The post Ubaya dan PCU Jadi Tuan Rumah Dies NMT LEAP 2026 appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Mahasiswa Ubaya Ciptakan Tas Ramah Lingkungan Berbahan Serabut Kelapa dengan Gantungan Biji Bunga https://www.ubaya.ac.id/2026/03/27/mahasiswa-ubaya-ciptakan-tas-ramah-lingkungan-berbahan-serabut-kelapa-dengan-gantungan-biji-bunga/ Fri, 27 Mar 2026 01:00:12 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97894 Empat Mahasiswa Program Desain Fashion dan Produk Lifestyle Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya) menciptakan tas dengan bahan serabut kelapa yang dilengkapi aksesoris gantungan berisi 5 jenis biji bunga. Mereka adalah Emily Jocelyn, Johan Febriawan, Tutik Masruroh, dan Jibrail Fajar. Produk tas ini merupakan tugas kelompok untuk memenuhi mata kuliah Sustainability Concept di bawah […]

The post Mahasiswa Ubaya Ciptakan Tas Ramah Lingkungan Berbahan Serabut Kelapa dengan Gantungan Biji Bunga appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Empat Mahasiswa Program Desain Fashion dan Produk Lifestyle Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya) menciptakan tas dengan bahan serabut kelapa yang dilengkapi aksesoris gantungan berisi 5 jenis biji bunga. Mereka adalah Emily Jocelyn, Johan Febriawan, Tutik Masruroh, dan Jibrail Fajar. Produk tas ini merupakan tugas kelompok untuk memenuhi mata kuliah Sustainability Concept di bawah bimbingan Dr. Christabel Annora Paramita Parung, M.Sc.

Inovasi ini bermula dari keprihatinan Johan dan kawan-kawan terhadap kondisi lingkungan yang terus mengalami degradasi, salah satunya akibat perkembangan industri mode dan pakaian. Tidak hanya tingkat konsumsi energi yang tinggi, industri ini turut menyumbang konsentrasi sampah yang sangat besar. Menyikapi hal tersebut, mereka berinisiatif untuk mencari bahan alternatif pengganti kulit yang lazim digunakan sebagai bahan utama produk mode dengan versi yang lebih ramah lingkungan. 

“Kami akhirnya sepakat untuk menggunakan serabut kelapa. Selain karena Indonesia merupakan salah satu negara penghasil serabut kelapa terbesar di dunia, harganya juga sangat murah dan bahannya kuat. Motif dan teksturnya juga sangat unik,” tutur Johan.

Johan dan tim kemudian melakukan eksplorasi pengolahan serabut kelapa untuk mendapatkan tekstur dan ketahanan yang diinginkan. Setelah beberapa kali percobaan, mereka memutuskan untuk menggunakan campuran tepung tapioka dan air yang dimasak perlahan sebagai bahan perekat dengan tambahan gliserin guna meningkatkan kelenturan lembaran yang dihasilkan. Untuk menambah nilai estetika dan keunikannya, mereka menambahkan aksesoris gantungan berisi bibit bunga matahari, celosia, anyelir, forget me not, dan baby’s breath.  

“Selain bahan baku, kami memastikan bahan perekatnya juga tetap ramah lingkungan. Ketika tas ini sudah rusak dan tidak dapat digunakan, tas dapat ditanam dan diuraikan secara natural oleh alam. Kemudian, bibit-bibit bunganya dapat tumbuh,” lanjutnya. 

Bahan perekat yang sudah siap digunakan kemudian dioleskan ke permukaan serabut kelapa yang sudah disemprot dengan air. Setelah permukaan yang dioleskan perekat cukup kering, perekat diaplikasikan di sisi lainnya dan kembali dikeringkan. Serabut kelapa yang sudah membentuk lembaran selanjutnya disatukan membentuk tas dengan cara dijahit. 

Tantangan terbesar dalam menciptakan tas ramah lingkungan ini terletak pada proses pengeringan yang masih bergantung sepenuhnya pada cahaya matahari. 

“Ketika kami mengerjakan tas ini, kebetulan sedang musim hujan. Jadi, proses pengeringannya menjadi jauh lebih lama. Tidak hanya itu, proses menjahit lembaran menjadi tas juga sangat sulit karena masih dilakukan manual dengan jahit tangan,” papar Johan. 

Meskipun belum memiliki rencana komersialisasi atau produksi dalam skala besar, Johan dan tim berharap inovasi yang telah mereka hasilkan dapat memantik ide-ide yang ramah lingkungan dari para pegiat fesyen di Indonesia. 

“Kita di Indonesia memiliki banyak sumber daya yang dapat digunakan sebagai alternatif bahan fesyen yang ramah lingkungan sebenarnya. Tinggal inisiatif dan berani untuk melakukan eksperimen dalam pemanfaatannya,” tutup Johan. (tsy)

The post Mahasiswa Ubaya Ciptakan Tas Ramah Lingkungan Berbahan Serabut Kelapa dengan Gantungan Biji Bunga appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Mahasiswa Ubaya Ceritakan Pengalaman Berkesan Ikut Lomba Masak Selama Kuliah di Shih Chien University Taiwan https://www.ubaya.ac.id/2026/03/26/mahasiswa-ubaya-ceritakan-pengalaman-berkesan-ikut-lomba-masak-selama-kuliah-di-shih-chien-university-taiwan/ Thu, 26 Mar 2026 01:00:19 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97891 Disebut mirip seperti reality show di Netflix, William Winarto, mahasiswa Program International Dual Degree International Business Networking Universitas Surabaya (Ubaya) membagikan pengalamannya saat mengikuti lomba Culinary Class War di Shih Chien University Taiwan. Dari kompetisi inilah, ia dapat memperkenalkan ciri khas makanan Indonesia. “Kebetulan saya sekelompok dengan teman-teman dari berbagai negara seperti Afrika, Jerman, dan […]

The post Mahasiswa Ubaya Ceritakan Pengalaman Berkesan Ikut Lomba Masak Selama Kuliah di Shih Chien University Taiwan appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Disebut mirip seperti reality show di Netflix, William Winarto, mahasiswa Program International Dual Degree International Business Networking Universitas Surabaya (Ubaya) membagikan pengalamannya saat mengikuti lomba Culinary Class War di Shih Chien University Taiwan. Dari kompetisi inilah, ia dapat memperkenalkan ciri khas makanan Indonesia.

“Kebetulan saya sekelompok dengan teman-teman dari berbagai negara seperti Afrika, Jerman, dan tentunya Taiwan. Setelah berdiskusi, kami sepakat memasak mie nyemek khas Indonesia,” jelas Will, sapaan akrabnya.

Menurutnya, kegiatan ini berkesan karena ia bisa belajar bagaimana bekerja sama serta memperkenalkan Indonesia ke teman-teman internasional. Kekompakan tidak hanya terjadi saat lomba masak, namun juga pada saat proses perkuliahan. “Kami saling bahu membahu bersama, baik untuk urusan akademik maupun non akademik. Awalnya sempat sulit koordinasi, tapi setelah kenal, akhirnya jadi seru sekali. Sebagai contoh, saat satu kelompok dengan mahasiswa Desain, mereka paling banyak yang handle. Tapi saat pitching, kami yang mahasiswa bisnis dapat bagian untuk bisa presentasi dengan maksimal,” ujarnya.

Selama di Taiwan, Will bercerita bahwa ia sempat kesulitan beradaptasi karena keterbatasan bahasa mandarin. Namun, ia bersyukur banyak mahasiswa lokal yang membantunya. Selain itu, ia juga mendapat insight baru soal budaya di Taiwan, khususnya time management dan lingkungan yang suportif. Dengan mengikuti Program International Dual Degree Ubaya, ia memiliki kesempatan untuk menjalin relasi dengan rekan-rekan mahasiswa dari berbagai negara serta memiliki budaya belajar baru yang positif. (el)

The post Mahasiswa Ubaya Ceritakan Pengalaman Berkesan Ikut Lomba Masak Selama Kuliah di Shih Chien University Taiwan appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Mahasiswa Ubaya Ciptakan Program Penunjang Konseling, Dukung Pemantauan Kondisi Mental Siswa Secara Digital https://www.ubaya.ac.id/2026/03/25/mahasiswa-ubaya-ciptakan-program-penunjang-konseling-dukung-pemantauan-kondisi-mental-siswa-secara-digital/ Wed, 25 Mar 2026 01:00:18 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97888 Chavel Aiko Ratu, mahasiswa tugas akhir Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Surabaya (FT Ubaya) menciptakan Rasaya, sebuah sistem informasi untuk menunjang kebutuhan konseling siswa di sekolah. Sistem ini beroperasi berbasis peran yang  terbagi menjadi admin sekolah, guru dan wali kelas, serta siswa yang dapat diakses melalui laman web di komputer dan aplikasi pada […]

The post Mahasiswa Ubaya Ciptakan Program Penunjang Konseling, Dukung Pemantauan Kondisi Mental Siswa Secara Digital appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Chavel Aiko Ratu, mahasiswa tugas akhir Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Surabaya (FT Ubaya) menciptakan Rasaya, sebuah sistem informasi untuk menunjang kebutuhan konseling siswa di sekolah. Sistem ini beroperasi berbasis peran yang  terbagi menjadi admin sekolah, guru dan wali kelas, serta siswa yang dapat diakses melalui laman web di komputer dan aplikasi pada ponsel pintar. Data yang dimasukkan ke dalam sistem diolah untuk menghasilkan kesimpulan dan tren kesehatan mental siswa yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan oleh pihak guru dan sekolah. 

 

Chavel menuturkan, Ide untuk menciptakan Rasaya muncul dari keprihatinan atas kesulitan sekolah dalam pencatatan kondisi kesehatan mental siswa. Akibatnya, muncul gangguan mental yang gagal dideteksi sejak dini, sehingga membutuhkan penanganan yang lebih serius di kemudian hari. Untuk memperkuat landasan ini, ia melakukan studi kasus dengan data yang diperoleh dari salah satu SMA di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. 

 

“Berdasarkan wawancara dan kuesioner yang saya sebar, ternyata para siswa malu untuk mengekspresikan apa yang mereka rasakan secara langsung kepada gurunya. Jadi, guru juga tidak sepenuhnya paham terkait apa yang sedang dirasakan oleh siswanya,” sebutnya. 

 

Data yang telah ia kumpulkan kemudian didiskusikan dengan dosen pembimbing pertama, Dr. Liliana untuk memutuskan rencana program yang akan diciptakan. Setelahnya, Chavel mulai merancang sistem Rasaya sambil terus melakukan riset mandiri agar dapat menghadirkan fitur dan fungsi yang kompleks, namun tetap sederhana ketika digunakan. 

 

Untuk menganalisis sentimen dari data yang dimasukkan, Chavel menggunakan Lexicon-Based Sentiment Analysis, sebuah metode analisis sentimen yang menentukan emosi atau sikap menjadi positif, negatif, atau netral dengan menggunakan kamus kata yang sudah diberi nilai sebelumnya. Kemudian, ada algoritma yang mengklasifikasikan data menjadi beberapa kategori kondisi, seperti stres akademik atau konflik sosial. Dalam menentukan klasifikasi ini, Chavel melibatkan psikolog anak dan remaja untuk memvalidasi ketepatan hasil analisis sistem atas kondisi siswa. 

 

“Selain itu, ada beberapa program menarik, seperti daily mood tracker, fitur lapor teman, refleksi harian, riwayat kondisi emosi, serta tren kelas dan angkatan. Jadi, sumber datanya bersifat multi informan dan tidak subjektif karena melibatkan guru, wali kelas, dan teman,” jelasnya.

 

Hasil analisis kesehatan mental siswa yang dihasilkan sistem dapat menjadi acuan wali kelas atau guru BK sebagai dasar pengambilan keputusan dalam proses pendampingan dan konseling. Dengan demikian, pemantauan dan penanganan kondisi kesehatan mental siswa dapat dilakukan secara lebih sistematis, efisien, dan berkelanjutan. 

 

Chavel mengisahkan tantangan terbesar dalam pengerjaan Rasaya terletak pada bagian machine learning ketika ia harus memastikan algoritma yang telah dirancang dapat berfungsi dengan tepat. 

“Dari empat bulan pengerjaan, saya menghabiskan tiga bulan untuk merancang machine learning dengan jumlah revisi yang tidak terhitung. Jujur, itu sangat sulit dan menantang, tapi saya bersyukur bisa melaluinya dengan baik” tutur mahasiswa peminatan Sistem Informasi Bisnis itu. 

 

Setelah mempresentasikan Rasaya dalam sidang akhir, saat ini Chavel sedang dalam masa penyempurnaan sistem agar dapat dimanfaatkan dalam lingkup yang lebih luas. 

“Saya sangat ingin Rasaya ini dapat membantu banyak pihak, baik sekolah, siswa, guru, dan orang tua secara tidak langsung. Jadi, saya sedang mempersiapkannya agar siap digunakan secara massal,” pungkasnya. 

The post Mahasiswa Ubaya Ciptakan Program Penunjang Konseling, Dukung Pemantauan Kondisi Mental Siswa Secara Digital appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Kiprah Prof. Elieser Tarigan, Guru Besar Ubaya yang Fokus Masa Depan Energi Terbarukan https://www.ubaya.ac.id/2026/03/24/kiprah-prof-elieser-tarigan-guru-besar-ubaya-yang-fokus-masa-depan-energi-terbarukan/ Mon, 23 Mar 2026 23:00:46 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97885 Universitas Surabaya (Ubaya) kembali unjuk keunggulan melalui kualitas para dosen yang ahli di bidangnya. Salah satunya adalah Prof. Elieser Tarigan, Ph.D., guru besar dalam bidang Renewable Energy yang saat ini turut menjabat sebagai Ketua Pusat Studi Lingkungan dan Energi Terbarukan (PuSLET) Ubaya.    Ketertarikan Prof. Elieser terhadap energi terbarukan sudah dimulai sejak ia menempuh pendidikan […]

The post Kiprah Prof. Elieser Tarigan, Guru Besar Ubaya yang Fokus Masa Depan Energi Terbarukan appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Universitas Surabaya (Ubaya) kembali unjuk keunggulan melalui kualitas para dosen yang ahli di bidangnya. Salah satunya adalah Prof. Elieser Tarigan, Ph.D., guru besar dalam bidang Renewable Energy yang saat ini turut menjabat sebagai Ketua Pusat Studi Lingkungan dan Energi Terbarukan (PuSLET) Ubaya. 

 

Ketertarikan Prof. Elieser terhadap energi terbarukan sudah dimulai sejak ia menempuh pendidikan sarjana di Program Studi Ilmu Fisika Institut Teknologi Sepuluh November dari tahun 1992 hingga 1996. Menyikapi isu krisis energi yang hangat sejak sekitar tahun 1970, Ia memilih mengangkat topik energi surya dalam tugas akhirnya. Setelah meraih gelar sarjana, ia mendalami energi surya melalui studi pascasarjana di European Solar Engineering School (ESES) Universitas Dalarna, Swedia. 

 

Sebelum studi pascasarjana yang ia tempuh selesai, Prof. Elieser mendapat tawaran beasiswa penuh untuk melanjutkan studi S3 di King Mongkut’s University of Technology Thonburi (KMUTT) Thailand melalui program The Joint Graduate School of Energy and Environment (JGSEE). Studi tersebut ia selesaikan dengan penelitian terkait pemanfaatan energi surya dalam pengeringan produk pertanian. 

 

“Tenaga surya dapat diubah menjadi energi listrik dan energi panas. Pengubahan menjadi energi listrik sudah saya dalami ketika studi di Swedia. Di Thailand, saya fokus dalam mengubah energi surya menjadi panas dalam pengeringan hasil pertanian. Tujuannya agar dapat dimanfaatkan di Indonesia yang merupakan wilayah pertanian,” jelas Prof. Elieser. 

 

Sekembalinya dari Thailand, Prof. Elieser menginisiasi pendirian sebuah pusat studi yang mengintegrasikan berbagai ilmu dalam mendukung energi terbarukan di Indonesia. Usul ini disambut baik oleh Ubaya dengan pendirian Pusat Studi Energi Terbarukan (PSET) pada tahun 2009 dengan Prof. Elieser sebagai ketuanya. 

 

“Sebagai lembaga pendidikan, Ubaya memiliki inisiatif yang sangat baik karena sudah aware terkait isu, urgensi, dan peluang energi terbarukan. Dengan adanya PSET ini, Ubaya bisa berkontribusi dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kerja sama dengan banyak pihak, termasuk pemerintah dan berbagai universitas dalam dan luar negeri,” paparnya. 

 

Salah satu kerja sama yang dijalin PSET di bawah kepemimpinan Prof. Elieser adalah kolaborasi akademik dengan ESES Universitas Dalarna dari tahun 2009 hingga tahun 2017 berupa pertukaran dosen dan penelitian mahasiswa ESES di Ubaya. Selain itu, PSET yang kemudian berganti nama menjadi PuSLET (Pusat Studi Lingkungan dan Energi Terbarukan) terus bersinergi dengan berbagai instansi, seperti kedutaan besar Republik Ceko, UNESCO, dan pemerintah Indonesia.

“Dengan pemerintah, kami merancang Roadmap Energi Terbarukan Kota Surabaya hingga tahun 2050 dan Rancangan Umum Energi Daerah (RUED) yang telah disahkan menjadi Peraturan Gubernur (Pergub),” ucap Prof. Elieser. 

PuSLET juga berkontribusi dalam penyusunan kurikulum perkuliahan terkait energi terbarukan di Ubaya, penguatan riset melalui publikasi ilmiah, pemberian edukasi dini kepada anak-anak, perancangan sistem PLTS untuk rumah tangga, serta pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan tenaga surya. 

 

Seiring berjalannya waktu, Prof. Elieser menyadari urgensi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menunjang pengembangan energi terbarukan di Indonesia. 

“Sebagai bagian dari dunia pendidikan Indonesia, Ubaya harus mengambil peran dalam hal energi terbarukan ini. Untungnya, kita sudah memiliki concern dan tenaga pendidik yang mumpuni. Maka, kita membuka peminatan Renewable Energy di bawah payung Prodi Teknik Elektro Fakultas Teknik Ubaya,” ungkapnya. 

 

Dengan berdirinya peminatan tersebut, kiprah Prof. Elieser di bidang energi terbarukan kian meluas dan membuka banyak peluang baru sebagai seorang akademisi. 

“Saya bertanggung jawab dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung terwujudnya RUEN dan NZE (Net Zero Emissions) 2060 yang telah disusun pemerintah. Mari kita memberi kontribusi nyata dan mencapai target tersebut bersama-sama,” tandasnya. (tsy)

The post Kiprah Prof. Elieser Tarigan, Guru Besar Ubaya yang Fokus Masa Depan Energi Terbarukan appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Dosen Fakultas Psikologi Ubaya Paparkan Integrasi Psikologi dengan 10 Bidang Ilmu Guna Perkuat Mitigasi Bencana di Indonesia https://www.ubaya.ac.id/2026/03/23/dosen-fakultas-psikologi-ubaya-paparkan-integrasi-psikologi-dengan-10-bidang-ilmu-guna-perkuat-mitigasi-bencana-di-indonesia/ Sun, 22 Mar 2026 23:00:24 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97882 Dosen Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya), Dr. Listyo Yuwanto, Psikolog, FISQua, FRSPH menyampaikan pidato ilmiah berjudul “Psikologi dan Kolaborasi Lintas Ilmu untuk Pengurangan Risiko Bencana di Indonesia” pada Dies Natalis Ubaya ke-58.    Listyo menekankan pentingnya integrasi ilmu psikologi dengan berbagai bidang ilmu dalam menyikapi tingginya risiko bencana yang dihadapi Indonesia. Kesepuluh bidang ilmu yang […]

The post Dosen Fakultas Psikologi Ubaya Paparkan Integrasi Psikologi dengan 10 Bidang Ilmu Guna Perkuat Mitigasi Bencana di Indonesia appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya), Dr. Listyo Yuwanto, Psikolog, FISQua, FRSPH menyampaikan pidato ilmiah berjudul “Psikologi dan Kolaborasi Lintas Ilmu untuk Pengurangan Risiko Bencana di Indonesia” pada Dies Natalis Ubaya ke-58. 

 

Listyo menekankan pentingnya integrasi ilmu psikologi dengan berbagai bidang ilmu dalam menyikapi tingginya risiko bencana yang dihadapi Indonesia. Kesepuluh bidang ilmu yang diintegrasikan dengan psikologi bencana yang dipaparkannya meliputi meteorologi, hidrometeorologi, astronomi, geologi, vulkanologi, ekologi dengan kimia lingkungan dan farmasi, literasi digital dan teknologi, remote sensing, forensik bencana, dan desain. 

 

“Integrasi bukan sekadar teori, tetapi strategi untuk mengubah pengetahuan menjadi dampak pengurangan risiko bencana yang nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tutur Listyo. 

 

Ia menguraikan implementasi integrasi psikologi bencana dengan setiap ilmu yang ia sebutkan sebelumnya. Dalam integrasi psikologi dengan ilmu desain misalnya, dapat diterapkan program daur ulang mainan yang diubah menjadi alat terapi bagi anak penyintas bencana. Dalam konteks geologis, psikologi bencana berperan dalam dinamika trauma, perilaku manusia sebelum, selama, dan sesudah gempa, serta mekanisme koping terhadap ancaman geologis. 

 

“Kolaborasi psikologi bencana dengan farmasi dan kimia lingkungan juga menjadi penting dalam memahami dan memulihkan kesehatan mental penyintas melalui mekanisme biologis, psikologis, dan ekologis,” sebut Koordinator Kelompok Studi Psikologi Bencana (KSPB Ubaya) ini. 

 

Ia melanjutkan, pengurangan risiko bencana tidak cukup mengandalkan pendekatan teknis semata. Namun, memerlukan pemahaman mendalam tentang manusia meliputi emosi, persepsi, dan perilaku sebagai titik temu antara sains alam, teknologi, dan kemanusiaan. Di sinilah psikologi bencana berperan sebagai penghubung agar setiap lompatan inovasi tetap berpijak pada keselamatan manusia. 

 

“Universitas Surabaya memiliki posisi strategis dalam proses ini. Bukan hanya sebagai pusat produksi pengetahuan, tetapi sebagai penggerak integrasi lintas disiplin, inkubator inovasi kebencanaan, dan ruang pembentukan generasi yang tangguh menghadapi krisis. Keselamatan merupakan tanggung jawab kita bersama, mari berkolaborasi untuk pengurangan risiko bencana yang lebih adaptif dan manusiawi,” tutup Listyo. (tsy)

The post Dosen Fakultas Psikologi Ubaya Paparkan Integrasi Psikologi dengan 10 Bidang Ilmu Guna Perkuat Mitigasi Bencana di Indonesia appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Program Doktor Psikologi Ubaya Gelar Pelatihan Analisis Profil Pelaku Kekerasan https://www.ubaya.ac.id/2026/03/20/program-doktor-psikologi-ubaya-gelar-pelatihan-analisis-profil-pelaku-kekerasan/ Fri, 20 Mar 2026 01:00:47 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97879 Program Doktor Psikologi Universitas Surabaya (Dopsya) berkolaborasi dengan Shelter Rumah Hati menggelar “Pelatihan Analisis Grafis: Profil Pelaku Kekerasan” pada Sabtu (14/03/2026) di Ruang Serbaguna Fakultas Hukum, Kampus Ubaya Tenggilis. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Guru Besar Psikologi Forensik Ubaya, Prof. Dr. Yusti Probowati Rahayu, Psikolog dan Kaprodi Doktor Psikologi Ubaya, Dr. Artiawati, Psikolog.    Artiawati […]

The post Program Doktor Psikologi Ubaya Gelar Pelatihan Analisis Profil Pelaku Kekerasan appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Program Doktor Psikologi Universitas Surabaya (Dopsya) berkolaborasi dengan Shelter Rumah Hati menggelar “Pelatihan Analisis Grafis: Profil Pelaku Kekerasan” pada Sabtu (14/03/2026) di Ruang Serbaguna Fakultas Hukum, Kampus Ubaya Tenggilis. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Guru Besar Psikologi Forensik Ubaya, Prof. Dr. Yusti Probowati Rahayu, Psikolog dan Kaprodi Doktor Psikologi Ubaya, Dr. Artiawati, Psikolog. 

 

Artiawati menuturkan pelaksanaan kegiatan ini merupakan salah satu kontribusi Dopsya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama pengabdian kepada masyarakat dengan membangun iklim akademik yang sehat sekaligus berbagi kepada sesama di luar proses pembelajaran. 

“Sesuai dengan motto Dopsya, yaitu caring and enrichment. Pelatihan ini menjadi bukti caring atau kepedulian yang kami lakukan dengan penuh ketulusan dan perhatian serta enrichment sebagai kontribusi dalam mencerdaskan bangsa,” jelasnya. 

 

Sementara itu, Prof. Yusti menyebut pelaksanaan kegiatan ini secara khusus bertujuan memberikan gambaran nyata terkait kasus-kasus kekerasan dan metode pengungkapan profil pelaku dengan analisis grafis.
“Kami ingin memberikan pemahaman bahwa kekerasan dapat terjadi dalam ranah apa saja. Untuk itu, kami menyajikan kasus-kasus nyata yang dianonimkan untuk menjaga kerahasiaan data pihak yang terlibat. Harapannya, ketika nanti para peserta menghadapi kasus-kasus kekerasan, mereka dapat memahaminya dengan tepat,” ungkap Dewan Pakar Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor) itu. 

 

Sejumlah 30 peserta yang terdiri dari psikolog dan mahasiswa program profesi psikolog menerima paparan teori yang diikuti dengan contoh kasus. Kemudian, mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menganalisis kasus untuk dibahas bersama dan dipresentasikan. Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, peserta pelatihan berhak menerima Satuan Kredit Profesi (SKP) yang dikeluarkan oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).

 

Seluruh hasil yang didapatkan dari pelatihan ini akan didonasikan untuk mendukung operasional Shelter Rumah Hati yang diprakarsai salah satunya oleh Prof. Yusti. Shelter ini merupakan lembaga sosial yang bergerak dalam bidang pendidikan anak eks lapas ataupun Anak yang Berkonflik dengan Hukum (ABH) yang berlokasi di Kabupaten Jombang. (tsy)

The post Program Doktor Psikologi Ubaya Gelar Pelatihan Analisis Profil Pelaku Kekerasan appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Ubaya Bagikan 1.500 Takjil ke Warga Sekitar https://www.ubaya.ac.id/2026/03/19/ubaya-bagikan-1-500-takjil-ke-warga-sekitar/ Wed, 18 Mar 2026 23:00:55 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97876 Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar kegiatan pembagian 1.500 paket takjil dengan tema “Ramadhan Menguatkan, Berbagi Menyatukan” pada Selasa (17/03/2026). Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Rektor Ubaya, Dr. Benny Lianto didampingi oleh Ketua Forum Komunikasi Karyawan (FKK) Karya Gellis, Prof. Dr. Hesti Armiwulan di Kampus Ubaya Tenggilis.    Dalam sambutannya, Benny menyebut kegiatan ini merupakan salah satu […]

The post Ubaya Bagikan 1.500 Takjil ke Warga Sekitar appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar kegiatan pembagian 1.500 paket takjil dengan tema “Ramadhan Menguatkan, Berbagi Menyatukan” pada Selasa (17/03/2026). Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Rektor Ubaya, Dr. Benny Lianto didampingi oleh Ketua Forum Komunikasi Karyawan (FKK) Karya Gellis, Prof. Dr. Hesti Armiwulan di Kampus Ubaya Tenggilis. 

 

Dalam sambutannya, Benny menyebut kegiatan ini merupakan salah satu budaya organisasi Ubaya, yaitu caring community atau kepedulian kepada masyarakat yang bertepatan dengan momentum bulan Ramadan. 

“Saya bangga karena budaya ini dapat kita pertahankan dan wujudkan melalui tindakan berbagi kepada sesama. Semoga kegiatan berbagi takjil ini memberikan keberkahan bagi kita dan menjadi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” tutur Benny. 

 

Sementara itu, ketua pelaksana kegiatan, Reza Dwi Anggrealdi, S.Farm. mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. 

“Kegiatan ini dapat terlaksana atas dukungan, izin, dedikasi, dan donasi dari berbagai pihak. Semoga takjil yang kita bagikan dapat membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi pihak yang menerimanya,” sebut Reza. 

 

Pendanaan dikumpulkan melalui donasi yang digalang pada platform SatuJiwa Ubaya. Dana yang dihimpun dimanfaatkan untuk pengadaan 1.000 paket takjil dan 500 paket nasi kotak yang dibagikan di tiga titik jalanan, yaitu  RS Ubaya, depan Kampus Ubaya Ngagel, dan depan Kampus Ubaya Tenggilis. Selain itu, donasi berupa uang tunai turut diserahkan kepada 4 panti asuhan dan 9 masjid yang tersebar di wilayah sekitar Kampus Ubaya Ngagel dan Kampus Ubaya Tenggilis. (tsy)

The post Ubaya Bagikan 1.500 Takjil ke Warga Sekitar appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Perkuat Budaya Caring Community, Ubaya Gelar Pasar Murah https://www.ubaya.ac.id/2026/03/18/perkuat-budaya-caring-community-ubaya-gelar-pasar-murah/ Wed, 18 Mar 2026 11:28:16 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97872 Masih dalam rangkaian Dies Natalis ke-58, Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar pasar murah dengan menjual paket sembako harga terjangkau. Pasar murah diadakan di tiga lokasi, yaitu Pusat Pemberdayaan Komunitas Perkotaan (Pusdakota Ubaya), Ubaya Training Center (UTC), dan Segorotambak Kecamatan Sedati Sidoarjo pada Rabu (18/3/2026). Rektor Ubaya, Dr. Benny Lianto, menyebut kegiatan yang melibatkan mahasiswa, dosen, serta […]

The post Perkuat Budaya Caring Community, Ubaya Gelar Pasar Murah appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Masih dalam rangkaian Dies Natalis ke-58, Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar pasar murah dengan menjual paket sembako harga terjangkau. Pasar murah diadakan di tiga lokasi, yaitu Pusat Pemberdayaan Komunitas Perkotaan (Pusdakota Ubaya), Ubaya Training Center (UTC), dan Segorotambak Kecamatan Sedati Sidoarjo pada Rabu (18/3/2026).

Rektor Ubaya, Dr. Benny Lianto, menyebut kegiatan yang melibatkan mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan ini merupakan salah satu budaya organisasi Ubaya yaitu caring community. “Pasar murah menjadi bentuk kepedulian Ubaya untuk meringankan beban masyarakat di tengah situasi dan kondisi ekonomi yang saat ini menghadapi tantangan,” ujarnya.

Sebanyak 1000 paket sembako dijual dalam bentuk dua paket. Paket 1 seharga Rp 50.000 terdiri dari beras, mie telur, kecap, dan gula. Sedangkan paket 2 berisi gula, teh celup, mie instan, dan kecap diberi harga Rp 30.000. Sebanyak 500 paket didistribusikan ke Pusdakota Ubaya, 250 paket di Ubaya Training Center, serta 250 paket di Segorotambak. Distribusi kupon juga melibatkan pengurus RT/RW dan kelurahan setempat.

Sehari sebelumnya pada 17 Maret 2026, Ubaya juga membagikan 1500 takjil dalam bentuk hampers kepada masyarakat umum. Pembagian dilakukan di beberapa titik lokasi sekitar kampus Ubaya Tenggilis dan Ngagel. “Kegiatan kepedulian seperti ini akan terus ada dan rutin diadakan minimal sekali setahun. Harapannya dapat menguatkan nilai-nilai budaya organisasi dan pembentukan karakter pada setiap civitas academica Ubaya,” pungkasnya. (el)

The post Perkuat Budaya Caring Community, Ubaya Gelar Pasar Murah appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Mahasiswa FH Ubaya Raih Juara 1 dalam Java Bowling League Champion 2025-2026 https://www.ubaya.ac.id/2026/03/17/mahasiswa-fh-ubaya-raih-juara-1-dalam-java-bowling-league-champion-2025-2026/ Tue, 17 Mar 2026 12:00:13 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97858 Reportase Warta Ubaya Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Surabaya (FH Ubaya) angkatan 2022, Dovinia Kelly V. Ia meraih juara 1 dalam ajang Java Bowling League Champion yang diselenggarakan di Bengawan Sport Center, Solo, pada 29 November 2025 hingga 6 Maret 2026. Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari berbagai provinsi. Dalam pertandingan […]

The post Mahasiswa FH Ubaya Raih Juara 1 dalam Java Bowling League Champion 2025-2026 appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Reportase Warta Ubaya

Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Surabaya (FH Ubaya) angkatan 2022, Dovinia Kelly V. Ia meraih juara 1 dalam ajang Java Bowling League Champion yang diselenggarakan di Bengawan Sport Center, Solo, pada 29 November 2025 hingga 6 Maret 2026.

Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari berbagai provinsi. Dalam pertandingan ini, setiap peserta berusaha mengumpulkan victory point. Poin tertinggi akan melaju ke babak playoff untuk menentukan posisi juara. Kelly berhasil menjadi juara 1 dengan total skor 1064, mengungguli juara kedua dari Jawa Tengah dan juara ketiga dari Yogyakarta.

Dalam perjalanan menuju kemenangan, Kelly sempat mengalami kondisi yang cukup kritis. “Di awal pertandingan, saya sempat merasa pesimis karena skor saya tidak terlalu baik. Namun, seiring berjalannya waktu, saya mulai bisa menyesuaikan diri dengan kondisi lintasan yang berbeda dari biasanya. Perlahan, performa saya meningkat dan akhirnya saya berhasil lolos ke babak playoff,” jelasnya. Di babak playoff, Kelly berhasil mempertahankan performanya hingga akhirnya meraih posisi Juara 1.

Bagi Kelly, pengalaman sebelumnya sebagai atlet Pelatnas (Pemusatan Latihan Nasional) SEA Games 2020-2021 sangat membantunya untuk tetap tenang dan fokus. “Pengalaman Pelatnas saya memang cukup membantu, terutama dalam mengelola tekanan dan fokus saat bertanding,” tambahnya.

Motivasi utama Kelly dalam mengikuti kompetisi ini berasal dari keluarga, terutama ibunya yang merupakan mantan atlet voli nasional. “Mama saya dulu adalah seorang atlet voli nasional dan saya selalu ingin mengikuti jejaknya. Meskipun beliau sudah berpulang, saya berusaha untuk mewujudkan keinginan beliau dengan terus berprestasi di bidang olahraga,” ujar Kelly.

Kelly menuturkan keterbatasan fasilitas latihan menjadi tantangan tersendiri dalam persiapannya. Ia harus pergi ke Jakarta agar dapat berlatih di lintasan bertaraf internasional. 

“Meskipun di Solo sendiri ada lintasan, namun fasilitasnya cukup sederhana, dan saya harus menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Saya juga harus beradaptasi dengan lintasan yang berbeda, karena suhu ruangan dan oil pattern pada lintasan bisa memengaruhi permainan,” jelasnya. Tidak hanya itu, perjalanan Surabaya-Solo turut menguras energinya selama mengikuti pertandingan. 

Di tengah kompetisi yang berlangsung, Kelly tetap berusaha untuk memenuhi kewajibannya sebagai mahasiswa dengan mengatur waktu untuk belajar di sela latihan dan meminta catatan dari teman-teman yang hadir di kelas.  Ke depannya, Kelly berharap bisa terus berprestasi di tingkat internasional dan meraih medali di SEA Games 2027 di Malaysia.
“Saya juga berharap bisa segera menyelesaikan skripsi saya dan menyelesaikan studi dengan baik,” tambahnya. Ia juga sangat bersyukur atas dukungan penuh dari Ubaya yang memberikan beasiswa penuh, sehingga ia bisa fokus pada perkuliahan sambil terus menekuni olahraga bowling.

Kelly menitipkan pesan bagi mahasiswa Ubaya lainnya. “Jangan takut untuk mencoba dan jangan cepat menyerah. Kalau sudah punya passion di bidang olahraga, jalani dengan serius dan konsisten. Meskipun fasilitas terbatas, kita bisa terus belajar dan berkembang, siapa tahu itu bisa membawa kita ke level yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Dengan pencapaiannya ini, Kelly menunjukkan bahwa dengan tekad, kerja keras, dan dukungan keluarga, kita bisa meraih impian meski menghadapi berbagai tantangan. (av)

The post Mahasiswa FH Ubaya Raih Juara 1 dalam Java Bowling League Champion 2025-2026 appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>