Ubaya di Media Archives - Universitas Surabaya (UBAYA) https://www.ubaya.ac.id/category/ubaya-di-media/ Thu, 21 May 2026 09:48:58 +0000 en-US hourly 1 Dari Buku hingga Diorama, Cara Kreatif Dr. Listyo Bangun Kesehatan Mental https://www.ubaya.ac.id/2026/05/21/dari-buku-hingga-diorama-cara-kreatif-dr-listyo-bangun-kesehatan-mental/ Thu, 21 May 2026 09:48:58 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=98139 Psikolog sekaligus penggerak komunitas, Dr. Listyo Yuwanto, mengembangkan lima Creative Community Project berbasis psikologi komunitas untuk mendukung kesehatan mental masyarakat. Lima program tersebut meliputi LYBRARY, RETOYCLE, CoffeeBrick, PsychoDiorama, dan EcoFuture. Program-program tersebut memadukan literasi, seni, kepedulian sosial, serta lingkungan dalam pendekatan sederhana dan dekat dengan kehidupan masyarakat. LYBRARY dikembangkan sebagai gerakan filantropi literasi kreatif yang […]

The post Dari Buku hingga Diorama, Cara Kreatif Dr. Listyo Bangun Kesehatan Mental appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Psikolog sekaligus penggerak komunitas, Dr. Listyo Yuwanto, mengembangkan lima Creative Community Project berbasis psikologi komunitas untuk mendukung kesehatan mental masyarakat. Lima program tersebut meliputi LYBRARY, RETOYCLE, CoffeeBrick, PsychoDiorama, dan EcoFuture.

Program-program tersebut memadukan literasi, seni, kepedulian sosial, serta lingkungan dalam pendekatan sederhana dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

LYBRARY dikembangkan sebagai gerakan filantropi literasi kreatif yang menyediakan buku buatan komunitas bagi anak-anak keluarga prasejahtera dan komunitas krisis. Program ini juga mendorong gerakan “Satu Rumah Satu Perpustakaan Keluarga” guna membangun budaya membaca sejak dini serta mempererat hubungan emosional orang tua dan anak melalui kegiatan mendongeng.

Sementara itu, RETOYCLE mengajak masyarakat memberikan “kehidupan kedua” bagi mainan rusak dan bekas. Mainan diperbaiki, didesain ulang, dicat kembali, lalu dibagikan kepada anak-anak yang membutuhkan.

Program tersebut menggabungkan unsur psikologi, desain, ekologi, dan ekonomi sosial. Selain mengurangi limbah mainan, RETOYCLE juga membantu mendukung tumbuh kembang anak melalui permainan yang layak pakai.

CoffeeBrick hadir sebagai program pendampingan psikososial berbasis kunjungan rumah bagi lansia dan individu berkebutuhan khusus. Program ini menggabungkan aktivitas minum kopi atau minuman hangat, bermain brick dan diorama mini, serta sesi bercerita reflektif dalam suasana santai.

Melalui pendekatan tersebut, CoffeeBrick membantu mengurangi rasa kesepian, meningkatkan keterlibatan sosial, dan menjaga kesejahteraan psikologis peserta. Adapun PsychoDiorama menggabungkan psikologi dengan seni diorama dan miniatur.

“PsychoDiorama mengeksplorasi bagaimana dunia mini dapat merepresentasikan pikiran, emosi, pengalaman hidup, dan dinamika psikologis manusia melalui konsep seperti PsychoBrick, PsychoFigure, dan PsychoTrain,” terang Dr. Listyo Yuwanto, dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat, 15 Mei 2026.

Selain itu, EcoFuture dikembangkan melalui pendekatan ecotherapy dan kreativitas lingkungan. Program ini mengajak masyarakat membuat aromaterapi alami dari bahan herbal serta mengikuti aktivitas pemulihan psikologis berbasis alam.

Kegiatan EcoFuture dilakukan di berbagai ruang terbuka seperti hutan, kebun, sawah, sungai, pegunungan, taman kota, dan pedesaan. Aktivitasnya meliputi forest bathing, relaksasi, mindful walking, perawatan tanaman, hingga eksplorasi alam sederhana untuk membantu mengurangi stres dan meningkatkan ketenangan emosional.

Creative Community Project tersebut telah dikembangkan di sejumlah daerah, di antaranya Surabaya, Malang, Blitar, Denpasar, Yogyakarta, Sleman, Klaten, Boyolali, Semarang, Bandung, Bogor, dan Jakarta.

Program-program itu diharapkan menjadi ruang kolaborasi lintas komunitas dalam membangun masyarakat yang lebih peduli, kreatif, inklusif, berkelanjutan, dan sehat secara psikologis.

Sumber: TVRI News

The post Dari Buku hingga Diorama, Cara Kreatif Dr. Listyo Bangun Kesehatan Mental appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Banyak Salah Kaprah soal Vertigo, Mahasiswa FK Ubaya Ajak Warga Lebih Waspada https://www.ubaya.ac.id/2026/05/15/banyak-salah-kaprah-soal-vertigo-mahasiswa-fk-ubaya-ajak-warga-lebih-waspada/ Fri, 15 May 2026 10:30:59 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=98110 Keluhan pusing kerap dianggap sepele oleh masyarakat. Padahal, sensasi kepala berputar atau vertigo dapat menjadi tanda gangguan serius, termasuk gejala stroke pada lansia jika terlambat mendapatkan penanganan medis. Mahasiswa FK Ubaya Turun Edukasi di CFD Puluhan mahasiswa semester 6 Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat saat kegiatan Car Free Day di Jalan Raya Darmo, Surabaya, […]

The post Banyak Salah Kaprah soal Vertigo, Mahasiswa FK Ubaya Ajak Warga Lebih Waspada appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Keluhan pusing kerap dianggap sepele oleh masyarakat. Padahal, sensasi kepala berputar atau vertigo dapat menjadi tanda gangguan serius, termasuk gejala stroke pada lansia jika terlambat mendapatkan penanganan medis.

Mahasiswa FK Ubaya Turun Edukasi di CFD

Puluhan mahasiswa semester 6 Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat saat kegiatan Car Free Day di Jalan Raya Darmo, Surabaya, Minggu (10/5/2026).

Kegiatan tersebut didampingi Dosen Fakultas Kedokteran Ubaya, Valentinus Besin, yang memberikan pemahaman mengenai perbedaan nyeri kepala dan vertigo.

Menurut dr Valen, masih banyak masyarakat yang menganggap keluhan pusing identik dengan sakit kepala. Padahal dalam dunia medis, keduanya merupakan kondisi berbeda.

“Pusing sering dianggap nyeri kepala, padahal sebenarnya nyeri kepala dan pusing berputar atau vertigo itu berbeda,” ujar Valentinus kepada Tribun Jatim Network, Minggu (10/5/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian masyarakat sekaligus pembelajaran mahasiswa dalam blok Neurologi semester 6.

Lebih dari 20 mahasiswa diterjunkan langsung untuk memberikan edukasi mengenai keluhan pusing, vertigo, hingga tanda bahaya yang perlu segera ditangani tenaga medis.

Vertigo Bisa Jadi Gejala Stroke

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diajak memahami kapan vertigo maupun nyeri kepala harus segera diperiksakan ke rumah sakit.

Dokter Valen menuturkan, vertigo sering diremehkan karena dianggap gangguan ringan. Padahal pada kelompok lanjut usia, kondisi itu bisa menjadi salah satu gejala stroke.

“Khususnya para lansia harus hati-hati, karena vertigo bisa merupakan salah satu gejala stroke,” katanya.

Pihaknya mengingatkan masyarakat untuk waspada apabila nyeri kepala muncul mendadak dengan intensitas berat, disertai panas badan, perubahan pola nyeri, hingga tanda gangguan saraf seperti kejang, bicara pelo, atau kelemahan separuh tubuh.

Sementara pada vertigo, tanda bahaya yang perlu diwaspadai meliputi sensasi pusing berputar mendadak, gangguan keseimbangan, muntah hebat, penurunan pendengaran, hingga pandangan ganda dan sulit menelan.

“Kami sering melakukan edukasi terkait keluhan penyakit yang kadang disepelekan masyarakat karena ada potensi bahaya,” pungkasnya.

Kegiatan itu juga menjadi pengalaman tersendiri bagi mahasiswa yang terlibat langsung di lapangan. Salah satunya Vaness, mahasiswi FK Ubaya, yang mengaku banyak warga tertarik berkonsultasi mengenai keluhan pusing dan vertigo.

“Tantangannya memang tidak semua orang menerima brosur yang kami berikan, dan kami cari lagi. Ada juga yang sempat ngobrol, mereka tanya tentang nyeri kepala, vertigo, dan cerita keluhan pusing,” sebut Vaness.

Hal senada disampaikan Amel yang menyebut masyarakat sering kesulitan menjelaskan urutan gejala yang dirasakan.

“Ada yang cerita awalnya sakit perut dulu, katanya asam lambung, pusing, bertanya vertigo atau bukan. Untungnya kami didampingi dokter Valen, sehingga tadi edukasinya bahwa vertigo dapat disertai gejala mual. Kadang orang memiliki gejala yang bingung mendeskripsikan dan mengurutkan gejalanya. Respon setiap orang berbeda jadi seru,” tutup Amel.

Sumber Berita: Surya.co.id

The post Banyak Salah Kaprah soal Vertigo, Mahasiswa FK Ubaya Ajak Warga Lebih Waspada appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Tim Putra dan Putri Ubaya Juara Campus League Basketball Regional Surabaya https://www.ubaya.ac.id/2026/04/30/tim-putra-dan-putri-ubaya-juara-campus-league-basketball-regional-surabaya/ Thu, 30 Apr 2026 10:04:42 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=98049 Partai final Campus League Basketball Regional Surabaya di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu (29/4/2026), mengukuhkan Ubaya merebut gelar ganda, yakni juara tim putri dan tim putra sekaligus. Di laga final pertama, Tim Putri Ubaya menundukkan Universitas Ciputra Makassar (UCM) dengan skor meyakinkan 95-28. Sementara itu, Tim Putra Ubaya mengandaskan perlawanan wakil Papua, Universitas Cendrawasih (Uncen), […]

The post Tim Putra dan Putri Ubaya Juara Campus League Basketball Regional Surabaya appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Partai final Campus League Basketball Regional Surabaya di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu (29/4/2026), mengukuhkan Ubaya merebut gelar ganda, yakni juara tim putri dan tim putra sekaligus.

Di laga final pertama, Tim Putri Ubaya menundukkan Universitas Ciputra Makassar (UCM) dengan skor meyakinkan 95-28. Sementara itu, Tim Putra Ubaya mengandaskan perlawanan wakil Papua, Universitas Cendrawasih (Uncen), dengan skor 84-48.

Tim Putri Ubaya tampil impresif dan solid di semua lini. Meski sempat mendapat perlawanan dari UCM di awal laga, skuat asuhan Wellyanto Pribadi mampu menjaga tempo permainan. Transisi cepat dan disiplin dalam bertahan membuat UCM kesulitan menembus pertahanan.

Memasuki kuarter kedua, Ubaya semakin panas dan efektif mengonversi poin lewat fastbreak maupun second chance. Mereka menutup babak pertama dengan keunggulan jauh 44-14.

Usai halftime, Ubaya tak mengendurkan intensitas. Rotasi pemain berjalan mulus tanpa mengurangi kualitas permainan. UCM hanya mampu mencetak empat poin di kuarter ketiga. Memasuki kuarter keempat, pertandingan praktis dikuasai Ubaya.

Mereka tetap bermain disiplin hingga buzzer berbunyi, memastikan medali emas dan gelar juara putri Campus League Basketball Regional Surabaya menjadi milik Ubaya.

Meski menang telak, Pelatih Tim Putri Ubaya Wellyanto Pribadi menilai performa anak asuhnya belum sepenuhnya maksimal di partai final. Ia menegaskan evaluasi akan terus dilakukan, terutama menjelang babak The National yang akan menghadirkan lawan lebih berat.

“Memang kami menang, namun kalau melihat persentase efektivitas di pertandingan ini justru kami menurun. Dari berapa kali percobaan cuma berapa poin yang berhasil. Sekarang fokus kita itu ke persaingan di Campus League National yang lawannya lebih berat, terutama dari Jakarta. Skill dan kualitasnya bagus-bagus, pemainnya juga tinggi-tinggi. Jadi kami perlu kerja lebih keras untuk di level nasional,” ujarnya.

Shooting guard Tim Putri Ubaya, Evelyn Fiyo, juga menekankan pentingnya peningkatan performa ketimbang larut dalam euforia gelar juara. Pemain timnas basket 3×3 peraih emas SEA Games 2025 Filipina itu menyebut tantangan sesungguhnya ada di babak nasional.

“Untuk babak nasional, kami persiapannya itu cari lawan tanding yang lebih susah. Juga di dalam tim kami upayakan makin solid. Waktu sebelum main di regional ini pun kami latihan melawan tim putra, tujuannya untuk menguatkan defense,” kata Fiyo.

Keberhasilan tim putri kemudian dilengkapi oleh kemenangan Tim Putra Ubaya atas Universitas Cendrawasih. Sejak tip-off, Uncen tampil berani dan sempat menekan. Namun, permainan rapi dan efektif membuat Ubaya mampu meredam agresivitas lawan.

Meski kedua tim tampil ngotot, Ubaya tetap unggul 45-27 saat turun minum.

Selepas halftime, Ubaya tampil lebih lugas. Serangan yang presisi membuat selisih poin semakin melebar. Memasuki kuarter terakhir, Ubaya semakin di atas angin.

Uncen berusaha keras mengejar ketertinggalan, tetapi margin yang sudah terlalu jauh membuat mereka tak mampu membalikkan keadaan. Ubaya pun memastikan medali emas putra Campus League Basketball Regional Surabaya.

“Kami sempat kesulitan di kuarter 1 dan 2, tapi karena pelatih terus memberikan arahan yang tepat akhirnya bisa kami eksekusi dengan baik. Itu menguntungkan kami di kuarter 3 dan 4. Kami bersyukur bisa menang di tingkat regional dan tentu menambah motivasi untuk juara di level berikutnya, yaitu The National,” ujar pemain Ubaya, Bobby Geraldo Alanda.

Wakil Rektor Ubaya, Prof. Dr., apt., Christina Avanti, sejak awal optimistis timnya mampu meraih gelar jika tampil konsisten.

“Dari awal perekrutan tim ini kami memang menargetkan Ubaya bisa terus menang. Kami tahu Uncen adalah lawan yang berat, tetapi jika bisa melewati final ini, saya yakin anak-anak kami mampu menghadapi tantangan di level nasional berikutnya,” katanya.

Dengan hasil ini, Tim Putri dan Putra Ubaya memastikan tiket ke babak The National Campus League Basketball yang akan berlangsung di Jakarta pada 6-13 Juni 2026.

Mereka melaju bersama Tim Putri Universitas Ciputra Makassar dan Tim Putra Universitas Cendrawasih sebagai runner-up untuk menghadapi tim-tim terbaik dari regional Bandung, Yogyakarta, Samarinda, dan Jakarta.

Stimulasi Ekosistem Basket di Surabaya

CEO Campus League, Ryan Gozali, menyebut kompetisi Regional Surabaya berjalan lancar dengan antusiasme tinggi dari perguruan tinggi dan student-athlete di Jawa Timur dan sekitarnya. Sejak dimulai pada Rabu (22/4), sebanyak 16 tim putra dan 8 tim putri dari 17 perguruan tinggi turut ambil bagian.

Ryan menilai perbedaan kualitas antar tim justru menjadi tantangan untuk meningkatkan pembinaan dan kualitas kompetisi.

“Harapannya Campus League bisa memicu pergerakan baru dalam ekosistem olahraga kampus. Dulu di Jawa Timur ada Ubaya dan Unair yang dominan. Karena sempat vakum cukup lama, peta kekuatan berubah. Kami ingin ini menjadi stimulasi baru, tidak hanya untuk Surabaya tetapi juga Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Unesa, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko S.Pd., M.Kes., mengapresiasi penyelenggaraan Campus League sebagai wadah kompetisi mahasiswa.

Ia mengaku bangga meski Tim Putra Unesa hanya finis di posisi ketiga, namun tetap berhasil menjadi tuan rumah yang baik sekaligus berkontribusi dalam menghidupkan kembali ekosistem basket di Surabaya.

“Kami bersyukur dipercaya menjadi tuan rumah. Ini menjadi semangat bagi Unesa sebagai kampus para juara. Hasil ini juga menjadi motivasi agar ke depan kami bisa lebih bersaing di level atas. Saya juga mengajak mahasiswa untuk aktif di Campus League, karena olahraga dan kompetisi adalah sarana pembentukan karakter,” tutupnya.

Sumber: SindoNews

The post Tim Putra dan Putri Ubaya Juara Campus League Basketball Regional Surabaya appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Kisah Kembar Summa Cumlaude Ubaya, Sudah Direkrut Perusahaan Global Sebelum Lulus https://www.ubaya.ac.id/2026/04/27/kisah-kembar-summa-cumlaude-ubaya-sudah-direkrut-perusahaan-global-sebelum-lulus/ Mon, 27 Apr 2026 10:52:06 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=98022 Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar Rapat Terbuka Senat dalam rangka wisuda Program Diploma, Sarjana, Magister, dan Doktor di The Westin Surabaya, Sabtu (25/4). Sebanyak 962 wisudawan resmi dikukuhkan menjadi alumni. Rinciannya terdiri dari 2 lulusan Diploma, 780 Sarjana, 119 Magister, 1 Doktor, dan 60 lulusan program profesi. Rektor Ubaya Benny Lianto menyatakan para lulusan telah dibekali […]

The post Kisah Kembar Summa Cumlaude Ubaya, Sudah Direkrut Perusahaan Global Sebelum Lulus appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar Rapat Terbuka Senat dalam rangka wisuda Program Diploma, Sarjana, Magister, dan Doktor di The Westin Surabaya, Sabtu (25/4).

Sebanyak 962 wisudawan resmi dikukuhkan menjadi alumni. Rinciannya terdiri dari 2 lulusan Diploma, 780 Sarjana, 119 Magister, 1 Doktor, dan 60 lulusan program profesi.

Rektor Ubaya Benny Lianto menyatakan para lulusan telah dibekali pembentukan karakter yang matang untuk menghadapi dunia kerja.

Dia menyebut mahasiswa Ubaya melewati empat tahap pembentukan, mulai dari inisiasi karakter dan kepemimpinan dasar, pertumbuhan karakter, eksplorasi potensi, hingga pendewasaan melalui pendampingan karier.

“Kami dengan bangga menyampaikan bahwa 97 persen lulusan Ubaya diterima bekerja kurang dari enam bulan setelah lulus. Selain itu, pekerjaan yang dijalani relevan dengan bidang studinya,” ujar Benny.

Capaian tersebut sekaligus menjawab kekhawatiran orang tua terkait masa depan lulusan di tengah persaingan kerja yang ketat.

Salah satu kisah inspiratif datang dari wisudawan kembar, Kevin Tanli dan Patrick Tanli. Keduanya lulus dari Program Studi Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika Ubaya dengan predikat summa cumlaude dan IPK di atas 3,9.

Tak hanya unggul secara akademik, keduanya juga aktif meraih prestasi nasional serta menjadi asisten dosen selama kuliah.

Menariknya, Kevin dan Patrick telah diterima bekerja di perusahaan multinasional bahkan sebelum diwisuda.

Kevin kini berkarier di Ernst & Young, salah satu kantor akuntan publik terbesar di dunia. Sementara Patrick bekerja di Philip Morris International.

“Pesan kami, hadapi apa pun rintangan di depan. Orang tidak peduli apa yang kamu pikul, tetapi hasilnya. No need to shout, excellence speaks,” ujar Patrick. (mcr12/jpnn)

Sumber: jpnn.com

The post Kisah Kembar Summa Cumlaude Ubaya, Sudah Direkrut Perusahaan Global Sebelum Lulus appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Ubaya Gelar Kuliah Tamu di Surabaya, Tekankan Pemahaman Perlindungan Hukum Penumpang Penerbangan https://www.ubaya.ac.id/2026/04/22/ubaya-gelar-kuliah-tamu-di-surabaya-tekankan-pemahaman-perlindungan-hukum-penumpang-penerbangan/ Wed, 22 Apr 2026 09:15:45 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=98004 Fakultas Hukum (FH) Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar kuliah tamu bertema Pertanggungjawaban Perdata Pengangkut dalam Peristiwa Penerbangan. Kegiatan ini menghadirkan praktisi hukum Columbanus Priaardanto dari DANTO Law Group untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa terkait perlindungan hukum di sektor penerbangan.   Columbanus menekankan pentingnya edukasi hukum bagi masyarakat, khususnya calon penumpang pesawat. Menurutnya, pemahaman hak menjadi hal […]

The post Ubaya Gelar Kuliah Tamu di Surabaya, Tekankan Pemahaman Perlindungan Hukum Penumpang Penerbangan appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>

Fakultas Hukum (FH) Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar kuliah tamu bertema Pertanggungjawaban Perdata Pengangkut dalam Peristiwa Penerbangan. Kegiatan ini menghadirkan praktisi hukum Columbanus Priaardanto dari DANTO Law Group untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa terkait perlindungan hukum di sektor penerbangan.

 

Columbanus menekankan pentingnya edukasi hukum bagi masyarakat, khususnya calon penumpang pesawat. Menurutnya, pemahaman hak menjadi hal mendasar agar penumpang tidak dirugikan oleh maskapai maupun pihak asuransi.

“Calon penumpang harus mengerti haknya. Jangan sampai seolah-olah tidak punya hak di hadapan maskapai atau asuransi,” ujarnya, Senin (20/4).

 

Dalam peristiwa kecelakaan penerbangan, tambah Columbanus, terdapat perbedaan tanggung jawab antara maskapai sebagai pengangkut dan produsen pesawat. Maskapai bertanggung jawab atas kejadian yang berkaitan dengan operasional, sedangkan produsen bertanggung jawab jika kecelakaan disebabkan oleh cacat produk pesawat.

Columbanus menjelaskan bahwa peluang untuk menuntut produsen pesawat terbuka melalui Konvensi Montreal yang telah diratifikasi Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009. Aturan tersebut menjadi dasar hukum bagi korban untuk mengajukan tuntutan product liability.

 

Ia juga menegaskan bahwa setiap penumpang telah mendapatkan perlindungan melalui asuransi wajib seperti Jasa Raharja. Santunan diberikan kepada korban atau ahli waris tanpa syarat. Namun, pemahaman terkait hak tambahan di luar santunan tersebut masih perlu ditingkatkan.

“Sering kali keluarga korban tidak menuntut karena tidak tahu haknya. Padahal, itu merupakan hak yang bisa diperjuangkan,” tegasnya.

 

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Ubaya periode 2023–2027, Hwian Christianto, menyebut kuliah tamu ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam menghadirkan isu hukum yang relevan dan aktual.

Menurutnya, tantangan hukum ke depan semakin kompleks karena melibatkan aspek internasional. Mahasiswa hukum dituntut memiliki perspektif global dan kemampuan kolaborasi lintas profesi.

“Dalam kasus penerbangan, mahasiswa harus mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akuntan publik dan pengacara luar negeri, untuk memperjuangkan hak korban,” ujarnya.
 
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif terkait pertanggungjawaban perdata dalam penerbangan, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan hak korban.
Sumber: radarsurabaya.jawapos.com

The post Ubaya Gelar Kuliah Tamu di Surabaya, Tekankan Pemahaman Perlindungan Hukum Penumpang Penerbangan appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Kenapa Urban Farming Lebih dari Sekadar Bertani? Ini Kata Pakar Teknobiologi https://www.ubaya.ac.id/2026/04/15/kenapa-urban-farming-lebih-dari-sekadar-bertani-ini-kata-pakar-teknobiologi/ Wed, 15 Apr 2026 12:43:16 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97974 Di tengah padatnya kehidupan perkotaan dan semakin terbatasnya lahan hijau, urban farming hadir sebagai harapan baru. Dari halaman rumah yang sempit, atap bangunan, hingga sudut-sudut tidak terpakai, masyarakat mulai menanam sendiri kebutuhan pangannya. Fenomena ini bukan sekadar tren gaya hidup, tetapi juga menjadi upaya nyata untuk menjaga ketahanan pangan, memperkuat ekonomi rumah tangga, sekaligus membangun […]

The post Kenapa Urban Farming Lebih dari Sekadar Bertani? Ini Kata Pakar Teknobiologi appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Di tengah padatnya kehidupan perkotaan dan semakin terbatasnya lahan hijau, urban farming hadir sebagai harapan baru.

Dari halaman rumah yang sempit, atap bangunan, hingga sudut-sudut tidak terpakai, masyarakat mulai menanam sendiri kebutuhan pangannya.

Fenomena ini bukan sekadar tren gaya hidup, tetapi juga menjadi upaya nyata untuk menjaga ketahanan pangan, memperkuat ekonomi rumah tangga, sekaligus membangun kedekatan manusia dengan alam di tengah hiruk pikuk kota. 

 

Dosen Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (Ubaya), Ida Bagus Made Artadana menilai urban farming memiliki peran penting, terutama dalam skala kecil.

“Terutama untuk penyediaan sayuran segar yang memiliki umur pendek dan berukuran kecil. Tanaman jenis memiliki umur yang pendek sehingga biaya produksi rendah, hampir sebagain besar bagian tanamannya bisa dikonsumsi,” ujar dosen yang biasa disapa Arta kepada Kompas.com, Senin (13/4/2026).

 

Menurutnya, tanaman seperti sayuran daun menjadi pilihan ideal karena cepat panen dan efisien secara biaya. 

“Sehingga perbandingan biaya produksi dan jumlah produk yang dihasilkan cukup tinggi, serta dapat ditanam secara fertikan sehingga cocok untuk pertanian pada lahan terbatas di lingkungan perkotaan,” imbuhnya. 

 

Meski demikian, urban farming memiliki keterbatasan untuk tanaman berumur panjang dan biji-bijian. Karena hasil yang dikeluarkan tidak seimbang dengan biaya yang dikeluarkan untuk pertanian lahan terbatas.

“Artinya, urban farming dapat meningkatkan ketahanan pangan, namun tidak bisa menjadi sumber utama kebutuhan pangan perkotaan,” ujarnya lagi. 

 

Tantangan teknis hingga sosial 

 

Di balik potensinya, urban farming tidak lepas dari berbagai kendala, baik dari sisi teknis, ekonomi, maupun sosial. 

Sebab budidaya tanaman membutuhkan tiga kompenen lingkungan utama yaitu sinar matahari, suhu, air, dan ketersediaan pupuk. Dari ketiga kompenen tersebut, kertersediaan matahari dan kualitas air menjadi tantangan.

“Air yang tercemar bisa membawa penyakit yang dapat menginfeksi tanaman atau penyebarkan penyakit ke orang yang mengkonsumsinya,” kata Ida Bagus Made Artadana.

 

Selain itu, kondisi lingkungan perkotaan juga menjadi hambatan tersendiri. Penggunaan air PDAM, selain akan meningkatkan biaya produksi jika mengandung klorin yang tinggi. 

“Sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman, udara perkontaan yang panas juga dapat meningkatkan penguapan air dari daun tenaman sehingga tanaman muda layu dan pertumbuhannya terhambat,” sambungnya. 

 

Keterbatasan cahaya juga tidak kalah penting, lingkungan yang padat menurunkan jumlah cahaya yang bisa diterima oleh tanaman untuk fotosintesis sehingga pertumbuhan tanaman bisa menjadi lebih lambat.

“Untuk urban farming yang menggunakan sistem hidroponik, diperlukan suplai listrik yang stabil dan pengetahuan yang cukup mengenai menjemen pengelolaan larutan nutrisi,” ujar dosen yang salah satu karyanya adalah buku Dasar-Dasar Genetika Mendel dan Pengembangannya.

 

Sedangkan dari sisi biaya, teknologi modern juga tidak murah. Budidaya urban farming yang menggunakan teknologi modern seperti hidroponik membutuhkan biaya produksi awal. 

“Yang mahal dan biaya produksi yang lebih tinggi. Hal ini menyebabkan harga sayuran yang diproduksi menjadi lebih mahal dari pertanian konvensional,” imbuhnya. 

 

Sementara itu, tantangan sosial sering kali berkaitan dengan konsistensi. Banyak program urban farming diawali dengan adanya lomba atau program bantuan pemerintah.

“Namun, ketika aktifitas atau program sudah selesai, aktivitas meulai menuruan dan pada akhirnya berhenti,” ujarnya lagi. 

 

Peran pemerintah dan komunitas 

 

Untuk itu keberlanjutan urban farming tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah berperan sebagai inisitor program, memberikan bantuan peralatan, pelatihan ataupun regulasi.

“Beberapa kota besar telah membuat program untuk menggalakkan urban farming seperti Buruan Sae yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kota Bandung. Kota Surabaya memiliki kompetisi tahunan urban farming untuk menggalakkan urban farming di kota Surabaya,” tutur Ida Bagus Made Artadana. 

 

Namun, peran komunitas justru menjadi kunci utama, berperan penting dalam menjaga keberlangsungan program ini. Komunitas harus menjadi konsumen utama dari produk yang dihasilkan sehingga produk urban farming yang dihasilkan bisa terserap. 

“Komunitas juga harus secara regular memberian pelatihan kepada masyarakat agar dapat meberikan solusi praktis dari berbagai permasalah yang dialami selama bercocok tanam,” sambungnya.

 

Peluang ekonomi dari kebun kota 

 

Kini lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan dapur, urban farming juga membuka peluang ekonomi rumah tangga. Terutama untuk menurunkan biasaya konsumsi rutin dari sayuran, cabai dan beberapa jenis rempah. 

Selanjutnya, untuk menjadi bisnis yang berkelanjutan, diperlukan strategi yang tepat untuk menjadi usaha yang menghasilkan profit. Maka ada beberapa model bisnis yang bisa dikembangkan antara lain. 

“Pertama bisnis berbasis komunitas, di sini kelompok warga menanam komuditas yang cepat panen dan menjualnya kelingkungan sekitar dalam bentuk fresh atau olahan,” kata dosen yang memiliki keahlian di transformasi tanaman, perbanyakan tanaman, bioteknologi.

“Kedua Model B2B (bisnis to bisnis). Jadi warga harus memiliki kerja sama dengan restoran, kafe atau swalayan. Ini menjanjikan, karena unit tersebut umumnya mementingkan kualitas sehingga dapat mentoleransi harga produk yang relatif lebih tinggi dari pertanian konvensional,” imbuhnya. 

Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam menjaga pasokan harus memiliki lahan luas atau jejaring produsen yang luas agar mampu menyuplai konsumen secara terus menerus.

 

Pada akhirnya, kunci utama bukan hanya pada teknik bertanam, tetapi juga pasar. Sebagai bisnis, urban farming sering gagal bukan karena teknologinya melainkan ketersediaan pasar. Sehingga sebelum memulai sangat disarankan untuk mengetahui kebutuhan dan perilaku pasar disekitarnya. 

“Sebagai pengalaman kami di Ubaya, pernah memproduksi berbagai jenis sayuran secara hidroponik, namun sampai saat ini yang masih bertahan hanyalah sawi daging karena itu yang paling diminati oleh lingkungan Ubaya,” pungkas Ida Bagus Made Artadana.

Sumber berita: Kompas.com
Sumber gambar: kitchenheed.com

The post Kenapa Urban Farming Lebih dari Sekadar Bertani? Ini Kata Pakar Teknobiologi appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Ekonom Ubaya: WFA bagi ASN Bisa Jadi Kunci Penghematan BBM dan Penguatan Daya Beli Masyarakat https://www.ubaya.ac.id/2026/04/06/ekonom-ubaya-wfa-bagi-asn-bisa-jadi-kunci-penghematan-bbm-dan-penguatan-daya-beli-masyarakat/ Mon, 06 Apr 2026 09:43:57 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97938 Penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dapat dilakukan lewat pengalihan anggaran operasional pemerintah menjadi subsidi tepat sasaran. Langkah ini dinilai lebih efektif menjaga daya beli masyarakat dibandingkan menaikkan harga di pasar. Ekonom Universitas Surabaya (Ubaya), Firman Rosjadi Djoemadi, menyebut efisiensi energi di internal birokrasi menciptakan ruang fiskal yang lebih luas. Penghematan biaya perjalanan dinas dan listrik kantor menjadi kunci penguatan […]

The post Ekonom Ubaya: WFA bagi ASN Bisa Jadi Kunci Penghematan BBM dan Penguatan Daya Beli Masyarakat appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dapat dilakukan lewat pengalihan anggaran operasional pemerintah menjadi subsidi tepat sasaran.

Langkah ini dinilai lebih efektif menjaga daya beli masyarakat dibandingkan menaikkan harga di pasar.

Ekonom Universitas Surabaya (Ubaya), Firman Rosjadi Djoemadi, menyebut efisiensi energi di internal birokrasi menciptakan ruang fiskal yang lebih luas. Penghematan biaya perjalanan dinas dan listrik kantor menjadi kunci penguatan modal masyarakat.

“Pemerintah sebenarnya punya ruang fiskal yang lebih baik. Dana itu bisa digunakan untuk meningkatkan daya beli masyarakat,” ujar Firman, Selasa (31/3/2026).

Ia menyarankan penerapan sistem kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk menekan konsumsi energi nasional secara signifikan. Pengurangan mobilitas tersebut secara otomatis memangkas beban belanja BBM pada sektor transportasi publik.

“Work from anywhere oleh ASN itu bisa mengurangi biaya listrik, bisa biaya transport,” jelasnya.

Selain penghematan di sektor publik, Firman menekankan pentingnya beralih ke gas alam cair atau LNG untuk mengurangi beban impor. Optimalisasi cadangan gas domestik dapat menjadi substitusi langsung bagi konsumsi elpiji dan minyak bumi.

“Kita punya cadangan domestik yang besar. Itu bisa segera digunakan untuk menggantikan LPG,” kata Firman.

Dirinya mendorong percepatan infrastruktur gas perkotaan sebagai strategi ketahanan energi jangka panjang yang paling realistis. Hal ini dianggap lebih mendesak mengingat ketergantungan impor bahan bakar fosil yang masih sangat tinggi.

“Langkah ketahanan energi yang paling realistis adalah percepatan penggunaan gas LNG,” tegasnya.

Terkait adaptasi industri, Firman berpendapat bahwa sektor manufaktur memiliki keterbatasan dalam penghematan energi jangka pendek. Menurutnya, efisiensi di sektor industri sebaiknya tidak menyentuh proses produksi utama agar output ekonomi tidak anjlok.

“Industri penghematannya bukan di energi tapi di hal lain. Jika industri sampai menghemat energi, produksinya akan terkendala,” ungkap Firman.

Ia menambahkan bahwa penghematan di sektor industri hanya bisa dilakukan pada fasilitas pendukung di luar jalur mesin produksi. Pengaturan listrik pada area perkantoran pabrik menjadi area yang paling mungkin dilakukan penyesuaian.

“Kalau proses produksi saya kira malah tidak bagus kalau dia harus dikurangi energinya,” imbuhnya.

Strategi terakhir adalah pemberian insentif masif untuk konversi kendaraan listrik untuk mengubah perilaku konsumsi masyarakat. Skema bantuan harga jual dinilai lebih diterima publik ketimbang kebijakan yang bersifat menekan atau disinsentif.

“Skema insentif beralih ke kendaraan listrik itu yang pemerintah harus berani dan dipermudah,” ucap Firman.

Firman menilai faktor psikologis masyarakat yang cemas terhadap krisis energi global harus direspons dengan kebijakan yang meringankan. Pemberian kemudahan akses energi terbarukan akan mempercepat transisi tanpa memicu gejolak sosial.

“Untuk saat ini saya kira lebih baik insentif karena psikologis masyarakat sedang cemas,” tuturnya

Sumber: Tribun Jatim.com

Sumber Gambar: Pinterest

The post Ekonom Ubaya: WFA bagi ASN Bisa Jadi Kunci Penghematan BBM dan Penguatan Daya Beli Masyarakat appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Psikolog Ubaya Ingatkan Orang Tua Batasi Penggunaan Medsos bagi Anak https://www.ubaya.ac.id/2026/03/13/psikolog-ubaya-ingatkan-orang-tua-batasi-penggunaan-medsos-bagi-anak/ Fri, 13 Mar 2026 08:38:22 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97852 Dosen Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya) menangapi kebijakan pemerintah yang membatasi penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dinilai sebagai langkah positif untuk melindungi anak di ruang digital. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI sepekan ini meresmikan pembatasan akun media sosial bagi anak di bawah umur melalui, langkah tersebut diambil untuk melindungi anak […]

The post Psikolog Ubaya Ingatkan Orang Tua Batasi Penggunaan Medsos bagi Anak appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Dosen Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya) menangapi kebijakan pemerintah yang membatasi penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dinilai sebagai langkah positif untuk melindungi anak di ruang digital.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI sepekan ini meresmikan pembatasan akun media sosial bagi anak di bawah umur melalui, langkah tersebut diambil untuk melindungi anak dari berbagai risiko di ruang digital seperti paparan pornografi, perundungan siber, dan penipuan online. kebijakan berlaku untuk sejumlah platform termasuk TikTok, Instagram, hingga game seperti Roblox, Selasa (10/3).

Dosen Fakultas Psikologi Ubaya, Ni Putu Adelia Kesumaningsari, M.Sc, mengatakan aturan tersebut merupakan inisiatif baik sebab pemerintah mulai memberikan pedoman resmi mengenai keamanan anak dalam menggunakan media sosial, dimana juga mendorong platform digital untuk menghadirkan fitur yang lebih ramah dan aman bagi anak.

“Aturan pemerintah itu bagus, sebab sudah ada pedoman tentang bagaimana media sosial harus dibuat agar aman bagi anak,” jelasnya.

Lanjut Adelia menjelaskan walapun disebutkan anak di bawah usia 16 tahun tidak diperbolehkan memiliki akun media sosial, meski demikian, penggunaan gawai oleh anak tetap harus berada di bawah pengawasan orang tua.

“Tantangan terbesar kebijakan ini ialah aspek teknis di lapangan, sistem digital masih memiliki banyak celah yang bisa dimanfaatkan, misalnya dengan menggunakan identitas orang tua untuk membuat akun, hal-hal seperti ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat,” kata Adelia.

Penggunaan gadget sebenarnya tidak selalu berdampak negatif bagi anak, kata Adelia dimana sejumlah penelitian yang dilakukannya, teknologi justru dapat mendukung perkembangan bahasa dan kognitif anak apabila digunakan dengan tepat.

“Dari riset ada dua faktor utama menentukan apakah penggunaan gadget berdampak buruk atau tidak, yaitu durasi penggunaan dan jenis konten yang dikonsumsi, apa yang ditonton anak dan berapa lama dia menggunakan gadget,” tuturnya.

Adelia menambahkan rata-rata anak di Indonesia menggunakan gadget hingga tujuh jam per hari, kondisi itu jadi tantangan tersendiri karena teknologi kini sudah menjadi bagian dari sistem pendidikan dan aktivitas sehari-hari.

“Meski penggunaan gadget berlebihan tetap dapat menimbulkan dampak psikologis bagi anak, antaranya kesulitan berkonsentrasi, mudah emosional ketika gadget diambil, serta menurunnya interaksi sosial dengan lingkungan sekitar, Itu sudah menjadi tanda adanya masalah.” ungkapnya.

Beliau menyarankan orang tua menetapkan aturan penggunaan gadget di rumah, misalnya tidak menggunakan gadget saat makan, di kamar mandi, atau di ruang pribadi, idealnya gadget digunakan di ruang terbuka agar lebih mudah diawasi.

“Penggunaan gadget bagi anak sebaiknya dimulai setelah usia tiga tahun dengan durasi terbatas dan konten edukatif, platform khusus anak seperti YouTube Kids juga dinilai lebih aman dibandingkan platform umum,” saranya.

Adelia menekankan bahwa keberhasilan kebijakan pemerintah tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi kesiapan orang tua dalam melakukan pengasuhan digital, seperti edukasi mengenai parenting digital bahkan sebaiknya diberikan sebelum seseorang memiliki anak.

“Kalau orang tuanya tidak diberi edukasi, biasanya solusi paling mudah ketika anak rewel adalah memberi handphone, padahal orang tua perlu belajar bagaimana mengelola emosi anak tanpa langsung memberikan gadget,” imbuhnya.

Sumber berita: Harian Bhirawa
Sumber gambar: Pinterest

The post Psikolog Ubaya Ingatkan Orang Tua Batasi Penggunaan Medsos bagi Anak appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Psikolog Ubaya Ungkap Alasan Pelaku Kekerasan Anak Mayoritas Orang Terdekat Korban https://www.ubaya.ac.id/2026/02/26/psikolog-ubaya-ungkap-alasan-pelaku-kekerasan-anak-mayoritas-orang-terdekat-korban/ Thu, 26 Feb 2026 09:35:14 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97761 Terungkapnya kasus kekerasan anak yang menimpa balita perempuan berinisial KR (4) di Bangkingan, Lakarsantri, pada Senin (9/2/2026) kemarin menambah panjang daftar penganiayaan yang melibatkan orang terdekat korban sebagai pelaku. Diketahui penganiayaan terhadap KR dilakukan oleh Fahrul (30) dan Sellyna (26) yang merupakan paman-bibi korban. Menurut data yang dikeluarkan Pusiknas Polri, pada tahun 2024 tercatat 12.216 […]

The post Psikolog Ubaya Ungkap Alasan Pelaku Kekerasan Anak Mayoritas Orang Terdekat Korban appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Terungkapnya kasus kekerasan anak yang menimpa balita perempuan berinisial KR (4) di Bangkingan, Lakarsantri, pada Senin (9/2/2026) kemarin menambah panjang daftar penganiayaan yang melibatkan orang terdekat korban sebagai pelaku. Diketahui penganiayaan terhadap KR dilakukan oleh Fahrul (30) dan Sellyna (26) yang merupakan paman-bibi korban.

Menurut data yang dikeluarkan Pusiknas Polri, pada tahun 2024 tercatat 12.216 anak-anak di seluruh Indonesia menjadi korban kekerasan. Di Jawa Timur, menurut data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), ada 1.547 kasus kekerasan pada anak pada tahun 2024. Sementara pada waktu yang sama, di Kota Surabaya tercatat ada 74 kasus laporan kekerasan pada anak.

Dari keseluruhan data yang tercatat, pola kekerasan di tingkat provinsi (Jawa Timur) dan Kota Surabaya memiliki kemiripan. Mayoritas anak-anak mendapatkan kekerasan seksual (58 persen), diikuti kekerasan psikis (22 persen), kekerasan fisik (15 persen), dan penelantaran anak (5 persen). Dalam berbagai kasus kekerasan yang ada, hampir 60 persen pelaku kekerasan terhadap anak merupakan orang terdekat korban, seperti orang tua, keluarga besar, dan tetangga.

Dosen Psikologi Perkembangan Universitas Surabaya, Ni Putu Adelia Kesumaningsari, S.Psi., M.Sc., menjelaskan penyebab pelaku kekerasan anak mayoritas adalah orang terdekat karena adanya hubungan yang sifatnya kontrol dan bergantung. Artinya, orang dewasa yang ada di lingkungan anak-anak memiliki kekuatan untuk lebih mengontrol dan membuat anak-anak bergantung, sehingga posisi ini rentan terhadap penyalahgunaan.

“Kita sering menyebutnya relasi kuasa. Di samping itu, kedekatan memberikan akses dan kesempatan. Orang terdekat dari korban memiliki otoritas, kepercayaan, dan ruang privat bersama anak yang membuat terjadinya kekerasan,” kata wanita yang akrab dipanggil Adel itu.

Walaupun memiliki berbagai otoritas dan kedekatan, kondisi itu tidak serta-merta melahirkan rasa empati. Selain itu, menurut ilmu psikologi, rasa empati merupakan kemampuan yang berkembang dan tidak statis, sehingga kedekatan tidak serta-merta menjadi alasan timbulnya rasa empati.

“Apabila orang terdekat ini sering mengalami stres masalah psikologis, mereka akan gagal berempati karena kapasitas empati mereka tidak ada, sehingga tidak akan mampu merespons kebutuhan anak secara hangat dan regulatif,” jelasnya.

Adel menjelaskan dalam perilaku kekerasan anak, hampir tidak pernah muncul dari satu sebab tunggal. Perilaku kekerasan terhadap anak biasanya hasil interaksi dari berbagai faktor, seperti ketidakmampuan mengatasi emosi negatif, stres harian atau gejala depresi lebih tinggi, riwayat kekerasan saat kecil, hingga faktor ekologi.

“Ketidakmampuan mengelola emosi-emosi negatif yang dirasakan seperti marah, sedih, frustrasi berlebihan yang tidak bisa disalurkan. Juga orang yang memiliki tingkat stres harian dan gejala depresi yang tinggi lebih berisiko dalam menggunakan strategi pengasuhan yang abusif.”

“Lalu orang yang punya riwayat mengulangi pola pengasuhan yang buruk cenderung mengulangi saat dia mengasuh,” tuturnya.

Menurut Adel, pelaku kekerasan anak cenderung memiliki tingkat masalah kesehatan mental dan riwayat trauma. Namun, tidak semua pelaku memenuhi kriteria gangguan jiwa berat. Sebagian kasus kekerasan terjadi karena kombinasi tekanan hidup, kelelahan, dan konflik rumah tangga.

Pemeriksaan psikologis atau asesmen psikologis penting dilakukan kepada pelaku untuk menilai risiko pengulangan perilaku sebenarnya dan menentukan intervensi yang tepat.

“Pemeriksaan psikologis dan rujukan untuk perawatan biasanya sangat dianjurkan bila ada kekhawatiran tentang keselamatan anak, tanda-tanda masalah psikologis berat pada anak/pelaku, atau pengulangan perilaku kekerasan/abusif,” pungkasnya. (ang/kun)

Sumber: Beritajatim.com

Sumber gambar: Pinterest

The post Psikolog Ubaya Ungkap Alasan Pelaku Kekerasan Anak Mayoritas Orang Terdekat Korban appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Politeknik Ubaya Gelar Donor Darah di Tengah Krisis Stok Darah O https://www.ubaya.ac.id/2026/01/13/politeknik-ubaya-gelar-donor-darah-di-tengah-krisis-stok-darah-o/ Tue, 13 Jan 2026 10:10:14 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97507 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Universitas Surabaya (Ubaya) bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya kembali menggelar aksi sosial tahunan bertajuk Social Care 2026, 12 Januari 2026 di Ruang Integrity, Politeknik Ubaya. “Social care adalah salah satu bentuk kepedulian dan pengabdian kampus terhadap masyarakat. Apalagi saat ini sedang krisis golongan darah O,” Ujar […]

The post Politeknik Ubaya Gelar Donor Darah di Tengah Krisis Stok Darah O appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Universitas Surabaya (Ubaya) bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya kembali menggelar aksi sosial tahunan bertajuk Social Care 2026, 12 Januari 2026 di Ruang Integrity, Politeknik Ubaya.

Social care adalah salah satu bentuk kepedulian dan pengabdian kampus terhadap masyarakat. Apalagi saat ini sedang krisis golongan darah O,” Ujar Slamet Wahyudi, Wakil Direktur Politeknik Ubaya.

Kampus tersebut rutin menggelar acara serupa sejak 2016. Namun, sempat berhenti kala pandemi Covid-19.

Fithri Fifianah, dokter PMI, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik acara itu. Dia pun memaparkan bahwa PMI Kota Surabaya telah mengalami krisis golongan darah O sejak awal 2026.

​”Kebutuhan rumah sakit sedang meningkat. Terutama untuk pasien hemodialisa (cuci darah) yang membutuhkan stok darah. Golongan darah O memang paling cepat habis. Karena bisa didonorkan ke semua golongan. Maka, permintaan golongan darah tersebut cukup banyak,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa salah satu usaha PMI untuk mengatasi krisis tersebut adalah dengan menambah titik donor darah di berbagai ruang publik.

Tidak hanya itu, untuk menarik minat pendonor, PMI memberikan apresiasi berupa hadiah menarik bagi mereka.

Hingga acara berlangsung, ada 53 peserta yang mendonorkan darahnya. Sebelumnya, para calon pendonor terlebih dulu mengisi formulir donor darah.

Setelahnya, mereka dipanggil untuk melakukan serangkaian pengecekan. Terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh peserta untuk bisa donor darah.

Seperti harus berusia minimal 17 tahun, minimal tensi harus 100/70, berat badan minimal 47 kg saat pertama kali donor. Pun, minimal kadar hemoglobin berada pada angka 12,5.

Kelima puluh tiga pendonor yang memenuhi semua syarat kemudian diarahkan untuk diambil darahnya. Proses pengambilan darah berlangsung sekitar 6 hingga 10 menit.

Pihak kampus berharap acara itu dapat terus berkembang. Ke depan, akan ada rencana untuk menggabungkan aksi donor darah dengan penyuluhan lain.

Seperti bahaya narkotika yang akan bekerja sama dengan BNN. Supaya mahasiswa mendapatkan edukasi tambahan.

Sumber: Harian Disway

The post Politeknik Ubaya Gelar Donor Darah di Tengah Krisis Stok Darah O appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>