Universitas Surabaya (UBAYA) https://www.ubaya.ac.id/ Fri, 30 Jan 2026 09:42:58 +0000 en-US hourly 1 Kenalkan Lapis Legit ke Kancah Global, 2 Mahasiswa FBE Ubaya Ikuti Winter Camp ke Cina https://www.ubaya.ac.id/2026/01/30/kenalkan-lapis-legit-ke-kancah-global-2-mahasiswa-fbe-ubaya-ikuti-winter-camp-ke-cina/ Fri, 30 Jan 2026 09:42:58 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97604 Patricia Esther Wellyana dan Alodia Ardine Ardiningrum, mahasiswi Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya (FBE Ubaya) mengikuti program Winter Camp ke Cina pada tanggal 12 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Melalui program ini, mereka memperkenalkan salah satu makanan Indonesia, yaitu lapis legit yang diolah secara premium dengan merek Avera Cake. Kegiatan ini merupakan hadiah […]

The post Kenalkan Lapis Legit ke Kancah Global, 2 Mahasiswa FBE Ubaya Ikuti Winter Camp ke Cina appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Patricia Esther Wellyana dan Alodia Ardine Ardiningrum, mahasiswi Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya (FBE Ubaya) mengikuti program Winter Camp ke Cina pada tanggal 12 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Melalui program ini, mereka memperkenalkan salah satu makanan Indonesia, yaitu lapis legit yang diolah secara premium dengan merek Avera Cake. Kegiatan ini merupakan hadiah dari prestasi yang mereka raih dalam kompetisi pitching yang diadakan oleh Ubaya InnovAction Hub (UIH) pada Juni 2025 lalu.

 

Patricia Esther Wellyana yang akrab dipanggil Esther menuturkan perjalanan di Cina memberikan banyak perspektif bisnis yang baru.
“Saat berkunjung ke Disneyland, kami melihat antrian pengunjung yang sangat ramai, tetapi pihak Disneyland mampu mengelolanya dengan sistem yang sangat efektif dan efisien, sehingga pengunjung tetap merasa nyaman,” ungkapnya. 

 

Pengalaman tersebut memberi gambaran nyata terkait pengaruh kualitas sistem kerja terhadap pengalaman konsumen. Menurut Esther, konsep tersebut dapat diadopsi agar operasional Avera Cake dapat berjalan lebih rapi dan efisien. Selain itu, mereka berkesempatan mengunjungi Kota Yiwu, salah satu pusat perdagangan terbesar di dunia. 

“Kami belajar bahwa Cina bukan hanya unggul dalam kuantitas produksi, tetapi juga dalam inovasi produk serta sistem bisnis yang terstruktur dan efisien,” jelas Esther. 

 

Esther melanjutkan, pengalaman ini menjadi sarana pembelajaran berharga, baik secara akademik, bisnis, dan personal.
“Kami jadi lebih mandiri, lebih berani, dan lebih terbuka sama hal-hal baru. Pengalaman ini bikin kami sadar pentingnya punya mindset global dan berani keluar dari zona nyaman,” ujarnya. 

Oleh sebab itu, ia menitipkan semangat bagi para mahasiswa agar berani keluar dari zona nyaman dengan mencoba program internasional, membuka wawasan global, dan melihat peluang bisnis dari sudut pandang yang lebih luas. 

 

Sebagai informasi, kegiatan Winter Camp ini mendapatkan dukungan penuh dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Surabaya. (tsy)

The post Kenalkan Lapis Legit ke Kancah Global, 2 Mahasiswa FBE Ubaya Ikuti Winter Camp ke Cina appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Ivan Cahyadi Ditetapkan Sebagai Ketua Umum IKA Ubaya ke-8, Tandai Regenerasi Karakter Pemimpin https://www.ubaya.ac.id/2026/01/29/ivan-cahyadi-ditetapkan-sebagai-ketua-umum-ika-ubaya-ke-8-tandai-regenerasi-karakter-pemimpin/ Thu, 29 Jan 2026 09:20:24 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97601 Ikatan Alumni Universitas Surabaya (IKA Ubaya) menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) pada Sabtu (24/01/2026). Bertempat di Mercure Grand Mirama Hotel, Surabaya, rapat dihadiri 91 peserta yang terdiri dari perwakilan yayasan, rektorat, dekanat, serta alumni. Pelaksanaan kegiatan ini sekaligus menjadi sarana penetapan Ivan Cahyadi sebagai Ketua Umum IKA Ubaya periode 2026-2029.    Rektor Ubaya, Dr. Benny […]

The post Ivan Cahyadi Ditetapkan Sebagai Ketua Umum IKA Ubaya ke-8, Tandai Regenerasi Karakter Pemimpin appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Ikatan Alumni Universitas Surabaya (IKA Ubaya) menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) pada Sabtu (24/01/2026). Bertempat di Mercure Grand Mirama Hotel, Surabaya, rapat dihadiri 91 peserta yang terdiri dari perwakilan yayasan, rektorat, dekanat, serta alumni. Pelaksanaan kegiatan ini sekaligus menjadi sarana penetapan Ivan Cahyadi sebagai Ketua Umum IKA Ubaya periode 2026-2029. 

 

Rektor Ubaya, Dr. Benny Lianto menekankan peran alumni sebagai salah satu mitra strategis universitas.
“Jejaring alumni memiliki posisi krusial dalam mendukung reputasi, pengembangan institusi, serta kesiapan Ubaya menghadapi tantangan pendidikan tinggi ke depan,” tuturnya. 

 

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Universitas Surabaya, Anton Priyatno, S.H. menyebut keberhasilan organisasi ditandai dengan karakter pemimpin yang adaptif dengan perkembangan zaman. 

 

“IKA Ubaya sudah saatnya dipimpin oleh generasi yang lebih muda untuk menjadi support system universitas, seiring karakter mahasiswa Ubaya yang kini didominasi generasi Z,” tegas Anton. 

 

Setelah laporan pertanggungjawaban IKA Ubaya Periode 2021-2025 dipaparkan, kegiatan dilanjutkan dengan pemilihan Ketua Umum IKA Ubaya. Melalui aklamasi, forum mengangkat Ivan Cahyadi menjadi Ketua Umum IKA Ubaya periode 2026-2029. Ivan merupakan alumni Program Studi Manajemen Keuangan Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Ubaya angkatan 1992. Saat ini, ia menjabat sebagai Presiden Direktur PT HM Sampoerna. (tsy)

 

The post Ivan Cahyadi Ditetapkan Sebagai Ketua Umum IKA Ubaya ke-8, Tandai Regenerasi Karakter Pemimpin appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Dosen FK Ubaya Tegaskan GERD Bukan Pemicu Utama Serangan Jantung https://www.ubaya.ac.id/2026/01/28/dosen-fk-ubaya-tegaskan-gerd-bukan-pemicu-utama-serangan-jantung/ Wed, 28 Jan 2026 10:09:53 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97593 Baru-baru ini muncul isu di tengah masyarakat mengenai asosiasi GERD (Gastroesophageal reflux disease) dengan penyakit jantung. Menanggapi hal tersebut, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya), dr. Jordan Bakhriansyah, Sp.JP. memberikan penjelasan bahwa GERD tidak menyebabkan serangan jantung secara instan. “GERD secara langsung nyaris bukan merupakan pemicu serangan jantung. Namun, bisa meningkatkan risiko gejala serangan […]

The post Dosen FK Ubaya Tegaskan GERD Bukan Pemicu Utama Serangan Jantung appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Baru-baru ini muncul isu di tengah masyarakat mengenai asosiasi GERD (Gastroesophageal reflux disease) dengan penyakit jantung. Menanggapi hal tersebut, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya), dr. Jordan Bakhriansyah, Sp.JP. memberikan penjelasan bahwa GERD tidak menyebabkan serangan jantung secara instan.

“GERD secara langsung nyaris bukan merupakan pemicu serangan jantung. Namun, bisa meningkatkan risiko gejala serangan jantung. Terdapat dua organ yang berbeda, namun tetap terhubung karena berada dalam satu tubuh yang sama,” jelasnya. 

Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia itu menguraikan, GERD dapat meningkatkan risiko gangguan jantung apabila didukung oleh berbagai faktor risiko dan telah melewati serangkaian  proses yang panjang. Misalnya, GERD yang ditandai oleh inflamasi di lambung dapat meningkatkan tekanan darah karena saraf simpatik bekerja lebih keras. Dampaknya, detak jantung menjadi lebih cepat dan memicu respons tubuh yang lebih sensitif. Apabila berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama dan didukung oleh faktor risiko, jantung dapat mengalami pembengkakan dan menimbulkan serangan atau gagal jantung. 

“Namun, hal tersebut membutuhkan waktu dengan alur yang beragam. Tidak ada penderita GERD akut yang langsung mengalami gagal jantung dalam jangka waktu singkat,” tegas dr. Jordan. 

Oleh sebab itu, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah itu menentang keras diagnosis gangguan kesehatan yang seringkali tidak melibatkan prosedur pemeriksaan medis yang baku, termasuk asosiasi GERD dengan serangan jantung. Kesamaan profil yang seringkali didapati pada pasien GERD dan gangguan jantung tidak menjadi dasar pengambilan kesimpulan yang akurat. Oleh sebab itu, ketika terdapat gejala serupa, khususnya nyeri pada bagian dada, penegakan diagnosis harus dilakukan di fasilitas kesehatan melalui anamnesis dan rangkaian pemeriksaan khusus. 

Dr. Jordan turut menyoroti keberadaan faktor risiko yang dapat meningkatkan kecenderungan penyakit jantung. Ia membaginya menjadi dua klasifikasi, yaitu faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan dan faktor risiko yang dapat dikendalikan. Faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan meliputi usia, jenis kelamin, genetik, dan perubahan iklim yang memengaruhi manusia secara global. Sedangkan, faktor risiko yang dapat dikendalikan terdiri dari kadar gula darah, kadar kolesterol, tekanan darah, penggunaan obat-obatan, gaya hidup, kebiasaan, dan sebagainya. 

“Kenali faktor risikonya. Ketika Anda sudah sadar terkait faktor risiko yang melekat pada diri Anda, anda sudah memiliki akses terhadap tahap pencegahan untuk memperlambat proses memburuknya kondisi. Kita tidak dapat mengendalikan usia, namun dapat mencegah akselerasi kerusakannya,” tutur dr. Jordan.

Mengingat permasalahan kardiovaskular yang sangat tinggi di seluruh dunia, dr. Jordan tidak hanya mengajak masyarakat untuk mengenal faktor risiko secara pribadi. Ia berharap masyarakat secara aktif melakukan upaya pada faktor-faktor risiko yang dapat dikendalikan melalui gaya hidup yang sehat, seperti mengontrol stres, berolahraga secara rutin, tidak merokok, beristirahat yang cukup, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. 

Terakhir, dr. Jordan mendorong masyarakat agar segera mendatangi tenaga medis profesional terdekat apabila muncul gejala dan gangguan kesehatan. Dengan demikian, tidak ada pasien yang melakukan diagnosis secara mandiri, sehingga pemburukan kondisi dan penanganan yang tidak tepat dapat dihindari. (tsy)

Sumber gambar: Pinterest

The post Dosen FK Ubaya Tegaskan GERD Bukan Pemicu Utama Serangan Jantung appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Diramaikan Ratusan Pengunjung, Grade X FIK “Ascent” Sukses Digelar https://www.ubaya.ac.id/2026/01/27/diramaikan-ratusan-pengunjung-grade-x-fik-ascent-sukses-digelar/ Tue, 27 Jan 2026 10:20:49 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97590 Pameran Tugas Akhir mahasiswa Program Studi Desain Manajemen Produk Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya) sukses diselenggarakan. Pameran tahunan bernama Grade X ini dilaksanakan pada tanggal 23-25 Januari 2026 di De Javasche Bank, Kota Surabaya. Mengangkat tema “Ascent: Things Beyond Human”, kegiatan ini diisi oleh berbagai karya dari 16 mahasiswa tugas akhir sebagai desainer […]

The post Diramaikan Ratusan Pengunjung, Grade X FIK “Ascent” Sukses Digelar appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Pameran Tugas Akhir mahasiswa Program Studi Desain Manajemen Produk Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya) sukses diselenggarakan. Pameran tahunan bernama Grade X ini dilaksanakan pada tanggal 23-25 Januari 2026 di De Javasche Bank, Kota Surabaya. Mengangkat tema “Ascent: Things Beyond Human”, kegiatan ini diisi oleh berbagai karya dari 16 mahasiswa tugas akhir sebagai desainer utama.

 

Tema Ascent dalam pergelaran ini terinspirasi dari kata transcendence yang menggambarkan kondisi ketika suatu hal yang melampaui batas normal untuk menciptakan koneksi yang lebih kuat. Dengan demikian, setiap karya yang dihadirkan mengandung perasaan, cerita, dan kesan yang unik antara produk dan manusia. Beberapa produk yang dipamerkan meliputi furnitur inklusif pada ruang tunggu publik, mainan edukatif anak untuk mengajarkan tata krama makan, korektor postur duduk untuk remaja, perhiasan kinetik pereda kecemasan, dan lain sebagainya. 

 

Dekan FIK Ubaya, Prof. Ir. Markus Hartono, S.T., M.Sc., Ph.D., CHFP, DTPC, IPU, ASEAN Eng., GRI CSP memberikan apresiasi terhadap kreativitas dan inovasi para mahasiswa yang dituangkan melalui karya-karya yang dipamerkan. 

“Ini menjadi bukti bagaimana kita menghargai kualitas dan menikmati setiap proses. Kami berharap apa yang dihasilkan para mahasiswa akhir bisa memberikan dampak kepada masyarakat. Semoga proses yang telah dilewati bersama Fakultas Industri Kreatif bisa menjadi pengalaman berharga, meskipun mahasiswa sekalian nantinya sudah menjadi alumni,” papar Prof. Markus. 

 

Tidak hanya pameran, para mahasiswa turut mengadakan workshop gantungan kunci kulit dan talkshow yang menghadirkan narasumber desainer produk terkemuka. Hingga hari ketiga pelaksanaan, sebanyak lebih dari 400 pengunjung tercatat mengunjungi pameran Grade X. (tsy)

The post Diramaikan Ratusan Pengunjung, Grade X FIK “Ascent” Sukses Digelar appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Empat Mahasiswa Ubaya Terima Beasiswa Prestasi Djarum https://www.ubaya.ac.id/2026/01/26/empat-mahasiswa-ubaya-terima-beasiswa-prestasi-djarum/ Mon, 26 Jan 2026 10:27:22 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97580 Empat mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) berhasil menjadi awardee Djarum Beasiswa Plus periode 2025-2026. Mereka adalah Nicole Olivia Tranggono dari Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik, Jessica Angela Wijaya dari Fakultas Psikologi, Alethia Clarita dari Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik, dan Simon Pierre dari Fakultas Hukum.   Sebelum dinyatakan lulus, keempat mahasiswa tersebut harus bersaing […]

The post Empat Mahasiswa Ubaya Terima Beasiswa Prestasi Djarum appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Empat mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) berhasil menjadi awardee Djarum Beasiswa Plus periode 2025-2026. Mereka adalah Nicole Olivia Tranggono dari Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik, Jessica Angela Wijaya dari Fakultas Psikologi, Alethia Clarita dari Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik, dan Simon Pierre dari Fakultas Hukum.

 

Sebelum dinyatakan lulus, keempat mahasiswa tersebut harus bersaing dengan ribuan pendaftar dari seluruh Indonesia. Selain itu, program ini memiliki serangkaian tahap seleksi yang harus dipenuhi, mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi, tes tulis secara daring, dan wawancara. Salah satu penerima beasiswa, Alethia Clarita, yang akrab dipanggil Thia menyebut proses seleksinya dimulai sejak Maret tahun 2025 dan baru diumumkan pada November tahun 2025. 

 

“Meskipun prosesnya membutuhkan waktu, reward yang kita dapatkan sangat worth it. Kami bertemu dengan teman-teman dari seluruh Indonesia. Relasi kami menjadi lebih luas. Dari situ, kami jadi belajar untuk memandang suatu kondisi atau masalah dari sudut pandang yang berbeda dari yang kami pahami selama ini,” jelasnya. 

 

Selain itu, para penerima beasiswa berhak mendapatkan berbagai program pelatihan soft skill yang telah dirancang untuk meningkatkan kualitas dan kompetensinya. Pelatihan tersebut antara lain pengembangan karakter, pelatihan kepemimpinan, kompetisi, pemberdayaan masyarakat, paparan internasional, serta nation building

 

Selanjutnya, keempat mahasiswa penerima beasiswa ini sepakat untuk memanfaatkan kesempatan, ilmu, dan pengalaman yang mereka dapatkan guna menginspirasi dan memberikan dampak positif. 

 

“Beasiswa ini menjadi salah satu pencapaian besar yang bisa menjadi bekal kami kedepannya, baik untuk studi lanjut maupun pekerjaan setelah lulus kuliah. Relasi yang kami bangun melalui program ini juga diharapkan bisa mempertemukan kami dengan orang-orang yang memiliki satu visi untuk berkolaborasi dalam berbagai rencana proyek di masa depan,” ujar Thia. 

 

Terakhir, Thia menitipkan semangat bagi para mahasiswa yang memiliki mimpi dan keinginan yang ingin dicapai. Ia meyakini, motivasi dan kemauan yang disertai usaha akan menghasilkan buah perjuangan yang manis.

 

Sebagai informasi, Djarum Beasiswa Plus adalah program beasiswa prestasi dari Djarum Foundation yang tidak hanya memberi bantuan dana, tetapi juga pengembangan diri komprehensif mahasiswa S1/D4 untuk mencetak pemimpin masa depan dengan bekal akademik dan non-akademik yang seimbang. (tsy)

The post Empat Mahasiswa Ubaya Terima Beasiswa Prestasi Djarum appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Mahasiswa DKV Ubaya Gelar Pameran Tugas Akhir Semester, Bawa Audiens Jelajah Masa Lampau https://www.ubaya.ac.id/2026/01/23/mahasiswa-dkv-ubaya-gelar-pameran-tugas-akhir-semester-bawa-audiens-jelajah-masa-lampau/ Fri, 23 Jan 2026 10:37:25 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97577 Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya) gelar pameran tugas akhir mata kuliah Kreativitas. Pameran digelar pada Selasa (20/01/2026) di Ruangan P.E. 4.1. FIK Kampus Ubaya Tenggilis. Pada pergelaran pameran tahun ini, tema yang diangkat adalah “Memory dan Nostalgia”.   Dengan tema ini, setiap cerita yang dihadirkan para mahasiswa […]

The post Mahasiswa DKV Ubaya Gelar Pameran Tugas Akhir Semester, Bawa Audiens Jelajah Masa Lampau appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya) gelar pameran tugas akhir mata kuliah Kreativitas. Pameran digelar pada Selasa (20/01/2026) di Ruangan P.E. 4.1. FIK Kampus Ubaya Tenggilis. Pada pergelaran pameran tahun ini, tema yang diangkat adalah “Memory dan Nostalgia”.

 

Dengan tema ini, setiap cerita yang dihadirkan para mahasiswa melalui karya yang dihasilkan diharapkan dapat dipahami audiens dengan baik. Dielaborasi dengan interpretasi personal terkait tema dan kreativitas, para mahasiswa diberikan kebebasan dalam menciptakan karya. Dari hal inilah, berbagai cerita menarik dihasilkan, seperti memori berkesan dari masa kecil, kartun kesukaan, tokoh fiksi favorit, hingga momen pandemi yang memengaruhi kehidupan manusia untuk waktu yang lama. 

 

Kepala Program Studi Desain Komunikasi Visual FIK Ubaya, Hedi Amelia Bella Cintya, M.Ds. menyebut pelaksanaan pameran ini menjadi ajang unjuk kebolehan para mahasiswa dalam mentranslasi sebuah tema menjadi karya yang kreatif. 

 

“Pameran ini juga menjadi jejak sekaligus portofolio para mahasiswa. Di semester-semester berikutnya, mereka pasti dapat mengembangkan kemampuan dan kreativitas mereka melalui karya yang lebih baik,” papar Bella. 

 

Dosen mata kuliah Kreativitas, Lintang Aziz Pinastiti, S.Ds., M.Ds. menyebut pelaksanaan pameran ini menjadi landasan para mahasiswa sebelum menghadapi berbagai pembelajaran di semester-semester berikutnya. 

 

“Mereka mulai mengenal pengolahan material dalam pembuatan karya yang ditampilkan di pameran ini. Kedepannya, mereka akan menghadapi berbagai material yang penggunaan dan teksturnya berbeda. Harapannya, mereka dapat memanfaatkan material yang tepat untuk mencapai karakteristik karya tertentu yang diinginkan di masa depan,” jelas Lintang. 

 

Lintang menambahkan, keberhasilan pameran ini tidak hanya dinilai dari tampilan karya, melainkan kemampuan menyampaikan tema secara akurat melalui media visual. 

“Karya yang bagus secara visual sudah sangat banyak, apalagi dengan keberadaan kecerdasan buatan. Namun, disinilah kemampuan para mahasiswa diuji. Mereka harus mampu menyampaikan pesan, kesan, dan experience melalui karya yang juga enak dilihat mata,” tutupnya. (tsy)

The post Mahasiswa DKV Ubaya Gelar Pameran Tugas Akhir Semester, Bawa Audiens Jelajah Masa Lampau appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Dosen FK Ubaya Raih Gelar Doktor, Kembangkan Metode Deteksi Autoimun di Thailand https://www.ubaya.ac.id/2026/01/22/dosen-fk-ubaya-raih-gelar-doktor-kembangkan-metode-deteksi-autoimun-di-thailand/ Thu, 22 Jan 2026 09:08:25 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97574 Fakultas Kedokteran Ubaya kembali membuktikan kualitasnya dari peraihan gelar Doktor oleh salah satu dosen, dr. Kevin Muliawan Soetanto, M.Sc., Ph.D. Dr. Kevin berhasil menyelesaikan studi S3 dari Faculty of Medicine Siriraj Hospital, Mahidol University, Thailand. Disertasinya berjudul “Study of Anti-Fc Epsilon RI IgG Autoantibodies and the Expression of Fc Epsilon RI and MRGPRX2 in Relation […]

The post Dosen FK Ubaya Raih Gelar Doktor, Kembangkan Metode Deteksi Autoimun di Thailand appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Fakultas Kedokteran Ubaya kembali membuktikan kualitasnya dari peraihan gelar Doktor oleh salah satu dosen, dr. Kevin Muliawan Soetanto, M.Sc., Ph.D. Dr. Kevin berhasil menyelesaikan studi S3 dari Faculty of Medicine Siriraj Hospital, Mahidol University, Thailand. Disertasinya berjudul “Study of Anti-Fc Epsilon RI IgG Autoantibodies and the Expression of Fc Epsilon RI and MRGPRX2 in Relation to the Severity of Chronic Spontaneus Urticaria”. 

 

Penelitiannya ini dilatarbelakangi oleh Chronic Spontaneus Urticaria (CSU), salah satu penyakit kulit berupa bentolan kemerahan atau pembengkakan di bawah kulit. Penyakit ini timbul tanpa penyebab yang jelas dan sangat mengganggu kualitas hidup penderitanya karena bersifat kronik atau terjadi lebih dari 6 minggu. Setelah diteliti lebih lanjut, ditemukan hasil bahwa CSU disebabkan oleh penyakit autoimun atau suatu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang diri sendiri. 

“Di kulit kita ada sel yang ketika pecah akan menimbulkan gatal, kemerahan, dan pembengkakan. Dalam kasus CSU, sistem kekebalan tubuh menyerang sel tersebut, sehingga pecah dan menimbulkan gangguan pada kulit,” jelas dr. Kevin. 

 

Didasari oleh ketertarikan yang besar dalam dunia imunologi, dr. Kevin memilih mengembangkan metode diagnostik imun tubuh yang lebih efektif untuk diterapkan di Indonesia.

 

“Kalau kita ke rumah sakit untuk memeriksa autoimun, panel lab yang bisa diperiksa belum banyak. Penelitian saya menghadirkan kebaruan dengan tidak menggunakan sel kulit dalam pemeriksaan, melainkan menggunakan sel darah. Jadi, mempermudah proses diagnostik penyakit pasien dengan hasil yang lebih lengkap,” ucapnya. 

 

Setelah berhasil menyelesaikan studinya, dr. Kevin berencana melakukan kolaborasi dalam pengembangan penanganan berbagai masalah kesehatan di masyarakat. Menurutnya, imunologi merupakan bidang yang sangat fleksibel, sehingga sangat memungkinkan untuk dielaborasi dengan berbagai bidang medis lainnya. 

 

“Saat ini, saya sedang dalam proyek kolaborasi dengan dokter spesialis farmakologi klinik untuk mengembangkan metode diagnostik alergi obat, bersama dokter spesialis mikrobiologi untuk meneliti mengenai microbiome, dan dokter spesialis patologi anatomi dalam penelitian tentang kanker paru,” tuturnya. 

 

Tidak hanya kolaborasi di Fakultas Kedokteran Ubaya, dr. Kevin turut bekerja sama dengan beberapa fakultas dan unit di Ubaya dalam pengembangan pangan fungsional bagi lansia. Kolaborasi tersebut melibatkan Fakultas Teknobiologi, Fakultas Farmasi, Fakultas Psikologi, Center of Aging Wellness, Ubaya LIFe, dan PUI Pasdeg. 

 

“Penelitian itu harus ada manfaatnya ke masyarakat, tidak berhenti di laboratorium saja. Karena kesuksesan yang sebenarnya adalah ketika kita bisa mengaplikasikan ilmu untuk kebermanfaatan umat manusia,” tutup dr. Kevin. (tsy)

The post Dosen FK Ubaya Raih Gelar Doktor, Kembangkan Metode Deteksi Autoimun di Thailand appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Mahasiswa Ubaya Ciptakan Boneka Edukasi Seksual Interaktif untuk Anak Usia Dini https://www.ubaya.ac.id/2026/01/21/mahasiswa-ubaya-ciptakan-boneka-edukasi-seksual-interaktif-untuk-anak-usia-dini/ Wed, 21 Jan 2026 09:17:25 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97569 Mahasiswa Program Studi Desain dan Manajemen Produk Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya), Amelia Margaretha Suprapto menciptakan boneka edukasi seksual anak usia dini. Boneka ini dinamakan Sentasi (Sentuhan Aman dan Tidak Aman Edukasi Dini). Boneka Sentasi dihadirkan dalam sosialisasi edukasi seksual pada anak-anak di Kelompok Belajar Sanggar Kreativitas Ubaya pada Rabu (21/01/2026).  Boneka Sentasi […]

The post Mahasiswa Ubaya Ciptakan Boneka Edukasi Seksual Interaktif untuk Anak Usia Dini appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Mahasiswa Program Studi Desain dan Manajemen Produk Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya), Amelia Margaretha Suprapto menciptakan boneka edukasi seksual anak usia dini. Boneka ini dinamakan Sentasi (Sentuhan Aman dan Tidak Aman Edukasi Dini). Boneka Sentasi dihadirkan dalam sosialisasi edukasi seksual pada anak-anak di Kelompok Belajar Sanggar Kreativitas Ubaya pada Rabu (21/01/2026). 

Boneka Sentasi dikemas dalam dua karakter tokoh, yaitu boneka anak laki-laki bernama Luca dan boneka anak perempuan bernama Luna. Dirancang sebagai media pembelajaran edukasi seksual bagi anak usia 3-6 tahun, boneka Sentasi dilengkapi sensor sentuh pada area terlarang, yaitu wajah, dada, alat kelamin, dan pantat. Boneka akan mengeluarkan suara peringatan “Jangan sentuh!” ketika area-area terlarang tersebut disentuh. 

Inovasi ini dilatarbelakangi maraknya kekerasan seksual di Indonesia. Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, anak-anak menjadi korban kekerasan seksual terbanyak secara nasional. Sementara itu, topik edukasi seksual masih dianggap tabu oleh sebagian besar masyarakat. 

“Padahal, edukasi seksual justru sangat penting diberikan sejak usia dini sebagai upaya pencegahan dan perlindungan anak. Oleh sebab itu, saya menciptakan boneka ini sebagai media untuk memudahkan penyampaian edukasi seksual dari orang dewasa, khususnya guru kepada anak usia dini,” jelas Amel, sapaan akrabnya. 

Boneka bentuk manusia dipilih sebagai alat peraga agar dapat merepresentasikan bagian tubuh manusia dengan sederhana, namun tetap menyenangkan untuk anak kecil. Agar lebih interaktif, Amel menempatkan beberapa sensor sentuhan yang terhubung dengan respons suara di beberapa bagian tubuh. Selain itu, boneka Sentasi dilengkapi dengan pakaian lepas-pasang serta tiga ekspresi wajah magnetik, yaitu senang, sedih, dan marah. Produk ini turut didukung buku panduan guru berisi petunjuk penggunaan boneka, materi edukasi seksual, serta contoh skenario bermain peran untuk membantu anak memahami cara melindungi diri.

Proses penciptaan Boneka Sentasi membutuhkan waktu sekitar satu tahun. Dimulai dari studi pustaka, studi visual buku anak, dan eksperimen jarak pandang. Amel kemudian melakukan wawancara dengan orang tua, psikolog anak, serta guru TK agar dapat menyajikan materi edukasi seksual yang kompleks, akurat, namun dikemas dengan menyenangkan. Setelahnya, Amel mempersiapkan beberapa alternatif desain yang dilanjutkan dengan studi model dan pembuatan prototipe. Setelah melewati beberapa tahap evaluasi, terciptalah karakter Luca dan Luna yang dapat beroperasi optimal dengan sensor sentuh dan mengeluarkan suara. 

Amel berharap keberadaan Boneka Sentasi ini dapat membantu orang dewasa agar lebih mudah menyampaikan edukasi seksual kepada anak usia dini secara jelas, namun tetap menyenangkan dan tanpa rasa canggung. 

“Edukasi menggunakan Boneka Sentasi ini menjadikan anak punya pengetahuan untuk memproteksi dirinya sejak dini. Dengan begitu, kasus kekerasan seksual di Indonesia dapat dicegah dan dikurangi,” ujar alumni SMAK Petra 5 Surabaya ini. 

Salah satu orang tua dari anak yang mengikuti edukasi seksual di KB Sanggar Kreativitas Ubaya, Bunga Lia menyambut positif inovasi ini. 

“Pendidikan seksual sejak dini memang sangat penting diberikan kepada anak-anak, apalagi di zaman sekarang. Lebih menarik lagi karena dilakukan sambil bermain, jadi anak kecil memahaminya lebih mudah,” ucap Bunga. 

Kepala Kelompok Belajar Sanggar Kreativitas Ubaya, Shinta Oktaviani, S.Psi., Psikolog mengapresiasi Boneka Sentasi sebagai metode edukasi seksual kepada anak usia dini. 

“Melalui Boneka Sentasi, anak-anak bisa belajar dengan lebih jelas dan dapat mengembangkan kemampuan emosi mereka. Diharapkan dengan edukasi boneka ini, anak-anak bisa lebih matang secara emosi dengan tahu kapan harus berbicara dan menolak serta tahu wawasan terkait batasan-batasan sentuhan pada tubuh mereka,” tutur Shinta. 

Sebagai informasi, Boneka Sentasi merupakan proyek tugas akhir Amel yang hadir dalam pagelaran GradeX, pameran tugas akhir tahunan yang dilaksanakan mahasiswa Prodi Desain dan Manajemen Produk FIK Ubaya pada tanggal 23-25 Januari 2026 mendatang. (tsy)

The post Mahasiswa Ubaya Ciptakan Boneka Edukasi Seksual Interaktif untuk Anak Usia Dini appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Mahasiswa FBE Ubaya Raih Penghargaan Individu Terbaik di INKOMPASS Innovation Challenge 2025 https://www.ubaya.ac.id/2026/01/20/mahasiswa-fbe-ubaya-raih-penghargaan-individu-terbaik-di-inkompass-innovation-challenge-2025/ Tue, 20 Jan 2026 10:41:52 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97553 Reportase Warta Ubaya Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh Evelyne Margaretha, mahasiswi Fakultas Bisnis and Economika Universitas Surabaya (FBE Ubaya), yang dinobatkan sebagai Individu Terbaik dalam ajang INKOMPASS Innovation Challenge 2025.  Kegiatan yang diikuti lebih dari 3.000 mahasiswa ini berlangsung pada 24–26 November 2025 di Jakarta. Dalam kompetisi ini, Evelyne mengajukan ide berupa implementasi strategi digital […]

The post Mahasiswa FBE Ubaya Raih Penghargaan Individu Terbaik di INKOMPASS Innovation Challenge 2025 appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Reportase Warta Ubaya

Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh Evelyne Margaretha, mahasiswi Fakultas Bisnis and Economika Universitas Surabaya (FBE Ubaya), yang dinobatkan sebagai Individu Terbaik dalam ajang INKOMPASS Innovation Challenge 2025.  Kegiatan yang diikuti lebih dari 3.000 mahasiswa ini berlangsung pada 24–26 November 2025 di Jakarta.

Dalam kompetisi ini, Evelyne mengajukan ide berupa implementasi strategi digital Hyper Meta Ads untuk meningkatkan brand awareness digital SRC (Sampoerna Retail Community). Solusi yang ditawarkan dinilai relevan dengan kebutuhan bisnis saat ini, khususnya dalam memaksimalkan pemanfaatan strategi pemasaran digital berbasis data dan audiens yang tersegmentasi. 

Lulusan SMA Kristen Petra 2 Surabaya itu mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang ia hadapi adalah tekanan kompetisi yang tinggi. “Finalis lain sangat berpengalaman dan kompetitif, jadi pressure-nya cukup terasa,” ujarnya. Meski demikian, pengalaman mengikuti bootcamp menjadi momen berkesan. “Capek tapi seru, apalagi itu pertama kalinya saya berangkat dari hotel ke venue naik MRT,” tambahnya.

Menurutnya, keberhasilan meraih penghargaan ini tidak lepas dari motivasi yang kuat, kerja sama tim, serta tekad untuk memberikan yang terbaik. Ia juga menyampaikan bahwa motivasi utamanya mengikuti kompetisi ini adalah untuk mendapatkan exposure dan membuka kesempatan berkarier secara full time di PMI. 

Kedepannya, ia  menargetkan untuk dapat mengikuti fast track Graduate Trainee PMI sebagai langkah awal pengembangan karier profesionalnya. Ia juga berpesan kepada mahasiswa Ubaya agar tidak ragu mencoba kompetisi serupa. “Tetap semangat dan pantang menyerah. Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Kalau gagal, coba lagi,” pesannya.

Sebagai informasi, kompetisi ini diselenggarakan dengan tujuan memberikan ruang bagi generasi muda untuk menghadirkan ide-ide inovatif yang relevan dengan tantangan bisnis nyata, sekaligus membuka peluang pengembangan karier profesional di industri. Melalui rangkaian seleksi dan pembinaan intensif, peserta diharapkan mampu mengasah kemampuan analisis, kerja sama tim, serta kesiapan mental dalam lingkungan kompetitif. (av)

 

The post Mahasiswa FBE Ubaya Raih Penghargaan Individu Terbaik di INKOMPASS Innovation Challenge 2025 appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Mahasiswa Teknik Elektro Ubaya Ciptakan Prototipe Perangkat Uji Kemurnian BBM yang Terintegrasi IoT https://www.ubaya.ac.id/2026/01/19/mahasiswa-teknik-elektro-ubaya-ciptakan-prototipe-perangkat-uji-kemurnian-bbm-yang-terintegrasi-iot/ Mon, 19 Jan 2026 10:27:15 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97526 Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Surabaya (FT Ubaya) menciptakan prototipe alat penguji kemurnian Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT). Mereka adalah Evan Nugroho, Christabel Audrey Theresya, dan Michael Ong. Perangkat yang bernama VeriFuel ini menggunakan dua indikator pengukuran, yaitu gas dan suhu. Hasil pengukuran disajikan secara […]

The post Mahasiswa Teknik Elektro Ubaya Ciptakan Prototipe Perangkat Uji Kemurnian BBM yang Terintegrasi IoT appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Surabaya (FT Ubaya) menciptakan prototipe alat penguji kemurnian Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT). Mereka adalah Evan Nugroho, Christabel Audrey Theresya, dan Michael Ong. Perangkat yang bernama VeriFuel ini menggunakan dua indikator pengukuran, yaitu gas dan suhu. Hasil pengukuran disajikan secara real time lengkap dengan informasi lokasi yang akurat menggunakan GPS (Global Positioning System). Penyajian hasil pengukuran dapat dilihat langsung di perangkat maupun melalui aplikasi yang didesain khusus untuk perangkat ini.

 

“Ide untuk menciptakan alat ini bermula dari kekhawatiran di kalangan konsumen terkait dugaan penurunan kualitas BBM. Selain itu, belum terdapat metode verifikasi kualitas BBM yang bersifat preventif. Oleh karena itu, dibutuhkan mekanisme verifikasi yang independen yang ditawarkan oleh perangkat VeriFuel ini,” ungkap Christabel.

 

Proses pengukuran menggunakan VeriFuel sangat mudah dan ringkas. Setelah perangkat dinyalakan, petugas dapat mengisi tabung yang terdapat di bagian bawah perangkat dengan BBM sebanyak 350-450 ml. Kemudian, tabung ditutup agar sensor suhu dan gas dapat bekerja dengan optimal. Berselang 10 detik, perangkat akan menunjukkan hasil pengukuran berupa normal atau tidak normal melalui layar OLED. Karena perangkat terhubung dengan Wi-Fi, hasil pengukuran otomatis muncul di versi aplikasi petugas. Data kemudian diunggah lengkap dengan pelacakan lokasi akurat dan penanda waktu. Informasi tersebut dapat diakses konsumen secara real-time melalui versi aplikasi pengguna.

 

Perangkat VeriFuel beroperasi menggunakan daya baterai yang dapat diisi ulang. Dengan ukuran dan bentuk yang ergonomis, perangkat ini menawarkan banyak kemudahan dalam proses penyajian informasi kepada kepada konsumen.

 

“VeriFuel adalah wujud pemberdayaan konsumen dengan menggeser metode reaktif menjadi preventif sebelum BBM masuk ke tangki pengguna. Dengan demikian, kerusakan teknis dan kerugian finansial dapat dihindari,” jelas Christabel.

 

Sebagai informasi, inovasi ini meraih Juara Tiga dalam Internet of Things Nasional Electro Champion 2025. (tsy)

The post Mahasiswa Teknik Elektro Ubaya Ciptakan Prototipe Perangkat Uji Kemurnian BBM yang Terintegrasi IoT appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>