Ubaya di Media Archives - Universitas Surabaya (UBAYA) https://www.ubaya.ac.id/category/ubaya-di-media/ Wed, 22 Apr 2026 09:16:44 +0000 en-US hourly 1 Ubaya Gelar Kuliah Tamu di Surabaya, Tekankan Pemahaman Perlindungan Hukum Penumpang Penerbangan https://www.ubaya.ac.id/2026/04/22/ubaya-gelar-kuliah-tamu-di-surabaya-tekankan-pemahaman-perlindungan-hukum-penumpang-penerbangan/ Wed, 22 Apr 2026 09:15:45 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=98004 Fakultas Hukum (FH) Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar kuliah tamu bertema Pertanggungjawaban Perdata Pengangkut dalam Peristiwa Penerbangan. Kegiatan ini menghadirkan praktisi hukum Columbanus Priaardanto dari DANTO Law Group untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa terkait perlindungan hukum di sektor penerbangan.   Columbanus menekankan pentingnya edukasi hukum bagi masyarakat, khususnya calon penumpang pesawat. Menurutnya, pemahaman hak menjadi hal […]

The post Ubaya Gelar Kuliah Tamu di Surabaya, Tekankan Pemahaman Perlindungan Hukum Penumpang Penerbangan appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>

Fakultas Hukum (FH) Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar kuliah tamu bertema Pertanggungjawaban Perdata Pengangkut dalam Peristiwa Penerbangan. Kegiatan ini menghadirkan praktisi hukum Columbanus Priaardanto dari DANTO Law Group untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa terkait perlindungan hukum di sektor penerbangan.

 

Columbanus menekankan pentingnya edukasi hukum bagi masyarakat, khususnya calon penumpang pesawat. Menurutnya, pemahaman hak menjadi hal mendasar agar penumpang tidak dirugikan oleh maskapai maupun pihak asuransi.

“Calon penumpang harus mengerti haknya. Jangan sampai seolah-olah tidak punya hak di hadapan maskapai atau asuransi,” ujarnya, Senin (20/4).

 

Dalam peristiwa kecelakaan penerbangan, tambah Columbanus, terdapat perbedaan tanggung jawab antara maskapai sebagai pengangkut dan produsen pesawat. Maskapai bertanggung jawab atas kejadian yang berkaitan dengan operasional, sedangkan produsen bertanggung jawab jika kecelakaan disebabkan oleh cacat produk pesawat.

Columbanus menjelaskan bahwa peluang untuk menuntut produsen pesawat terbuka melalui Konvensi Montreal yang telah diratifikasi Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009. Aturan tersebut menjadi dasar hukum bagi korban untuk mengajukan tuntutan product liability.

 

Ia juga menegaskan bahwa setiap penumpang telah mendapatkan perlindungan melalui asuransi wajib seperti Jasa Raharja. Santunan diberikan kepada korban atau ahli waris tanpa syarat. Namun, pemahaman terkait hak tambahan di luar santunan tersebut masih perlu ditingkatkan.

“Sering kali keluarga korban tidak menuntut karena tidak tahu haknya. Padahal, itu merupakan hak yang bisa diperjuangkan,” tegasnya.

 

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Ubaya periode 2023–2027, Hwian Christianto, menyebut kuliah tamu ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam menghadirkan isu hukum yang relevan dan aktual.

Menurutnya, tantangan hukum ke depan semakin kompleks karena melibatkan aspek internasional. Mahasiswa hukum dituntut memiliki perspektif global dan kemampuan kolaborasi lintas profesi.

“Dalam kasus penerbangan, mahasiswa harus mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akuntan publik dan pengacara luar negeri, untuk memperjuangkan hak korban,” ujarnya.
 
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif terkait pertanggungjawaban perdata dalam penerbangan, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan hak korban.
Sumber: radarsurabaya.jawapos.com

The post Ubaya Gelar Kuliah Tamu di Surabaya, Tekankan Pemahaman Perlindungan Hukum Penumpang Penerbangan appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Kenapa Urban Farming Lebih dari Sekadar Bertani? Ini Kata Pakar Teknobiologi https://www.ubaya.ac.id/2026/04/15/kenapa-urban-farming-lebih-dari-sekadar-bertani-ini-kata-pakar-teknobiologi/ Wed, 15 Apr 2026 12:43:16 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97974 Di tengah padatnya kehidupan perkotaan dan semakin terbatasnya lahan hijau, urban farming hadir sebagai harapan baru. Dari halaman rumah yang sempit, atap bangunan, hingga sudut-sudut tidak terpakai, masyarakat mulai menanam sendiri kebutuhan pangannya. Fenomena ini bukan sekadar tren gaya hidup, tetapi juga menjadi upaya nyata untuk menjaga ketahanan pangan, memperkuat ekonomi rumah tangga, sekaligus membangun […]

The post Kenapa Urban Farming Lebih dari Sekadar Bertani? Ini Kata Pakar Teknobiologi appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Di tengah padatnya kehidupan perkotaan dan semakin terbatasnya lahan hijau, urban farming hadir sebagai harapan baru.

Dari halaman rumah yang sempit, atap bangunan, hingga sudut-sudut tidak terpakai, masyarakat mulai menanam sendiri kebutuhan pangannya.

Fenomena ini bukan sekadar tren gaya hidup, tetapi juga menjadi upaya nyata untuk menjaga ketahanan pangan, memperkuat ekonomi rumah tangga, sekaligus membangun kedekatan manusia dengan alam di tengah hiruk pikuk kota. 

 

Dosen Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (Ubaya), Ida Bagus Made Artadana menilai urban farming memiliki peran penting, terutama dalam skala kecil.

“Terutama untuk penyediaan sayuran segar yang memiliki umur pendek dan berukuran kecil. Tanaman jenis memiliki umur yang pendek sehingga biaya produksi rendah, hampir sebagain besar bagian tanamannya bisa dikonsumsi,” ujar dosen yang biasa disapa Arta kepada Kompas.com, Senin (13/4/2026).

 

Menurutnya, tanaman seperti sayuran daun menjadi pilihan ideal karena cepat panen dan efisien secara biaya. 

“Sehingga perbandingan biaya produksi dan jumlah produk yang dihasilkan cukup tinggi, serta dapat ditanam secara fertikan sehingga cocok untuk pertanian pada lahan terbatas di lingkungan perkotaan,” imbuhnya. 

 

Meski demikian, urban farming memiliki keterbatasan untuk tanaman berumur panjang dan biji-bijian. Karena hasil yang dikeluarkan tidak seimbang dengan biaya yang dikeluarkan untuk pertanian lahan terbatas.

“Artinya, urban farming dapat meningkatkan ketahanan pangan, namun tidak bisa menjadi sumber utama kebutuhan pangan perkotaan,” ujarnya lagi. 

 

Tantangan teknis hingga sosial 

 

Di balik potensinya, urban farming tidak lepas dari berbagai kendala, baik dari sisi teknis, ekonomi, maupun sosial. 

Sebab budidaya tanaman membutuhkan tiga kompenen lingkungan utama yaitu sinar matahari, suhu, air, dan ketersediaan pupuk. Dari ketiga kompenen tersebut, kertersediaan matahari dan kualitas air menjadi tantangan.

“Air yang tercemar bisa membawa penyakit yang dapat menginfeksi tanaman atau penyebarkan penyakit ke orang yang mengkonsumsinya,” kata Ida Bagus Made Artadana.

 

Selain itu, kondisi lingkungan perkotaan juga menjadi hambatan tersendiri. Penggunaan air PDAM, selain akan meningkatkan biaya produksi jika mengandung klorin yang tinggi. 

“Sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman, udara perkontaan yang panas juga dapat meningkatkan penguapan air dari daun tenaman sehingga tanaman muda layu dan pertumbuhannya terhambat,” sambungnya. 

 

Keterbatasan cahaya juga tidak kalah penting, lingkungan yang padat menurunkan jumlah cahaya yang bisa diterima oleh tanaman untuk fotosintesis sehingga pertumbuhan tanaman bisa menjadi lebih lambat.

“Untuk urban farming yang menggunakan sistem hidroponik, diperlukan suplai listrik yang stabil dan pengetahuan yang cukup mengenai menjemen pengelolaan larutan nutrisi,” ujar dosen yang salah satu karyanya adalah buku Dasar-Dasar Genetika Mendel dan Pengembangannya.

 

Sedangkan dari sisi biaya, teknologi modern juga tidak murah. Budidaya urban farming yang menggunakan teknologi modern seperti hidroponik membutuhkan biaya produksi awal. 

“Yang mahal dan biaya produksi yang lebih tinggi. Hal ini menyebabkan harga sayuran yang diproduksi menjadi lebih mahal dari pertanian konvensional,” imbuhnya. 

 

Sementara itu, tantangan sosial sering kali berkaitan dengan konsistensi. Banyak program urban farming diawali dengan adanya lomba atau program bantuan pemerintah.

“Namun, ketika aktifitas atau program sudah selesai, aktivitas meulai menuruan dan pada akhirnya berhenti,” ujarnya lagi. 

 

Peran pemerintah dan komunitas 

 

Untuk itu keberlanjutan urban farming tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah berperan sebagai inisitor program, memberikan bantuan peralatan, pelatihan ataupun regulasi.

“Beberapa kota besar telah membuat program untuk menggalakkan urban farming seperti Buruan Sae yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kota Bandung. Kota Surabaya memiliki kompetisi tahunan urban farming untuk menggalakkan urban farming di kota Surabaya,” tutur Ida Bagus Made Artadana. 

 

Namun, peran komunitas justru menjadi kunci utama, berperan penting dalam menjaga keberlangsungan program ini. Komunitas harus menjadi konsumen utama dari produk yang dihasilkan sehingga produk urban farming yang dihasilkan bisa terserap. 

“Komunitas juga harus secara regular memberian pelatihan kepada masyarakat agar dapat meberikan solusi praktis dari berbagai permasalah yang dialami selama bercocok tanam,” sambungnya.

 

Peluang ekonomi dari kebun kota 

 

Kini lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan dapur, urban farming juga membuka peluang ekonomi rumah tangga. Terutama untuk menurunkan biasaya konsumsi rutin dari sayuran, cabai dan beberapa jenis rempah. 

Selanjutnya, untuk menjadi bisnis yang berkelanjutan, diperlukan strategi yang tepat untuk menjadi usaha yang menghasilkan profit. Maka ada beberapa model bisnis yang bisa dikembangkan antara lain. 

“Pertama bisnis berbasis komunitas, di sini kelompok warga menanam komuditas yang cepat panen dan menjualnya kelingkungan sekitar dalam bentuk fresh atau olahan,” kata dosen yang memiliki keahlian di transformasi tanaman, perbanyakan tanaman, bioteknologi.

“Kedua Model B2B (bisnis to bisnis). Jadi warga harus memiliki kerja sama dengan restoran, kafe atau swalayan. Ini menjanjikan, karena unit tersebut umumnya mementingkan kualitas sehingga dapat mentoleransi harga produk yang relatif lebih tinggi dari pertanian konvensional,” imbuhnya. 

Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam menjaga pasokan harus memiliki lahan luas atau jejaring produsen yang luas agar mampu menyuplai konsumen secara terus menerus.

 

Pada akhirnya, kunci utama bukan hanya pada teknik bertanam, tetapi juga pasar. Sebagai bisnis, urban farming sering gagal bukan karena teknologinya melainkan ketersediaan pasar. Sehingga sebelum memulai sangat disarankan untuk mengetahui kebutuhan dan perilaku pasar disekitarnya. 

“Sebagai pengalaman kami di Ubaya, pernah memproduksi berbagai jenis sayuran secara hidroponik, namun sampai saat ini yang masih bertahan hanyalah sawi daging karena itu yang paling diminati oleh lingkungan Ubaya,” pungkas Ida Bagus Made Artadana.

Sumber berita: Kompas.com
Sumber gambar: kitchenheed.com

The post Kenapa Urban Farming Lebih dari Sekadar Bertani? Ini Kata Pakar Teknobiologi appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Ekonom Ubaya: WFA bagi ASN Bisa Jadi Kunci Penghematan BBM dan Penguatan Daya Beli Masyarakat https://www.ubaya.ac.id/2026/04/06/ekonom-ubaya-wfa-bagi-asn-bisa-jadi-kunci-penghematan-bbm-dan-penguatan-daya-beli-masyarakat/ Mon, 06 Apr 2026 09:43:57 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97938 Penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dapat dilakukan lewat pengalihan anggaran operasional pemerintah menjadi subsidi tepat sasaran. Langkah ini dinilai lebih efektif menjaga daya beli masyarakat dibandingkan menaikkan harga di pasar. Ekonom Universitas Surabaya (Ubaya), Firman Rosjadi Djoemadi, menyebut efisiensi energi di internal birokrasi menciptakan ruang fiskal yang lebih luas. Penghematan biaya perjalanan dinas dan listrik kantor menjadi kunci penguatan […]

The post Ekonom Ubaya: WFA bagi ASN Bisa Jadi Kunci Penghematan BBM dan Penguatan Daya Beli Masyarakat appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dapat dilakukan lewat pengalihan anggaran operasional pemerintah menjadi subsidi tepat sasaran.

Langkah ini dinilai lebih efektif menjaga daya beli masyarakat dibandingkan menaikkan harga di pasar.

Ekonom Universitas Surabaya (Ubaya), Firman Rosjadi Djoemadi, menyebut efisiensi energi di internal birokrasi menciptakan ruang fiskal yang lebih luas. Penghematan biaya perjalanan dinas dan listrik kantor menjadi kunci penguatan modal masyarakat.

“Pemerintah sebenarnya punya ruang fiskal yang lebih baik. Dana itu bisa digunakan untuk meningkatkan daya beli masyarakat,” ujar Firman, Selasa (31/3/2026).

Ia menyarankan penerapan sistem kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk menekan konsumsi energi nasional secara signifikan. Pengurangan mobilitas tersebut secara otomatis memangkas beban belanja BBM pada sektor transportasi publik.

“Work from anywhere oleh ASN itu bisa mengurangi biaya listrik, bisa biaya transport,” jelasnya.

Selain penghematan di sektor publik, Firman menekankan pentingnya beralih ke gas alam cair atau LNG untuk mengurangi beban impor. Optimalisasi cadangan gas domestik dapat menjadi substitusi langsung bagi konsumsi elpiji dan minyak bumi.

“Kita punya cadangan domestik yang besar. Itu bisa segera digunakan untuk menggantikan LPG,” kata Firman.

Dirinya mendorong percepatan infrastruktur gas perkotaan sebagai strategi ketahanan energi jangka panjang yang paling realistis. Hal ini dianggap lebih mendesak mengingat ketergantungan impor bahan bakar fosil yang masih sangat tinggi.

“Langkah ketahanan energi yang paling realistis adalah percepatan penggunaan gas LNG,” tegasnya.

Terkait adaptasi industri, Firman berpendapat bahwa sektor manufaktur memiliki keterbatasan dalam penghematan energi jangka pendek. Menurutnya, efisiensi di sektor industri sebaiknya tidak menyentuh proses produksi utama agar output ekonomi tidak anjlok.

“Industri penghematannya bukan di energi tapi di hal lain. Jika industri sampai menghemat energi, produksinya akan terkendala,” ungkap Firman.

Ia menambahkan bahwa penghematan di sektor industri hanya bisa dilakukan pada fasilitas pendukung di luar jalur mesin produksi. Pengaturan listrik pada area perkantoran pabrik menjadi area yang paling mungkin dilakukan penyesuaian.

“Kalau proses produksi saya kira malah tidak bagus kalau dia harus dikurangi energinya,” imbuhnya.

Strategi terakhir adalah pemberian insentif masif untuk konversi kendaraan listrik untuk mengubah perilaku konsumsi masyarakat. Skema bantuan harga jual dinilai lebih diterima publik ketimbang kebijakan yang bersifat menekan atau disinsentif.

“Skema insentif beralih ke kendaraan listrik itu yang pemerintah harus berani dan dipermudah,” ucap Firman.

Firman menilai faktor psikologis masyarakat yang cemas terhadap krisis energi global harus direspons dengan kebijakan yang meringankan. Pemberian kemudahan akses energi terbarukan akan mempercepat transisi tanpa memicu gejolak sosial.

“Untuk saat ini saya kira lebih baik insentif karena psikologis masyarakat sedang cemas,” tuturnya

Sumber: Tribun Jatim.com

Sumber Gambar: Pinterest

The post Ekonom Ubaya: WFA bagi ASN Bisa Jadi Kunci Penghematan BBM dan Penguatan Daya Beli Masyarakat appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Psikolog Ubaya Ingatkan Orang Tua Batasi Penggunaan Medsos bagi Anak https://www.ubaya.ac.id/2026/03/13/psikolog-ubaya-ingatkan-orang-tua-batasi-penggunaan-medsos-bagi-anak/ Fri, 13 Mar 2026 08:38:22 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97852 Dosen Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya) menangapi kebijakan pemerintah yang membatasi penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dinilai sebagai langkah positif untuk melindungi anak di ruang digital. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI sepekan ini meresmikan pembatasan akun media sosial bagi anak di bawah umur melalui, langkah tersebut diambil untuk melindungi anak […]

The post Psikolog Ubaya Ingatkan Orang Tua Batasi Penggunaan Medsos bagi Anak appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Dosen Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya) menangapi kebijakan pemerintah yang membatasi penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dinilai sebagai langkah positif untuk melindungi anak di ruang digital.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI sepekan ini meresmikan pembatasan akun media sosial bagi anak di bawah umur melalui, langkah tersebut diambil untuk melindungi anak dari berbagai risiko di ruang digital seperti paparan pornografi, perundungan siber, dan penipuan online. kebijakan berlaku untuk sejumlah platform termasuk TikTok, Instagram, hingga game seperti Roblox, Selasa (10/3).

Dosen Fakultas Psikologi Ubaya, Ni Putu Adelia Kesumaningsari, M.Sc, mengatakan aturan tersebut merupakan inisiatif baik sebab pemerintah mulai memberikan pedoman resmi mengenai keamanan anak dalam menggunakan media sosial, dimana juga mendorong platform digital untuk menghadirkan fitur yang lebih ramah dan aman bagi anak.

“Aturan pemerintah itu bagus, sebab sudah ada pedoman tentang bagaimana media sosial harus dibuat agar aman bagi anak,” jelasnya.

Lanjut Adelia menjelaskan walapun disebutkan anak di bawah usia 16 tahun tidak diperbolehkan memiliki akun media sosial, meski demikian, penggunaan gawai oleh anak tetap harus berada di bawah pengawasan orang tua.

“Tantangan terbesar kebijakan ini ialah aspek teknis di lapangan, sistem digital masih memiliki banyak celah yang bisa dimanfaatkan, misalnya dengan menggunakan identitas orang tua untuk membuat akun, hal-hal seperti ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat,” kata Adelia.

Penggunaan gadget sebenarnya tidak selalu berdampak negatif bagi anak, kata Adelia dimana sejumlah penelitian yang dilakukannya, teknologi justru dapat mendukung perkembangan bahasa dan kognitif anak apabila digunakan dengan tepat.

“Dari riset ada dua faktor utama menentukan apakah penggunaan gadget berdampak buruk atau tidak, yaitu durasi penggunaan dan jenis konten yang dikonsumsi, apa yang ditonton anak dan berapa lama dia menggunakan gadget,” tuturnya.

Adelia menambahkan rata-rata anak di Indonesia menggunakan gadget hingga tujuh jam per hari, kondisi itu jadi tantangan tersendiri karena teknologi kini sudah menjadi bagian dari sistem pendidikan dan aktivitas sehari-hari.

“Meski penggunaan gadget berlebihan tetap dapat menimbulkan dampak psikologis bagi anak, antaranya kesulitan berkonsentrasi, mudah emosional ketika gadget diambil, serta menurunnya interaksi sosial dengan lingkungan sekitar, Itu sudah menjadi tanda adanya masalah.” ungkapnya.

Beliau menyarankan orang tua menetapkan aturan penggunaan gadget di rumah, misalnya tidak menggunakan gadget saat makan, di kamar mandi, atau di ruang pribadi, idealnya gadget digunakan di ruang terbuka agar lebih mudah diawasi.

“Penggunaan gadget bagi anak sebaiknya dimulai setelah usia tiga tahun dengan durasi terbatas dan konten edukatif, platform khusus anak seperti YouTube Kids juga dinilai lebih aman dibandingkan platform umum,” saranya.

Adelia menekankan bahwa keberhasilan kebijakan pemerintah tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi kesiapan orang tua dalam melakukan pengasuhan digital, seperti edukasi mengenai parenting digital bahkan sebaiknya diberikan sebelum seseorang memiliki anak.

“Kalau orang tuanya tidak diberi edukasi, biasanya solusi paling mudah ketika anak rewel adalah memberi handphone, padahal orang tua perlu belajar bagaimana mengelola emosi anak tanpa langsung memberikan gadget,” imbuhnya.

Sumber berita: Harian Bhirawa
Sumber gambar: Pinterest

The post Psikolog Ubaya Ingatkan Orang Tua Batasi Penggunaan Medsos bagi Anak appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Psikolog Ubaya Ungkap Alasan Pelaku Kekerasan Anak Mayoritas Orang Terdekat Korban https://www.ubaya.ac.id/2026/02/26/psikolog-ubaya-ungkap-alasan-pelaku-kekerasan-anak-mayoritas-orang-terdekat-korban/ Thu, 26 Feb 2026 09:35:14 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97761 Terungkapnya kasus kekerasan anak yang menimpa balita perempuan berinisial KR (4) di Bangkingan, Lakarsantri, pada Senin (9/2/2026) kemarin menambah panjang daftar penganiayaan yang melibatkan orang terdekat korban sebagai pelaku. Diketahui penganiayaan terhadap KR dilakukan oleh Fahrul (30) dan Sellyna (26) yang merupakan paman-bibi korban. Menurut data yang dikeluarkan Pusiknas Polri, pada tahun 2024 tercatat 12.216 […]

The post Psikolog Ubaya Ungkap Alasan Pelaku Kekerasan Anak Mayoritas Orang Terdekat Korban appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Terungkapnya kasus kekerasan anak yang menimpa balita perempuan berinisial KR (4) di Bangkingan, Lakarsantri, pada Senin (9/2/2026) kemarin menambah panjang daftar penganiayaan yang melibatkan orang terdekat korban sebagai pelaku. Diketahui penganiayaan terhadap KR dilakukan oleh Fahrul (30) dan Sellyna (26) yang merupakan paman-bibi korban.

Menurut data yang dikeluarkan Pusiknas Polri, pada tahun 2024 tercatat 12.216 anak-anak di seluruh Indonesia menjadi korban kekerasan. Di Jawa Timur, menurut data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), ada 1.547 kasus kekerasan pada anak pada tahun 2024. Sementara pada waktu yang sama, di Kota Surabaya tercatat ada 74 kasus laporan kekerasan pada anak.

Dari keseluruhan data yang tercatat, pola kekerasan di tingkat provinsi (Jawa Timur) dan Kota Surabaya memiliki kemiripan. Mayoritas anak-anak mendapatkan kekerasan seksual (58 persen), diikuti kekerasan psikis (22 persen), kekerasan fisik (15 persen), dan penelantaran anak (5 persen). Dalam berbagai kasus kekerasan yang ada, hampir 60 persen pelaku kekerasan terhadap anak merupakan orang terdekat korban, seperti orang tua, keluarga besar, dan tetangga.

Dosen Psikologi Perkembangan Universitas Surabaya, Ni Putu Adelia Kesumaningsari, S.Psi., M.Sc., menjelaskan penyebab pelaku kekerasan anak mayoritas adalah orang terdekat karena adanya hubungan yang sifatnya kontrol dan bergantung. Artinya, orang dewasa yang ada di lingkungan anak-anak memiliki kekuatan untuk lebih mengontrol dan membuat anak-anak bergantung, sehingga posisi ini rentan terhadap penyalahgunaan.

“Kita sering menyebutnya relasi kuasa. Di samping itu, kedekatan memberikan akses dan kesempatan. Orang terdekat dari korban memiliki otoritas, kepercayaan, dan ruang privat bersama anak yang membuat terjadinya kekerasan,” kata wanita yang akrab dipanggil Adel itu.

Walaupun memiliki berbagai otoritas dan kedekatan, kondisi itu tidak serta-merta melahirkan rasa empati. Selain itu, menurut ilmu psikologi, rasa empati merupakan kemampuan yang berkembang dan tidak statis, sehingga kedekatan tidak serta-merta menjadi alasan timbulnya rasa empati.

“Apabila orang terdekat ini sering mengalami stres masalah psikologis, mereka akan gagal berempati karena kapasitas empati mereka tidak ada, sehingga tidak akan mampu merespons kebutuhan anak secara hangat dan regulatif,” jelasnya.

Adel menjelaskan dalam perilaku kekerasan anak, hampir tidak pernah muncul dari satu sebab tunggal. Perilaku kekerasan terhadap anak biasanya hasil interaksi dari berbagai faktor, seperti ketidakmampuan mengatasi emosi negatif, stres harian atau gejala depresi lebih tinggi, riwayat kekerasan saat kecil, hingga faktor ekologi.

“Ketidakmampuan mengelola emosi-emosi negatif yang dirasakan seperti marah, sedih, frustrasi berlebihan yang tidak bisa disalurkan. Juga orang yang memiliki tingkat stres harian dan gejala depresi yang tinggi lebih berisiko dalam menggunakan strategi pengasuhan yang abusif.”

“Lalu orang yang punya riwayat mengulangi pola pengasuhan yang buruk cenderung mengulangi saat dia mengasuh,” tuturnya.

Menurut Adel, pelaku kekerasan anak cenderung memiliki tingkat masalah kesehatan mental dan riwayat trauma. Namun, tidak semua pelaku memenuhi kriteria gangguan jiwa berat. Sebagian kasus kekerasan terjadi karena kombinasi tekanan hidup, kelelahan, dan konflik rumah tangga.

Pemeriksaan psikologis atau asesmen psikologis penting dilakukan kepada pelaku untuk menilai risiko pengulangan perilaku sebenarnya dan menentukan intervensi yang tepat.

“Pemeriksaan psikologis dan rujukan untuk perawatan biasanya sangat dianjurkan bila ada kekhawatiran tentang keselamatan anak, tanda-tanda masalah psikologis berat pada anak/pelaku, atau pengulangan perilaku kekerasan/abusif,” pungkasnya. (ang/kun)

Sumber: Beritajatim.com

Sumber gambar: Pinterest

The post Psikolog Ubaya Ungkap Alasan Pelaku Kekerasan Anak Mayoritas Orang Terdekat Korban appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Politeknik Ubaya Gelar Donor Darah di Tengah Krisis Stok Darah O https://www.ubaya.ac.id/2026/01/13/politeknik-ubaya-gelar-donor-darah-di-tengah-krisis-stok-darah-o/ Tue, 13 Jan 2026 10:10:14 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97507 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Universitas Surabaya (Ubaya) bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya kembali menggelar aksi sosial tahunan bertajuk Social Care 2026, 12 Januari 2026 di Ruang Integrity, Politeknik Ubaya. “Social care adalah salah satu bentuk kepedulian dan pengabdian kampus terhadap masyarakat. Apalagi saat ini sedang krisis golongan darah O,” Ujar […]

The post Politeknik Ubaya Gelar Donor Darah di Tengah Krisis Stok Darah O appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Universitas Surabaya (Ubaya) bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya kembali menggelar aksi sosial tahunan bertajuk Social Care 2026, 12 Januari 2026 di Ruang Integrity, Politeknik Ubaya.

Social care adalah salah satu bentuk kepedulian dan pengabdian kampus terhadap masyarakat. Apalagi saat ini sedang krisis golongan darah O,” Ujar Slamet Wahyudi, Wakil Direktur Politeknik Ubaya.

Kampus tersebut rutin menggelar acara serupa sejak 2016. Namun, sempat berhenti kala pandemi Covid-19.

Fithri Fifianah, dokter PMI, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik acara itu. Dia pun memaparkan bahwa PMI Kota Surabaya telah mengalami krisis golongan darah O sejak awal 2026.

​”Kebutuhan rumah sakit sedang meningkat. Terutama untuk pasien hemodialisa (cuci darah) yang membutuhkan stok darah. Golongan darah O memang paling cepat habis. Karena bisa didonorkan ke semua golongan. Maka, permintaan golongan darah tersebut cukup banyak,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa salah satu usaha PMI untuk mengatasi krisis tersebut adalah dengan menambah titik donor darah di berbagai ruang publik.

Tidak hanya itu, untuk menarik minat pendonor, PMI memberikan apresiasi berupa hadiah menarik bagi mereka.

Hingga acara berlangsung, ada 53 peserta yang mendonorkan darahnya. Sebelumnya, para calon pendonor terlebih dulu mengisi formulir donor darah.

Setelahnya, mereka dipanggil untuk melakukan serangkaian pengecekan. Terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh peserta untuk bisa donor darah.

Seperti harus berusia minimal 17 tahun, minimal tensi harus 100/70, berat badan minimal 47 kg saat pertama kali donor. Pun, minimal kadar hemoglobin berada pada angka 12,5.

Kelima puluh tiga pendonor yang memenuhi semua syarat kemudian diarahkan untuk diambil darahnya. Proses pengambilan darah berlangsung sekitar 6 hingga 10 menit.

Pihak kampus berharap acara itu dapat terus berkembang. Ke depan, akan ada rencana untuk menggabungkan aksi donor darah dengan penyuluhan lain.

Seperti bahaya narkotika yang akan bekerja sama dengan BNN. Supaya mahasiswa mendapatkan edukasi tambahan.

Sumber: Harian Disway

The post Politeknik Ubaya Gelar Donor Darah di Tengah Krisis Stok Darah O appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Ubaya tercatat dengan skor SINTA dalam tiga tahun mencapai 379.665 dan skor SINTA Overall 617.199 https://www.ubaya.ac.id/2026/01/11/ubaya-tercatat-dengan-skor-sinta-dalam-tiga-tahun-mencapai-379-665-dan-skor-sinta-overall-617-199/ Sun, 11 Jan 2026 08:17:25 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97769 SURABAYA – Universitas Surabaya (Ubaya) berada di peringkat teratas perguruan tinggi swasta Jawa Timur dalam perolehan skor SINTA. Ubaya tercatat dengan skor SINTA dalam tiga tahun mencapai 379.665 dan skor SINTA Overall 617.199. Hal ini membuat Ubaya menempati posisi kedua secara nasional. Skor SINTA merupakan salah satu indikator kinerja nasional yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, […]

The post Ubaya tercatat dengan skor SINTA dalam tiga tahun mencapai 379.665 dan skor SINTA Overall 617.199 appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
SURABAYA – Universitas Surabaya (Ubaya) berada di peringkat teratas perguruan tinggi swasta Jawa Timur dalam perolehan skor SINTA.

Ubaya tercatat dengan skor SINTA dalam tiga tahun mencapai 379.665 dan skor SINTA Overall 617.199. Hal ini membuat Ubaya menempati posisi kedua secara nasional.

Skor SINTA merupakan salah satu indikator kinerja nasional yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Indikator ini mencakup delapan aspek penting, diantaranya publikasi, penelitian, pengabdian, hak kekayaan intelektual (HKI), kelembagaan, dan sumber daya manusia.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM Ubaya), Prof. Suyanto, Ph.D. mengatakan capaian skor SINTA tinggi merupakan bukti rekognisi nasional maupun internasional dari hasil luaran penelitian dan pengabdian dosen di Ubaya.

“Di Ubaya, skor SINTA diperbarui oleh dosen dan LPPM secara reguler. Staf LPPM, termasuk Direktorat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Ubaya, terjun langsung ke masing-masing program studi untuk mendampingi para dosen melakukan pembaruan data SINTA dan sinkronisasi,” jelasnya, Kamis (11/1/2024).

Selain itu, capaian skor SINTA ini menjadi salah satu dasar bagi penetapan klaster perguruan tinggi. Dengan skor tinggi, Ubaya dapat mencapai klaster Mandiri pada tahun 2024.

“Tentu saja dengan klaster Mandiri akan lebih banyak akses terhadap hibah penelitian maupun pengabdian yang bisa diperoleh dari berbagai sumber,” imbuhnya.

Ia menambahkan, keuntungan lain dari skor SINTA yang tinggi adalah sebagai sumber data utama bagi akreditasi perguruan tinggi maupun program studi. Kinerja publikasi dosen untuk sebuah perguruan tinggi umumnya juga diambil dari data di laman SINTA.

Saat ini data di laman SINTA merupakan salah satu sumber utama bagi pengukuran kinerja publikasi ilmiah dan luaran penelitian dan pengabdian. Prof. Suyanto menyebut LPPM akan terus mendampingi para dosen Ubaya untuk melakukan pembaruan data SINTA. “Pendampingan secara berkelanjutan memberikan dampak besar bagi peningkatan skor. Hal ini baik untuk dapat terus mengingatkan dosen tentang pentingnya data SINTA bagi institusi maupun pribadi,” pungkasnya.(*)

Sumber: TIMES INDONESIA

 

The post Ubaya tercatat dengan skor SINTA dalam tiga tahun mencapai 379.665 dan skor SINTA Overall 617.199 appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Dosen Teknik Mesin Ubaya Sokong Inovasi Industri Logam Skala Kecil dan Menengah Aksesoris Motor https://www.ubaya.ac.id/2025/11/19/dosen-teknik-mesin-ubaya-sokong-inovasi-industri-logam-skala-kecil-dan-menengah-aksesoris-motor/ Wed, 19 Nov 2025 11:47:33 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97337 Dosen Program Studi Teknik Mesin dan Manufaktur Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya), Dr. Ir. Susila Candra, IPM, mengusung program pengabdian pengoptimalan industri pengolahan logam. Pengolahan berupa komponen dan aksesoris sepeda motor yang diproduksi oleh 2 Industri Kecil Menengah (IKM) di Desa Jogorepuh, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan.    Candra menyebut, program ini merupakan pengabdian skema Pemberdayaan […]

The post Dosen Teknik Mesin Ubaya Sokong Inovasi Industri Logam Skala Kecil dan Menengah Aksesoris Motor appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Dosen Program Studi Teknik Mesin dan Manufaktur Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya), Dr. Ir. Susila Candra, IPM, mengusung program pengabdian pengoptimalan industri pengolahan logam. Pengolahan berupa komponen dan aksesoris sepeda motor yang diproduksi oleh 2 Industri Kecil Menengah (IKM) di Desa Jogorepuh, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan. 

 

Candra menyebut, program ini merupakan pengabdian skema Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) yang diproyeksikan untuk dilaksanakan selama 3 tahun dengan judul “Peningkatan Kapasitas Produksi, Inovasi, dan Manajemen Produk Unggulan Komponen Logam di Desa Jogorepuh Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur”. Pendanaan pengabdian ini didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM), Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjend Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

 

“Produk yang dihasilkan oleh IKM di Desa Jogorepuh ini sangat unik karena aksesoris yang diproduksi berbeda dengan produk skala besar yang ada di pasaran. Belum ada produk yang serupa dari segi bentuk, warna, hingga variasi yang telah dipasarkan secara luas. Jadi, penggunaan aksesoris hasil produksi IKM ini jelas menjadi pembeda dan memberi identitas baru bagi pecinta otomotif, khususnya aksesoris sepeda motor,” jelas Candra. 

 

Dua IKM yang difokuskan dalam pengabdian ini adalah IKM Bina Logam dan IKM Dafa Motor. Saat ini, IKM Bina Logam dan IKM Dafa Motor sudah memproduksi masing-masing 6 dan 11 jenis produk olahan logam yang terdiri dari footstep (pijakan kaki), spinner, tutup karburator, kutikan gigi, kupingan lampu, dan lain sebagainya. Tidak hanya memiliki nilai fungsi, komponen dan aksesoris sepeda motor yang diproduksi menambah nilai estetika sepeda motor bagi para pegiat otomotif roda dua. Candra menambahkan, produk hasil olahan ini dapat menjadi ikon industri Kabupaten Pasuruan apabila mampu dikembangkan dengan baik, layaknya buah tangan yang identik dengan beberapa daerah di Indonesia. 

 

“Secara warna, produk-produk ini tidak hanya berwarna perak seperti yang biasa terdapat di pasaran, tetapi ada warna kuning, merah, biru, dan warna-warna lain juga. Secara bentuk juga begitu. Misalnya, ring aksesoris yang biasanya hanya bulat seperti cincin diberikan ukiran-ukiran yang menarik. Hal-hal seperti ini belum ada di daerah lain di Indonesia,” paparnya. 

 

Pemilihan industri ini didasari oleh kondisi sosio-ekonomi Kabupaten Pasuruan yang disokong oleh olahan logam sebagai industri unggulan. Setiap minggu, IKM Bina Logam menerima permintaan berkisar 50.000 unit dan IKM Dafa Motor sebesar 73.000 unit. Namun, keterbatasan sumber daya manusia dalam proses manajemen dan operasional serta kurangnya mesin produksi menjadikan permintaan tersebut belum dapat dipenuhi. Hal ini turut menjadikan jangkauan pasar hasil olahan logam ini masih terbatas di Provinsi Jawa Timur, meskipun sudah terdapat permintaan dari wilayah lain, seperti Jawa Tengah dan Indonesia bagian timur. 

 

Candra menuturkan, pengoptimalan IKM akan dilakukan menyeluruh secara bertahap. Dalam aspek pengembangan dan inovasi produk misalnya, IKM Bina Logam diproyeksikan akan memproduksi 8 jenis produk dan IKM Dafa Motor dengan 18 jenis produk pada tahun ketiga pelaksanaan pengabdian. Namun, selain peningkatan kapasitas produksi, Candra turut menekankan pentingnya perbaikan kualitas sumber daya manusia dan manajemen pemasaran. 

 

“Kita sudah merencanakan penambahan mesin produksi baru dan mempersiapkan pelatihan kepada para pekerja, tidak hanya berupa kompetensi operasional, namun turut meliputi manajemen keuangan untuk mempertahankan kontinuitas usaha. Karena saat ini pemasaran produk masih menggunakan sistem konvensional, kita juga akan mendampingi usaha dalam aspek promosi dan pemasaran. Jadi, tidak hanya kapasitas produksi yang meningkat, namun jangka panjang IKM juga terjamin,” tutur Candra. 

 

Selain IKM Bina Logam dan IKM Dafa Motor, inisiatif ini juga disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat Desa Jogorepuh. Program pengabdian ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RJPMDes) Desa Jogorepuh Tahun 2019-2025 berupa pemanfaatan potensi pasar produk logam. Berkembangnya kedua IKM akan menjadi peluang kerja yang baik bagi masyarakat sekaligus menjadi percontohan bagi IKM serupa di Desa Jogorepuh dan Kabupaten Pasuruan secara umum.

Sumber: Tribun News Surabaya

The post Dosen Teknik Mesin Ubaya Sokong Inovasi Industri Logam Skala Kecil dan Menengah Aksesoris Motor appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Ubaya Jadi Pusat Unggulan Inovasi Produk Pangan dan Suplemen Kesehatan untuk Kondisi Degeneratif https://www.ubaya.ac.id/2025/11/06/ubaya-jadi-pusat-unggulan-inovasi-produk-pangan-dan-suplemen-kesehatan-untuk-kondisi-degeneratif/ Thu, 06 Nov 2025 09:20:02 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97286 Universitas Surabaya (Ubaya) terus membuktikan diri sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di Jawa Timur. Berbagai inovasi terus dilancarkan, salah satunya melalui Pusat Unggulan Iptek (PUI) Produk Pangan & Suplemen Kesehatan Untuk Kondisi Degeneratif (Pasdeg).    Ketua PUI Pasdeg Ubaya Prof apt Tjie Kok mengatakan bahwa PUI Pasdeg Ubaya menjadi satu-satunya PUI di bidang produk pangan […]

The post Ubaya Jadi Pusat Unggulan Inovasi Produk Pangan dan Suplemen Kesehatan untuk Kondisi Degeneratif appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Universitas Surabaya (Ubaya) terus membuktikan diri sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di Jawa Timur. Berbagai inovasi terus dilancarkan, salah satunya melalui Pusat Unggulan Iptek (PUI) Produk Pangan & Suplemen Kesehatan Untuk Kondisi Degeneratif (Pasdeg). 

 

Ketua PUI Pasdeg Ubaya Prof apt Tjie Kok mengatakan bahwa PUI Pasdeg Ubaya menjadi satu-satunya PUI di bidang produk pangan dan suplemen kesehatan untuk kondisi degeneratif yang difasilitasi pengembangannya oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Tujuannya, untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi di perguruan tinggi.

 

Beberapa kegiatan dilakukan di PUI Pasdeg. Di antaranya, uji pra klinis dan uji klinis terbatas, riset mahasiswa S-3, pameran tingkat nasional, industrial forum dan expo, pengembangan dan pemeliharaan website serta basis data produk, dan pengembangan manajemen pusat unggulan dan fasilitasi dari Ubaya.

 

“Kami juga bekerja sama dengan beberapa lembaga luar negeri. Salah satunya, Jiangxi Science and Technology Normal University China yang telah melakukan kontrak riset beserta implementasinya dengan kami. Publikasi jurnal nasional maupun internasional juga kami lakukan,” ungkap Prof Tjie Kok yang juga merupakan seorang peneliti senior.

 

Di tingkat internasional, beberapa kegiatan lain juga telah dilakukan PUI Pasdeg Ubaya. Di antaranya, pembicara konferensi internasional, pemakalah internasional, kunjungan lembaga internasional, dan pengelolaan seminar atau simposium internasional.

 

Fasilitas memadai dan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas, menjadikan PUI Pasdeg Ubaya kerap menghadirkan produk-produk inovatif. Prof Tjie Kok mengatakan, beberapa produk berhasil dikembangkan, dipatenkan, bahkan dipasarkan. Ada cookies daun jati, teh olahan daun jati dan kombinasi dengan kelor, kopi celup daun jati dan kelor, teh miana, temulawak instan, minuman pokak, dan beberapa produk lain.

 

Terdapat tiga produk unggulan untuk dikembangkan yakni produk olahan daun jati, produk olahan miana, dan produk olahan kelor. Ketiganya kerap dibawa dalam berbagai pameran produk nasional. “Untuk cookies daun jati ini, kami bekerja sama dengan Desa Kebontunggul Mojokerto sebagai penghasil daun jati. Lantas kami yang melakukan inovasi hingga menjadi cookies dengan packaging menarik,” ujar Prof Tjie Kok.

 

Dia juga membuka kesempatan bagi pihak dari lini industri yang ingin bekerja sama. Dengan begitu, produk hasil inovasi bisa dipasarkan lebih masif. Dengan kata lain, kerja sama dengan industri tersebut bisa menciptakan hilirisasi.

 

Ke depan, Prof Tjie Kok memastikan PUI Pasdeg Ubaya akan senantiasa berinovasi. Menelurkan produk-produk unggulan lainnya yang bermanfaat kesehatan, khususnya untuk kondisi degeneratif. (el)

The post Ubaya Jadi Pusat Unggulan Inovasi Produk Pangan dan Suplemen Kesehatan untuk Kondisi Degeneratif appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Ubaya-Komnas HAM RI Perkuat Kerja Sama Tri Dharma dan Isu HAM Nasional https://www.ubaya.ac.id/2025/10/16/ubaya-komnas-ham-ri-perkuat-kerja-sama-tri-dharma-dan-isu-ham-nasional/ Thu, 16 Oct 2025 09:28:06 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=97204 Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) Universitas Surabaya (Ubaya) memperkuat kolaborasi di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi dan isu-isu HAM nasional usai melakukan studi banding ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM RI) pada 6-8 Oktober 2025. Pertemuan ini juga menjadi tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Ubaya dan Komnas HAM RI. ​Ketua […]

The post Ubaya-Komnas HAM RI Perkuat Kerja Sama Tri Dharma dan Isu HAM Nasional appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) Universitas Surabaya (Ubaya) memperkuat kolaborasi di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi dan isu-isu HAM nasional usai melakukan studi banding ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM RI) pada 6-8 Oktober 2025. Pertemuan ini juga menjadi tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Ubaya dan Komnas HAM RI.

​Ketua PUSHAM Ubaya, Dr. Sonya Claudia Siwu menyatakan kegiatan ini merupakan komitmen bersama untuk memajukan HAM di Indonesia, khususnya Jawa Timur. “Kegiatan tidak hanya studi banding dan pelatihan pengelolaan kepustakaan Pusat Dokumentasi HAM (Pusdokham), namun juga perencanaan kolaborasi program-program yang akan melibatkan unit internal maupun eksternal Ubaya,” jelas Dr. Sonya, Selasa (14/10/2025).

​Ia menambahkan, kolaborasi ini dirancang untuk mendorong peningkatan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Beberapa program kerja sama yang akan dijalankan antara lain program magang mahasiswa dan kerja sama penelitian dengan kajian isu-isu HAM.

Dr. Sonya Claudia Siwu menekankan, melalui kegiatan ini mahasiswa Ubaya mendapat peluang besar untuk belajar HAM secara komprehensif.

“Mahasiswa dapat belajar HAM secara baik, benar, dan lengkap serta dapat menghadapi tantangan HAM ke depan baik secara substansi maupun kelembagaan dari berbagai perspektif hingga ke konteks kebangsaan,” katanya.

Koordinator Subkomisi Pemajuan HAM Komnas HAM RI, Atnike Nova Sigiro menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif Pusham Ubaya.

Menurutnya, kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan tinggi lain untuk melibatkan lebih banyak akademisi dan mahasiswa bersama Komnas HAM RI dalam upaya memajukan HAM di Indonesia. “Ini dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan tinggi lain dengan melibatkan lebih banyak lagi akademisi khususnya mahasiswa,” tuturnya.

Dalam studi banding yang turut dihadiri oleh perwakilan mahasiswa lintas jurusan Ubaya ini, juga dibahas isu-isu HAM yang menjadi perhatian nasional. Isu-isu tersebut seperti lingkungan hidup, kelompok rentan, kemajuan teknologi, pemberdayaan masyarakat kota, serta beberapa isu pelanggaran HAM. [ipl/kun]

Sumber: Berita Jatim

 

The post Ubaya-Komnas HAM RI Perkuat Kerja Sama Tri Dharma dan Isu HAM Nasional appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>