Ubaya di Media Archives - Universitas Surabaya (UBAYA) https://www.ubaya.ac.id/category/ubaya-di-media/ Wed, 16 Sep 2026 09:37:27 +0000 en-US hourly 1 FH Ubaya dan Kemlu RI Kolaborasi Bidang Hukum Internasional https://www.ubaya.ac.id/2026/09/16/fh-ubaya-dan-kemlu-ri-kolaborasi-bidang-hukum-internasional/ Wed, 16 Sep 2026 09:29:29 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=98697 Fakultas Hukum Universitas Surabaya (FH Ubaya) menjalin kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) untuk memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di bidang hukum internasional. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dekan FH Ubaya Dr. Hwian Christianto dan Sekretaris Direktorat Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional (HPI) Kemlu […]

The post FH Ubaya dan Kemlu RI Kolaborasi Bidang Hukum Internasional appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Fakultas Hukum Universitas Surabaya (FH Ubaya) menjalin kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) untuk memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di bidang hukum internasional.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dekan FH Ubaya Dr. Hwian Christianto dan Sekretaris Direktorat Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional (HPI) Kemlu RI Widya Rahmanto di Kampus Ubaya Tenggilis, Surabaya, Selasa.

Ketua Laboratorium Hukum Internasional Ubaya Dr. Wisnu Aryo Dewanto mengatakan kerja sama tersebut diharapkan menjadi awal berbagai kegiatan yang melibatkan dosen dan mahasiswa FH Ubaya.

“Kegiatan ini turut menjadi kesempatan yang baik bagi para mahasiswa untuk melihat bagaimana hukum internasional diimplementasikan di dunia nyata, lebih dari pemahaman teoretis dari buku yang diajarkan oleh kami para dosen,” tuturnya.

Dekan FH Ubaya Dr. Hwian Christianto mengatakan hubungan antarnegara yang semakin kompleks perlu diimbangi dengan pemahaman hukum internasional yang baik, terutama bagi mahasiswa sebagai generasi bangsa.

“Hukum internasional tidak hanya berbicara tentang aturan, namun juga instrumen negara untuk membangun, membela, memperjuangkan, dan melindungi kepentingan nasional. Oleh sebab itu, kita harus menyadari pentingnya hukum internasional dalam kehidupan sehari-hari untuk menghadapi tatanan dan tantangan global yang terjadi dewasa ini,” kata Hwian.

Selain penandatanganan MoU, Sekretaris Direktorat Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional (HPI) Kemlu RI Widya Rahmanto memberikan kuliah tamu kepada ratusan mahasiswa dengan tema “Indonesia dalam Dinamika Tatanan Global: Hukum Internasional, Diplomasi, dan Kepentingan Nasional”.

Widya memaparkan peran hukum internasional sebagai produk hukum yang dapat mengakomodasi kepentingan dan kebutuhan negara secara adil di panggung global.

Menurut dia, bagi negara berkembang, hukum internasional juga menjadi pelindung kepentingan domestik dan hak-hak yang seharusnya dihormati.

“Namun, saat ini kita mulai menghadapi berbagai tantangan yang menimbulkan pelemahan hukum internasional. Penyebabnya dapat berupa kesenjangan antara norma dan pelaksanaan, standar ganda dalam penerapan hukum, dan kembalinya politik kekuatan. Konsensus internasional menjadi sangat sulit tercapai dan membutuhkan waktu dan proses yang jauh lebih lama,” kata Widya.

Ia menekankan pentingnya adaptasi, diplomasi, dan reformasi institusi yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk menghadapi kondisi tersebut.

“Indonesia perlu menjaga hukum internasional agar tetap relevan dengan memanfaatkan setiap forum internasional yang ada dan berperan sebagai bridge builder di kancah global,” katanya.

Sumber: Antara News

The post FH Ubaya dan Kemlu RI Kolaborasi Bidang Hukum Internasional appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Sistem Informasi Ubaya Gelar UBAYA Cup 2026, Diikuti 1200 Pelajar dari Seluruh Indonesia https://www.ubaya.ac.id/2026/09/15/sistem-informasi-ubaya-gelar-ubaya-cup-2026-diikuti-1200-pelajar-dari-seluruh-indonesia/ Tue, 15 Sep 2026 10:24:21 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=98694 Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar UBAYA Cup 2026, kompetisi E-sports Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) yang diikuti oleh pelajar dari Jawa Timur. Sebanyak 200 tim dengan total 1.200 pemain dari tingkat SMA/SMK/MA sederajat berkompetisi memperebutkan gelar juara pada 12–13 September 2026 di Maspion Square, Surabaya. Ketua Pelaksana UBAYA Cup 2026, […]

The post Sistem Informasi Ubaya Gelar UBAYA Cup 2026, Diikuti 1200 Pelajar dari Seluruh Indonesia appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar UBAYA Cup 2026, kompetisi E-sports Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) yang diikuti oleh pelajar dari Jawa Timur. Sebanyak 200 tim dengan total 1.200 pemain dari tingkat SMA/SMK/MA sederajat berkompetisi memperebutkan gelar juara pada 12–13 September 2026 di Maspion Square, Surabaya.

Ketua Pelaksana UBAYA Cup 2026, Muhammad Pramadita Wirawan, menyebut penyelenggaraan turnamen ini merupakan bentuk kontribusi Ubaya dalam memberikan ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi digitalnya. “Melalui kompetisi ini, kami ingin menghadirkan kompetisi E-sports yang tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga membangun karakter peserta melalui sportivitas, kerja sama tim, kemampuan strategi, serta pemanfaatan teknologi digital. Besarnya antusiasme peserta menunjukkan bahwa E-sports telah menjadi bagian penting dari perkembangan talenta digital generasi muda Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Sistem Informasi Ubaya, Dr. Dhiani Tresna Absari, menerangkan penyelenggaraan UBAYA Cup 2026 menjadi bagian dari implementasi visi Program Studi Sistem Informasi Ubaya dalam mencetak profesional digital yang mampu mengintegrasikan kebutuhan bisnis dengan perkembangan teknologi informasi.

“Sebagai program studi yang telah memperoleh predikat akreditasi Unggul, kami terus berupaya memberikan kontribusi dalam pengembangan talenta digital Indonesia. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana teknologi, kreativitas, dan kolaborasi dapat dikembangkan secara positif oleh generasi muda,” jelasnya. Ia berharap, turnamen ini dapat memberikan kobtribusi nyata dalam memperkuat ekosistem E-sports Indonesia sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta inovasi digital di masa depan.

Pertandingan UBAYA CUP 2026 menggunakan sistem pertandingan single elimination (gugur). Pada hari pertama, seluruh 200 tim bertanding untuk menentukan 32 tim terbaik yang berhak melaju ke babak berikutnya. Memasuki hari kedua, pertandingan berlangsung mulai dari babak 32 besar, 16 besar, perempat final, semifinal, hingga pertandingan final. Juara 1 diraih oleh SMA Kristen Petra 1 Surabaya, Juara 2 diraih oleh SMKN 1 Surabaya, serta juara 3 diraih oleh SMA Muhammadiyah 1 Taman.

Sebagai informasi, penyelenggaraan UBAYA Cup 2026 bekerja sama dengan Maspion IT sebagai mitra industri. Kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam mendukung perkembangan teknologi digital. Pimpinan Maspion IT, Ir. Okky Tri Hutomo, M.IT., menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu beradaptasi dan berinovasi.

“Industri digital membutuhkan talenta yang memiliki kemampuan teknologi sekaligus kemampuan berpikir strategis, kreatif, dan mampu bekerja dalam tim. Melalui kegiatan seperti UBAYA Cup ini, kami melihat adanya peluang untuk mendukung generasi muda agar semakin siap menghadapi perkembangan dunia digital,” ungkap Okky.

Sumber: Radar Surabaya

The post Sistem Informasi Ubaya Gelar UBAYA Cup 2026, Diikuti 1200 Pelajar dari Seluruh Indonesia appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Ubaya Kembangkan Ekosistem Herbal, Dorong Inovasi Produk Unggulan https://www.ubaya.ac.id/2026/08/28/ubaya-kembangkan-ekosistem-herbal-dorong-inovasi-produk-unggulan/ Fri, 28 Aug 2026 01:47:28 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=98615 MOJOKERTO – Produk herbal berkualitas, inovatif dan berbasis kearifan lokal dapat memberi daya tarik kuat bagi wisata Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Mojokerto. Karena itu diperlukan pengembangan ekosistem herbal yang mendukung ekonomi hijau (green economy) berbasis potensi lokal. Menjawab kebutuhan dan peluang tersebut, Program Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) 2026 yang didanai DPPM Kemdiktisaintek […]

The post Ubaya Kembangkan Ekosistem Herbal, Dorong Inovasi Produk Unggulan appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
MOJOKERTO – Produk herbal berkualitas, inovatif dan berbasis kearifan lokal dapat memberi daya tarik kuat bagi wisata Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Mojokerto. Karena itu diperlukan pengembangan ekosistem herbal yang mendukung ekonomi hijau (green economy) berbasis potensi lokal.

Menjawab kebutuhan dan peluang tersebut, Program Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) 2026 yang didanai DPPM Kemdiktisaintek melakukan pengabdian Masyarakat multitahun selama tiga tahun. Program tersebut berjudul “Revitalisasi dan Inovasi Minuman Herbal sebagai Produk Unggulan Daerah Berbasis Kearifan Lokal di Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto”.

Program kemitraan Universitas Surabaya (Ubaya) diketuai Prof Oeke Yunita bersama Theresia Desy Askitosari dan Dian Prianka. Bekerja sama dengan Universitas Hang Tuah Surabaya beranggotakan Angelica Kresnamurti. Pengembangan ekosistem herbal ini merupakan model pemberdayaan berkelanjutan yang dapat meningkatkan perekonomian desa. Kegiatan ini melibatkan dua mitra dalam integrasi aspek hulu ke hilir yaitu usaha herbal Cendhani sebagai pengolah produk herbal dan kelompok tani Bumi Sejahtera sebagai penyedia bahan baku minuman herbal.

Upaya produksi herbal yang inovatif dan berbasis kearifan lokal didukung dengan adanya pelatihan Produksi Loose Leaf Herbal untuk Mitra usaha herbal Cendhani pada Senin (10/8/2026). Loose leaf herbal adalah bahan herbal kering berupa potongan rimpang misalnya jahe dan temulawak, yang dapat diseduh untuk minuman herbal.

Pelatihan ini berfokus pada peningkatan kapasitas mitra dalam menghasilkan produk herbal berkualitas melalui alih teknologi pengeringan dan penepungan serta pengemasan produk dengan desain kemasan yang berbasis kearifan lokal. “Kualitas herbal yang baik sangat ditentukan oleh penanganan dan pengolahan herbal yang tepat, mulai dari tahap budidaya, panen, paska panen hingga proses pengolahan dan penyimpanan bahan herbal dan produk herbal,” kata Oeke.

Pelatihan terhadap anggota mitra Cendhani memberikan peningkatan ketrampilan mitra hingga 100% dalam pengolahan herbal menjadi produk loose leaf jahe. Salah satu keunggulan program ini adalah pengembangan desain kemasan berbasis kearifan lokal Desa Selotapak sebagai bagian dari branding, sehingga produk herbal tidak hanya menawarkan manfaat dan kualitas namun juga membawa cerita serta karakter Desa Selotapak.

“Produk lokal harus mampu bercerita tentang keunikan produk yang bersumber dari pengetahuan dan kearifan lokal sehingga konsumen dapat mengenal daerah asalnya,” kata Dian saat menunjukkan kemasan Cendhani yang berkonsep kekinian dengan muatan cerita unik terkait Desa Selotapak.

Berdasarkan survei setelah pelatihan, 100% warga lokal dapat menerima desain kemasan tersebut. Program ini juga melibatkan Kelompok Tani Bumi Sejahtera dalam menghasilkan bahan baku herbal yang berkualitas melalui pengembangan SOP budidaya, panen dan paska panen serta mitigasi risiko pengendalian hama.

Pendekatan terintegrasi dari hulu ke hilir. Mulai dari budidaya ramah lingkungan, alih teknologi dalam produksi herbal, inovasi desain kemasan produk hingga pemasaran digital. Hal ini menjadi keunggulan program PM-UPUD dalam mengubah potensi herbal lokal Desa Selotapak menjadi produk berkualitas, berbasis kearifan lokal dan berorientasi pada keberlanjutan sehingga dapat memberikan peluang pasar yang lebih luas.

Sumber : sindonews.com

The post Ubaya Kembangkan Ekosistem Herbal, Dorong Inovasi Produk Unggulan appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Bikin Inovasi Olahan Ubi Ungu, IKM Mojokerto Didorong Tingkatkan Daya Saing https://www.ubaya.ac.id/2026/08/21/bikin-inovasi-olahan-ubi-ungu-ikm-mojokerto-didorong-tingkatkan-daya-saing/ Fri, 21 Aug 2026 09:23:47 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=98577 Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) 2026 memberikan dampak nyata bagi pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) di Kabupaten Mojokerto. Program yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Riset dan Pengembangan (Risbang) Kemdiktisaintek tersebut mendorong inovasi pengolahan ubi ungu menjadi produk bernilai tambah. Program ini dilaksanakan […]

The post Bikin Inovasi Olahan Ubi Ungu, IKM Mojokerto Didorong Tingkatkan Daya Saing appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) 2026 memberikan dampak nyata bagi pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) di Kabupaten Mojokerto. Program yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Riset dan Pengembangan (Risbang) Kemdiktisaintek tersebut mendorong inovasi pengolahan ubi ungu menjadi produk bernilai tambah.

Program ini dilaksanakan tim yang terdiri atas Gunawan, Argo Hadi Kusumo, dan Ruth Chrisnasari dari Universitas Surabaya ( Ubaya ), bersama Moh. Arif Batutah dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura). Tim menggandeng UD Aneka Camilan Ria di Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

UD Aneka Camilan Ria yang sebelumnya dikenal sebagai produsen keripik kini mengembangkan lini usaha baru melalui produksi tepung ubi ungu dan berbagai produk turunannya. Salah satu inovasi yang berhasil dikembangkan adalah sereal ubi ungu dalam bentuk tepung bubur instan.

Berbeda dengan tepung ubi pada umumnya, produk tersebut dibuat dari ubi yang telah dimasak terlebih dahulu sehingga lebih praktis untuk disajikan. Produk juga dikembangkan sebagai pangan bebas gluten (gluten-free) dan dapat menjadi salah satu pilihan bahan pangan untuk Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Tak hanya berfokus pada inovasi produk, program tersebut turut memperkenalkan teknologi produksi yang ramah lingkungan. UD Aneka Camilan Ria kini memanfaatkan Rumah Produksi berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 2.200 watt serta Rumah Pengering Ultraviolet (UV).

Pemilik UD Aneka Camilan Ria, Nanik Riasih, mengatakan penerapan teknologi tersebut membantu meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus menjaga kualitas produk. “Penerapan teknologi ini sangat membantu meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi,” katanya, Selasa (18/8/2026).

Pemanfaatan PLTS dan Rumah Pengering UV menjadi bagian dari upaya mengembangkan sistem produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Teknologi tersebut sekaligus mendukung pengembangan produk pangan berbahan baku lokal yang memiliki potensi untuk menjangkau pasar lebih luas.

Inovasi UD Aneka Camilan Ria juga mendapat apresiasi dari Kepala Desa Selotapak, Agus Sugiono. Menurutnya, pengembangan produk berbasis ubi ungu sejalan dengan upaya desa dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan potensi bahan baku lokal.

Manajer Pengabdian kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Ubaya, Utomo, menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan IKM merupakan salah satu bentuk nyata implementasi semangat Kampus Berdampak. ”Pendampingan yang dilakukan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mendorong lahirnya produk inovatif yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing,” ujarnya.

Melalui kolaborasi tersebut, olahan ubi ungu diharapkan mampu meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan usaha baru di Kabupaten Mojokerto. Pengembangan produk pangan berbasis ubi ungu juga diharapkan dapat memperkuat posisi Kecamatan Trawas sebagai salah satu kawasan wisata kuliner unggulan dengan mengangkat potensi pangan lokal sebagai bagian dari daya tarik daerah.

Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) 2026 memberikan dampak nyata bagi pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) di Kabupaten Mojokerto. Program yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Riset dan Pengembangan (Risbang) Kemdiktisaintek tersebut mendorong inovasi pengolahan ubi ungu menjadi produk bernilai tambah.

Program ini dilaksanakan tim yang terdiri atas Gunawan, Argo Hadi Kusumo, dan Ruth Chrisnasari dari Universitas Surabaya ( Ubaya ), bersama Moh. Arif Batutah dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura). Tim menggandeng UD Aneka Camilan Ria di Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

UD Aneka Camilan Ria yang sebelumnya dikenal sebagai produsen keripik kini mengembangkan lini usaha baru melalui produksi tepung ubi ungu dan berbagai produk turunannya. Salah satu inovasi yang berhasil dikembangkan adalah sereal ubi ungu dalam bentuk tepung bubur instan.

Berbeda dengan tepung ubi pada umumnya, produk tersebut dibuat dari ubi yang telah dimasak terlebih dahulu sehingga lebih praktis untuk disajikan. Produk juga dikembangkan sebagai pangan bebas gluten (gluten-free) dan dapat menjadi salah satu pilihan bahan pangan untuk Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Tak hanya berfokus pada inovasi produk, program tersebut turut memperkenalkan teknologi produksi yang ramah lingkungan. UD Aneka Camilan Ria kini memanfaatkan Rumah Produksi berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 2.200 watt serta Rumah Pengering Ultraviolet (UV).

Pemilik UD Aneka Camilan Ria, Nanik Riasih, mengatakan penerapan teknologi tersebut membantu meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus menjaga kualitas produk. “Penerapan teknologi ini sangat membantu meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi,” katanya, Selasa (18/8/2026).

Pemanfaatan PLTS dan Rumah Pengering UV menjadi bagian dari upaya mengembangkan sistem produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Teknologi tersebut sekaligus mendukung pengembangan produk pangan berbahan baku lokal yang memiliki potensi untuk menjangkau pasar lebih luas.

Inovasi UD Aneka Camilan Ria juga mendapat apresiasi dari Kepala Desa Selotapak, Agus Sugiono. Menurutnya, pengembangan produk berbasis ubi ungu sejalan dengan upaya desa dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan potensi bahan baku lokal.

Manajer Pengabdian kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Ubaya, Utomo, menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan IKM merupakan salah satu bentuk nyata implementasi semangat Kampus Berdampak. ”Pendampingan yang dilakukan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mendorong lahirnya produk inovatif yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing,” ujarnya.

Melalui kolaborasi tersebut, olahan ubi ungu diharapkan mampu meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan usaha baru di Kabupaten Mojokerto. Pengembangan produk pangan berbasis ubi ungu juga diharapkan dapat memperkuat posisi Kecamatan Trawas sebagai salah satu kawasan wisata kuliner unggulan dengan mengangkat potensi pangan lokal sebagai bagian dari daya tarik daerah.

Sumber: Sindo News

The post Bikin Inovasi Olahan Ubi Ungu, IKM Mojokerto Didorong Tingkatkan Daya Saing appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Dari Bambu dan Pandan, Mahasiswa Ubaya Inovasi Produk UMKM Jombang https://www.ubaya.ac.id/2026/08/18/dari-bambu-dan-pandan-mahasiswa-ubaya-inovasi-produk-umkm-jombang/ Tue, 18 Aug 2026 10:03:24 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=98564 Mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) berkolaborasi dengan dua Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jombang, Anya Craft dan Bhima Aneka Besek, mengembangkan produk inovatif berbahan anyaman bambu dan daun pandan. Program Pengembangan Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) tahun ketiga ini dilaksanakan Jumat-Sabtu (7-8/8). Di Anya Craft, mahasiswa mengembangkan tatakan piring berbahan anyaman daun pandan. Sedangkan […]

The post Dari Bambu dan Pandan, Mahasiswa Ubaya Inovasi Produk UMKM Jombang appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) berkolaborasi dengan dua Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jombang, Anya Craft dan Bhima Aneka Besek, mengembangkan produk inovatif berbahan anyaman bambu dan daun pandan.

Program Pengembangan Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) tahun ketiga ini dilaksanakan Jumat-Sabtu (7-8/8).

Di Anya Craft, mahasiswa mengembangkan tatakan piring berbahan anyaman daun pandan.

Sedangkan di Bhima Aneka Besek, mereka mengembangkan tempat pod coffee serta tas anyaman untuk cup coffee ukuran regular dan small.

Program ini kelanjutan pendampingan Universitas Surabaya dan Universitas Dinamika terhadap UMKM unggulan di Kabupaten Jombang.

PM-UPUD merupakan program pengembangan usaha yang didukung pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Melalui program ini, mahasiswa merancang produk. Juga terlibat langsung dalam proses pembuatannya.

Mereka belajar menyesuaikan desain dengan karakter bahan, teknik produksi hingga kemampuan pengrajin.

’’Ini pengalaman pertama saya memegang kertas ampelas dan mengampelas produk bambu. Sebelumnya saya memang pernah membuat produk dari bambu, tetapi yang kali ini lebih berkesan karena dilakukan melalui kolaborasi dengan UMKM,’’ kata Jeanette, mahasiswa Jurusan Desain dan Manajemen Produk Fakultas Industri Kreatif Ubaya.

Pengalaman serupa dirasakan mahasiswa yang terlibat di Anya Craft.

Luanne dan Kennetha dari Desain Fashion and Produk Lifestyle mendapat pengalaman membuat produk menggunakan anyaman daun pandan berduri.

Sementara Kaylee, mahasiswa Desain Komunikasi Visual, menilai kegiatan tersebut memberi pengalaman berbeda dari aktivitas perkuliahan yang lebih banyak dilakukan secara digital.

’’Ini pengalaman yang mengasyikkan karena biasanya cuma di depan laptop saja, sekarang bisa membuat produk secara langsung,’’ ucapnya.

Dosen Ubaya sekaligus tim pelaksana PM-UPUD, Siti Zahro, mengatakan, kolaborasi tersebut memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun UMKM.

’’Kegiatan ini harus terus dijalankan karena kolaborasi antara mahasiswa dan UMKM memberikan dampak nyata pada perwujudan produk inovasi yang siap dikembangkan,’’ terangnya.

Keterlibatan langsung mahasiswa membuat proses pembelajaran lebih nyata karena mereka dapat memahami proses produksi di industri.

Di sisi lain, UMKM mendapat perspektif baru dalam mengembangkan produk berbasis bahan lokal.

Pengembangan produk diarahkan tidak hanya menghasilkan desain baru, tetapi juga produk yang memiliki fungsi dan peluang dikembangkan sebagai bagian dari usaha UMKM.

Kolaborasi mahasiswa dan pengrajin diharapkan membuka lebih banyak inovasi dari bahan lokal Jombang sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar.

Sumber: jombangbanget.jawapos.com 

The post Dari Bambu dan Pandan, Mahasiswa Ubaya Inovasi Produk UMKM Jombang appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Inovasi dari Kaki Semeru: Siswa ABK SLBK Pelangi Kasih Olah Pisang Agung menjadi Tepung dan Yoghurt hingga Ciptakan Jaket Crop https://www.ubaya.ac.id/2026/08/13/inovasi-dari-kaki-semeru-siswa-abk-slbk-pelangi-kasi-olah-pisang-agung-menjadi-tepung-dan-yoghurt-hingga-ciptakan-jaket-crop/ Thu, 13 Aug 2026 11:52:36 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=98545 Keterbatasan tidak pernah menghalangi semangat siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SLB Kristen Pelangi Kasih Lumajang untuk terus berkarya. Melalui program pengabdian masyarakat yang didanai oleh BIMA Kemdiktisaintek 2026, unit vokasi ganda di sekolah ini berhasil melahirkan serangkaian produk inovatif bernilai ekonomi tinggi yang memanfaatkan potensi lokal. Pada vokasi tata boga, tim pendamping bersama para […]

The post Inovasi dari Kaki Semeru: Siswa ABK SLBK Pelangi Kasih Olah Pisang Agung menjadi Tepung dan Yoghurt hingga Ciptakan Jaket Crop appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Keterbatasan tidak pernah menghalangi semangat siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SLB Kristen Pelangi Kasih Lumajang untuk terus berkarya.

Melalui program pengabdian masyarakat yang didanai oleh BIMA Kemdiktisaintek 2026, unit vokasi ganda di sekolah ini berhasil melahirkan serangkaian produk inovatif bernilai ekonomi tinggi yang memanfaatkan potensi lokal.

Pada vokasi tata boga, tim pendamping bersama para siswa berhasil menjawab tantangan hilirisasi komoditas unggulan Kabupaten Lumajang, yaitu Pisang Agung.

Bahan baku lokal yang melimpah ini diolah menjadi tepung pisang berkualitas tinggi, yang kemudian dikembangkan menjadi olahan chocolate cookies kaya nutrisi.

Tidak berhenti di situ, vokasi tata boga juga meluncurkan produk yoghurt higienis dalam dua varian rasa: varian plain serta inovasi perisa alami berbasis blenderan Pisang Kepok segar yang memberikan cita rasa unik dan sehat.

Sementara itu, transformasi tak kalah impresif ditunjukkan oleh unit vokasi tata busana.

Menjawab tren pasar dan tingginya minat pembeli, para siswa ABK kini mampu memproduksi pakaian pria dengan detail kerah setali yang presisi dan elegan.

Selain itu, mereka juga merilis varian busana teranyar berupa jaket crop wanita dengan bukaan ritsleting besi (metal zipper) yang modern.

Produk jaket ini menjadi lini kebanggaan baru SLBK Pelangi Kasih yang membuktikan bahwa kualitas kriya siswa disabilitas mampu bersaing di pasar umum.

Capaian ini tidak lepas dari pendampingan intensif tim pengabdian UBAYA yang dipimpin oleh Hany Mustikasari, M.Ds. selaku Ketua Tim.

Dalam pelaksanaannya, Dr. Gabriel Tirtawijaya mengawal program pendampingan vokasi tata boga, sementara Ardeliah Tjiptawan, M.F.A. mengisi pendampingan vokasi tata busana, dengan dukungan 4 mahasiswa UBAYA yang terjun langsung mendampingi proses produksi di lapangan.

Keberhasilan pencapaian program ini menjadi bukti nyata bahwa penerapan teknologi tepat guna, pendampingan sanitasi, serta standardisasi produksi mampu mendorong unit vokasi SLBK Pelangi Kasih berkembang menjadi entitas bisnis inklusif yang mandiri dan berkelanjutan.

Atas terselenggaranya sinergi ini, tim pengusul menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada DPPM Kemdiktisaintek 2026 atas dukungan pendanaan, serta Universitas Surabaya (UBAYA) atas fasilitasinya yang memungkinkan dosen dan mahasiswa berkolaborasi menjalankan tri dharma perguruan tinggi secara optimal.(*)

Sumber: Radar Jember

The post Inovasi dari Kaki Semeru: Siswa ABK SLBK Pelangi Kasih Olah Pisang Agung menjadi Tepung dan Yoghurt hingga Ciptakan Jaket Crop appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Ubaya dan UK Petra Latih 25 Pemimpin Kampus Indonesia https://www.ubaya.ac.id/2026/08/12/ubaya-dan-uk-petra-latih-25-pemimpin-kampus-indonesia/ Wed, 12 Aug 2026 10:14:51 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=98533 Universitas Surabaya (Ubaya) Universitas Kristen (UK) Petra melanjutkan program National Multiplication Training (NMT) LEAP 2026 tahap kedua di Solo pada 10–13 Agustus 2026. Kegiatan ini mempertemukan 25 pimpinan perguruan tinggi terpilih dari berbagai wilayah Indonesia, mulai Jawa, Sumatera, Bali, Sulawesi, hingga Papua. Program tersebut merupakan lanjutan tahap pertama yang digelar di Surabaya pada Maret lalu […]

The post Ubaya dan UK Petra Latih 25 Pemimpin Kampus Indonesia appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Universitas Surabaya (Ubaya) Universitas Kristen (UK) Petra melanjutkan program National Multiplication Training (NMT) LEAP 2026 tahap kedua di Solo pada 10–13 Agustus 2026. Kegiatan ini mempertemukan 25 pimpinan perguruan tinggi terpilih dari berbagai wilayah Indonesia, mulai Jawa, Sumatera, Bali, Sulawesi, hingga Papua.

Program tersebut merupakan lanjutan tahap pertama yang digelar di Surabaya pada Maret lalu dengan fokus penguatan konsep kepemimpinan dan penyusunan Project Action Plan (PAP). Pada tahap kedua, peserta mendalami eksekusi PAP, kolaborasi strategis, keberlanjutan, ketahanan finansial, manajemen konflik, serta kepemimpinan adaptif di tengah ketidakpastian.

“Pendidikan tinggi di Indonesia tidak hanya dituntut adaptif terhadap perkembangan teknologi modern seperti AI, tetapi juga harus berakar kuat pada nilai tradisi dan karakter bangsa. Pembelajaran langsung dari kepemimpinan Mangkunegara X menjadi inspirasi nyata bagaimana tradisi dan inovasi dapat berjalan berdampingan,” ujar Head of Committee NMT LEAP 2026, Josua Tarigan, Ph.D, dalam siaran pers, Selasa 11 Agustus 2026.

Para peserta juga mendapat pembelajaran kepemimpinan transformasional langsung dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X melalui tema “Membangun Generasi Emas: Berakar pada Tradisi, Melangkah Maju dengan Inovasi Pendidikan”. Materi tersebut membahas pengalaman Mangkunegara X dalam merawat dan merevitalisasi Mangkunegaran, menjaga nilai tradisi dan identitas budaya, sekaligus berinovasi untuk merangkul generasi Z dan Alpha.

“Kita perlu membangun kepemimpinan yang mampu menjaga akar budaya sekaligus terbuka terhadap perubahan zaman. Tradisi tidak harus menjadi penghalang inovasi, tetapi dapat menjadi fondasi untuk menciptakan perubahan yang relevan bagi generasi muda,” kata Mangkunegara X.

Selain pembelajaran kepemimpinan budaya, peserta mengikuti peer consulting dan mendokumentasikan pengalaman kepemimpinan mereka dalam buku ber-ISBN. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mendorong pimpinan perguruan tinggi menghasilkan perubahan konkret sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi di tingkat nasional dan internasional.

“Manajemen keuangan perguruan tinggi tidak boleh lagi dipandang sekadar sebagai fungsi administratif keuangan semata, melainkan sebagai alat strategis untuk mendukung inovasi pembelajaran, riset, dan pengembangan mutu institusi jangka panjang,” ujar Wakil Rektor I Ubaya sekaligus anggota komite acara, Prof. Dr.rer.nat. Maria Goretti Marianti Purwanto.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Maria membawakan materi “Financial Empowerment: Mastering Management in Uncertain Times” yang menekankan pentingnya ketahanan dan fleksibilitas keuangan bagi perguruan tinggi swasta. NMT LEAP 2026 didukung German Academic Exchange Service (DAAD) melalui Dialogue on Innovative Higher Education Strategies (DIES), serta mendapat dukungan Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek sebagai bagian dari penguatan kapasitas kepemimpinan pendidikan tinggi.

Sumber: RRI

The post Ubaya dan UK Petra Latih 25 Pemimpin Kampus Indonesia appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Belajar ke Bali Bareng Ubaya, Desa Belik Mojokerto Bawa Pulang Bekal Kreativitas https://www.ubaya.ac.id/2026/08/11/belajar-ke-bali-bareng-ubaya-desa-belik-mojokerto-bawa-pulang-bekal-kreativitas/ Tue, 11 Aug 2026 09:46:30 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=98526 SURABAYA – Pengembangan desa wisata sangat ditentukan tata kelola yang baik. Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan meliputi manajemen yang profesional, kelembagaan pengelola yang solid seperti Pokdarwis atau BUMDes, serta kualitas pelayanan yang ramah dan berstandar kepada wisatawan. Kunci utama lain adalah pengembangan produk dan pemasaran, kreativitas dalam mengemas produk wisata menjadi penting agar desa […]

The post Belajar ke Bali Bareng Ubaya, Desa Belik Mojokerto Bawa Pulang Bekal Kreativitas appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
SURABAYA – Pengembangan desa wisata sangat ditentukan tata kelola yang baik. Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan meliputi manajemen yang profesional, kelembagaan pengelola yang solid seperti Pokdarwis atau BUMDes, serta kualitas pelayanan yang ramah dan berstandar kepada wisatawan.

Kunci utama lain adalah pengembangan produk dan pemasaran, kreativitas dalam mengemas produk wisata menjadi penting agar desa memiliki daya tarik dan pengalaman unik. Hal ini harus didukung dengan strategi promosi yang tepat sasaran, baik melalui media digital maupun kolaborasi.

Yang tidak kalah penting adalah kemampuan mengangkat potensi lokal menjadi ciri khas, sehingga desa wisata tidak hanya menjadi destinasi, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi dan memberdayakan masyarakat setempat. Pemahaman inilah yang mendorong Universitas Surabaya (Ubaya) mengajak pengelola Desa Wisata Belik, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto belajar lapangan ke Provinsi Bali.

Kegiatan ini bagian dari Program Pemberdayaan Desa Wisata Berkelanjutan Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM), Ditjen Risbang, Kemdiktisaintek. Ketua Tim Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Ubaya di Desa Belik, Benny Lianto, menegaskan pembelajaran lapangan adalah cara paling efektif untuk menambah wawsan dan mengubah mindset.

“Pelatihan dan ceramah oleh pakar saja tidak cukup. Pengelola desa wisata Belik perlu melihat langsung bagaimana kemajuan suatu desa wisata atau distinasi ditempat lain dikelola dengan baik. Berbagai praktik pengelolaan desa wisata, penguatan kelembagaan, manajemen destinasi, pemanfaatan kearifan lokal, hingga pengembangan wisata berbasis kreativitas. Pembelajaran lapangan akan membangkitkan kreativitas dan memberi inspirasi serta dapat diadopsi semua yang baik,” kata Benny yang juga Rektor Ubaya ini, Rabu (5/8/2026).

Direktur Bumdes Mulya Jaya Desa Belik, Naif Santoso, menjelaskan rombongan pembelajaran lapangan terdiri dari unsur pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), BUMDes, Pokdarwis, Karang Taruna, dan pengurus wisata Petung Park Desa Belik. Rombongan ini memulai kunjungan di Desa Wisata Budaya Batuan, Gianyar.

Di sana mereka belajar bagaimana masyarakat menjaga warisan budaya selama seribu tahun lebih dan mengemasnya menjadi atraksi yang dapat dinikmati wisatawan. Desa ini memiliki kepatuhan dan kegigihan tinggi untuk menjaga warisan budaya. Wisatawan tak hanya dapat menemukan, tapi belajar seni budaya tradisi tertua di Bali.

Perjalanan berlanjut ke Desa Wisata Budaya Batubulan. Peserta mendapat gambaran pengelolaan potensi desa dan keterlibatan masyarakat. Daya tarik utamanya adalah pementasan Tari Barong dan Pusat Pahat Batu, di mana perajin lokal mengubah batu padas menjadi karya seni bernilai jual.

Tidak hanya desa budaya, tim juga mengunjungi Alas Harum Bali dan Nuanu Creative City. Dua destinasi ini memberi perspektif baru tentang pengemasan pengalaman wisata, konsep ruang, dan inovasi destinasi modern yang mampu menarik wisatawan milenial.

Manajer Pengabdian Masyarakat LPPM Ubaya, Utomo, berharap ilmu dari Bali ini jadi bekal memperkuat Petung Park dan Pasar Budaya Preng Sewu di Desa Belik. “Kegiatan pembelajaran lapangan ini menjadi lebih dari sekadar studi banding. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk belajar, membuka wawasan, membangun jejaring, serta mencari inspirasi pengembangan desa wisata yang profesional tanpa meninggalkan jati diri dan kearifan lokal,” ujarnya.

Utomo juga menyampaikan terima kasih kepada DPPM Kemdiktisaintek dan seluruh unsur Desa Belik yang telah berpartisipasi aktif. Ke depan, hasil pembelajaran ini akan diintegrasikan ke dalam penguatan manajemen, pelayanan pengunjung, dan pengembangan produk suvenir khas lokal.

“Kami ingin Desa Belik punya destinasi yang tidak hanya menarik wisatawan, tapi juga membuka peluang ekonomi, memperkuat peran masyarakat, dan meningkatkan kemandirian desa,” terangnya.

Sumber: Sindo News

The post Belajar ke Bali Bareng Ubaya, Desa Belik Mojokerto Bawa Pulang Bekal Kreativitas appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Ubaya Raih Penghargaan Radar Surabaya Award 2026 Sebagai Perguruan Tinggi Berkarakter dan Penjaga Pluralisme https://www.ubaya.ac.id/2026/08/03/ubaya-raih-penghargaan-radar-surabaya-award-2026-sebagai-perguruan-tinggi-berkarakter-dan-penjaga-pluralisme/ Mon, 03 Aug 2026 09:59:35 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=98497 Universitas Surabaya (Ubaya) kembali menorehkan prestasi. Kampus swasta itu menerima penghargaan Perguruan Tinggi Berkarakter dan Selalu Menjaga Pluralisme dalam ajang Radar Surabaya Awards 2026 yang digelar di Hotel Vasa Surabaya, Kamis (30/7) malam. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas konsistensi Ubaya dalam menjaga mutu pendidikan, membangun karakter mahasiswa, serta merawat nilai-nilai keberagaman di lingkungan kampus. Selama […]

The post Ubaya Raih Penghargaan Radar Surabaya Award 2026 Sebagai Perguruan Tinggi Berkarakter dan Penjaga Pluralisme appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Universitas Surabaya (Ubaya) kembali menorehkan prestasi. Kampus swasta itu menerima penghargaan Perguruan Tinggi Berkarakter dan Selalu Menjaga Pluralisme dalam ajang Radar Surabaya Awards 2026 yang digelar di Hotel Vasa Surabaya, Kamis (30/7) malam.

Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas konsistensi Ubaya dalam menjaga mutu pendidikan, membangun karakter mahasiswa, serta merawat nilai-nilai keberagaman di lingkungan kampus. Selama ini, Ubaya dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi yang terus mengedepankan kualitas akademik sekaligus menciptakan suasana kampus yang inklusif dan menghargai perbedaan.

Rektor Ubaya, Dr. Ir. Benny Lianto, mengungkapkan bahwa terdapat tiga kunci utama yang terus dipegang kampusnya untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan meningkatkan prestasi.

“Resep Ubaya hanya ada tiga. Pertama, selalu menjaga kualitas karena kualitas adalah nomor satu. Kedua, kami selalu menekankan aspek integritas dalam seluruh pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi agar visi kami, To be the First University in Heart and Mind, benar-benar terwujud dan selalu menjadi pilihan di hati serta pikiran masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Ubaya juga menempatkan pendidikan karakter sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran. Menurut Benny, kampus tidak hanya berupaya melahirkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik tinggi, tetapi juga memiliki integritas dan karakter yang kuat.

“Kami selalu menekankan pendidikan karakter. Jadi lulusan Ubaya tidak hanya pandai, tetapi juga memiliki karakter yang baik. Hal itu yang membuat Ubaya terus dipercaya dan mampu berkembang hingga saat ini,” katanya.

Benny menambahkan, peningkatan kualitas pendidikan juga tercermin dari bertambahnya jumlah guru besar yang dimiliki Ubaya. Saat ini, jumlah profesor di lingkungan kampus tersebut hampir mencapai 40 orang.

“Jumlah guru besar menjadi salah satu indikator kualitas perguruan tinggi. Saat ini jumlahnya hampir mencapai 40 orang. Ini merupakan peningkatan yang sangat signifikan. Dengan semakin banyak guru besar, semakin banyak pula riset, inovasi, dan hasil hilirisasi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, perguruan tinggi saat ini juga dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat. Oleh karena itu, Ubaya terus melakukan transformasi agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman.

Ia menilai, peran perguruan tinggi ke depan tidak lagi sebatas mentransfer pengetahuan kepada mahasiswa. Sebaliknya, kampus harus mampu menanamkan nilai-nilai kehidupan dan karakter yang menjadi bekal penting di masa depan.

“Knowledge sekarang sudah menjadi komoditas yang bisa diperoleh dari mana saja. Tantangan perguruan tinggi saat ini adalah bagaimana mentransfer nilai dan karakter kepada mahasiswa. Nilai itulah yang tidak mudah didapatkan di tempat lain dan menjadi pembeda lulusan Ubaya,” tuturnya.

Melalui penghargaan ini, Ubaya semakin menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang mengutamakan kualitas, integritas, pendidikan karakter, serta menjaga pluralisme sebagai bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan global. (sam/vga)

Sumber: Radar Surabaya

The post Ubaya Raih Penghargaan Radar Surabaya Award 2026 Sebagai Perguruan Tinggi Berkarakter dan Penjaga Pluralisme appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Politeknik Ubaya Latih Kapasitas Manajerial Pengurus Muslimat NU Sukolilo https://www.ubaya.ac.id/2026/07/16/politeknik-ubaya-latih-kapasitas-manajerial-pengurus-muslimat-nu-sukolilo/ Thu, 16 Jul 2026 09:55:42 +0000 https://www.ubaya.ac.id/?p=98435 Program Studi Sekretari Politeknik Ubaya melatih 46 pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Anak Cabang Sukolilo, Surabaya. Pelatihan ini berfokus pada penguatan tata kelola organisasi akar rumput. Pembekalan berlangsung dalam dua gelombang pada 25 Juni dan 9 Juli 2026 lalu. Kampus Ubaya Ngagel menjadi lokasi pelatihan bagi peserta dari tingkat anak ranting hingga anak cabang se-Kecamatan […]

The post Politeknik Ubaya Latih Kapasitas Manajerial Pengurus Muslimat NU Sukolilo appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>
Program Studi Sekretari Politeknik Ubaya melatih 46 pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Anak Cabang Sukolilo, Surabaya. Pelatihan ini berfokus pada penguatan tata kelola organisasi akar rumput.

Pembekalan berlangsung dalam dua gelombang pada 25 Juni dan 9 Juli 2026 lalu. Kampus Ubaya Ngagel menjadi lokasi pelatihan bagi peserta dari tingkat anak ranting hingga anak cabang se-Kecamatan Sukolilo.

Para peserta menempati posisi ketua, bendahara, serta sekretaris. Enam dosen Politeknik Ubaya memberikan materi keorganisasian yang disesuaikan dengan hasil pemetaan kebutuhan pengurus.

Materi pelatihan antara lain administrasi umum, administrasi keuangan, berbicara di depan publik, pelayanan, kepemimpinan, serta etika bermedia sosial.

“Kegiatan ini merupakan wujud implementasi kerja sama antara Program Studi Sekretari Politeknik Ubaya dengan Muslimat NU Anak Cabang Sukolilo lewat MoU pada Desember 2025 lalu,” jelas Ketua Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Novie Prasetyaning Marhaeni, Rabu (15/7/2026).

Pembekalan administrasi dirancang agar tata kelola keuangan menjadi transparan. Selain itu, materi literasi digital diberikan supaya pengurus tingkat bawah mampu menekan penyebaran informasi hoaks.

“Roda organisasi dan pemberdayaan umat akan berjalan lebih efektif ketika pengurus di tingkat ranting memiliki keterampilan manajerial, kepemimpinan, dan literasi digital yang mumpuni,” kata Novie.

Pengurus perempuan diharapkan menjadi sosok yang lebih komunikatif dalam melayani jamaah. Kolaborasi kampus dan organisasi massa ini menjadi langkah nyata dalam membangun fondasi ketahanan umat dari unit terkecil.

Sumber: Berita Jatim

The post Politeknik Ubaya Latih Kapasitas Manajerial Pengurus Muslimat NU Sukolilo appeared first on Universitas Surabaya (UBAYA).

]]>