Pantang Menyerah, Nova Retalista Raih Juara 2 Dalam Ajang Miss Supermodel Worldwide 2022


  • 23-11-2022
  • samueldim
Surabaya– Pergi latihan model usai jam sekolah saat Sekolah Menengah Atas (SMA) dari Kediri ke Surabaya dan pulang kembali ke Kediri malam hari, sudah menjadi kegiatan rutin Nova Retalista untuk mendalami dunia modelnya.
 
“Aku mulai karir model di tahun 2015, lalu di 2016, aku ikut management di Surabaya untuk mengembangkan keahlian di bidang model, padahal aku tinggal di Kediri. Jadi siang berangkat, baru sampai rumah di Kediri jam 12 malam, paginya langsung sekolah lagi,” kenangnya.
 
Meski begitu, kini Nova nama panggilannya ini, mampu menjadi juara kedua dalam ajang model internasional di Miss Supermodel Worldwide 2022 yang diselenggarakan di India dari tanggal 7 Oktober hingga 16 Oktober 2022.
 
Kepada pilar.id, ia menceritakan jika sebelum ke ajang tersebut, dirinya terlebih dahulu mengikuti beberapa kompetisi dari daerah, hingga nasional. Ia menyebut, jika dirinya menjadi juara pertama di Miss Global Kediri, lalu berlanjut ke Jawa Timur, hingga ke tingkat nasional
 
“Di tingkat nasional aku juara satu di tahun 2019, lalu di tahun 2020 aku dikirim ke ajang internasional itu dan sudah mendaftar, tetapi saat itu datang pandemic, dan akhirnya tertunda, hingga selama dua tahun tidak ada kabar,” ucap perempuan asal Kediri ini.
 
Lalu, sekitar akhir bulan Agustus 2022 dirinya mendapat pemberitahuan jika ajang tersebut digelar kembali. Nova yang saat itu, sudah terlanjur mendaftar Studi S2 nya. Hingga dirinya, sangat bimbang untuk lanjut ajang tersebut atau merelakan S2nya terbengkalai sementara waktu.
 
“Pemberitahuannya pun, terbilang dekat, sekitar dua bulan dari acaranya,. Tetapi akhirnya saya ikut ajang tersebut. Selama dua bulan persiapan, sembari kelas juga, saya baru semester satu, dan meninggalkan S2 saya dua minggu,” cerita mahasiswa S2 Ubaya, jurusan Magister Profesi Psikologi ini.
 
Pada ajang model internasional yang pertama ia ikuti ini, dirinya mengaku ada beberapa tantangan, seperti harus bertemu banyak orang dari berbagai negara, cara komunikasi hingga medan yang berbeda dari ajang yang selama ini ia ikuti, serta indikator penilainnya juga berbeda
 
“Ketika karantina selama kurang kurang dari 2 minggu itu, para juri juga memantau keseharian kita, mereka sudah tahu sehari-harinya kontestan, sikap kita di setiap acara. Kalau aku pribadi merasa, jika cara jalan, saat photoshot, pakaian, sikap dan publik speaking ku baik, makanya aku bisa jadi juara 2,” jelasnya.
 
Selain optimis menjadi juara, Nova mengaku nekat ikut dengan mengesampingkan studinya itu, dikarenakan dirinya juga ingin terus mengasah publik speaking dengan banyak bertemu kontestan dari berbagai negara dan mengurangi rasa tidak percaya dirinya
 
“Sampai saat ini aku terkadang masih tidak percaya diri, tetapi setelah ikut ajang itu, setidaknya aku bisa lebih percaya diri, dengan menghargai diriku sendiri, dan bertemu kontestan dari luar negeri, juga melatih cara komunikasi ku ke mereka,” akunya.
 
Setelah mengikuti ajang yang diikuti 17 peserta tersebut, kini Nova sedang ingin berfokus menjalani studi lanjutannya terlebih dahulu, sembari di hari weekend mengambil kerja model
 
“Kedepan masih belum ada rencana ikut yang lain, soalnya ini masa jabatannya satu tahun, lalu masih studi, tetapi kalau ada tawaran jadi juri atau pemateri seminar, mungkin masih bisa diambil,” tutupnya. (jel/hdl)
 
Sumber: pilar.id