Bahas Isu Terdalam Dari Bencana Bersama KSPB Ubaya


  • 30-04-2021
  • Hayuning Purnama Dewi

Sabtu, 17 April 2021 Kelompok Studi Psikologi Bencana (KSPB) Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar Webinar dan Talkshow. Dengan tajuk Human Trafficking and Disaster, diharapkan dapat memberikan wawasan kepada peserta terkait bencana khususnya human trafficking.  “Bencana dapat didefinisikan sebagai kejadian yang mengganggu kehidupan normal dan mengakibatkan penderitaan yang melampaui kapasitas manusia untuk menyesuaikan diri atau mengatasinya,” sambut Listyo Yuwanto, M.Psi., Psikolog. di awal pemaparan materinya. Menurutnya, terdapat tiga jenis bencana, yaitu: Bencana Alam (Natural Disaster), Bencana Sosial (Social Disaster), dan Bencana Non-Alam.

Begitu juga dengan hal-hal yang terdampak akibat bencana yang cukup beragam, mulai dari: Personal atau Individu, Komunitas, Sistem Sosial, Materi, Kebijakan, dan Human Trafficking (Perdagangan Manusia). “Perdagangan manusia itu meliputi jual beli manusia, eksploitasi terhadap manusia, perbudakan, perdagangan organ, dan lain-lain sebagaimana akan menjadi topik utama pada webinar kali ini,” jelas Listyo. Berbagai bentuk human trafficking serta contoh kasus dari human trafficking dalam konteks bencana turut dipaparkannya.

“Sebenarnya dari SMA saya tertarik mengikuti berbagai kegiatan-kegiatan sosial karena dengan membantu orang lain itu membuat saya merasa berguna dan saya merasa bahagia dengan bisa membantu orang lain,” cerita Lintang Dwi Maharini, S.Psi. pada sesi Talkshow melanjutkan webinar sebelumnya. Lintang menceritakan jika tahun 2017 lalu menjadi tahun pertama ia terjun langsung di sektor penanganan human trafficking sebagai seorang volunteer. Berbagai pengalaman turut didapatkan Lintang. Mulai dari berinteraksi khusus dengan korban sexual trafficking ataupun membantu pendampingan (psikologi, konselor, dan konfrontasi). “Pengalaman saya yang tersulit dalam bidang konseling adalah ketika membuat seorang anak percaya dan bercerita ke kita. Sesi tanya jawab menjadi sesi penutup pada webinar dan talkshow kali ini. Salah satu peserta webinar dan talkshow menanyakan terkait, “Apakah ada anak-anak yang mengalami kasus human trafficking itu susah sekali untuk direhabilitasi atau dibentuk kembali?” Menanggapi hal tersebut, Lintang menyampaikan jika hal tersebut memang sulit untuk dilakukan. “Tapi itu tantangan kita sebagai pendamping. Bagaimana cara kita mempersuasi mereka ataupun bagaimana  cara kita mengembalikan mereka kepada kehidupan yang semestinya,” jawab Lintang saat itu.(jr)

 

Update: 30-04-2021 | Dibaca 113 kali | Download versi pdf: Bahas-Isu-Terdalam-Dari-Bencana-Bersama-KSPB-Ubaya.pdf