Heroes Alliance 9, Kompetensi Akuntansi Yang Surabaya Banget!


  • 30-01-2019
  • Fadjar Efendy Rasjid

Kalau mungkin anda berada di daerah Tugu Pahlawan pada hari Sabtu, 19 Januari 2019, maka kemungkinan besar anda akan melihat sejumlah siswa SMA yang sedang beraktivitas. Mereka adalah peserta Heroes Alliance (HEAL) 9, sebuah kompetisi berbasis Akuntansi yang diadakan oleh Kelompok Studi Mahasiswa Akuntansi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Surabaya (FBE Ubaya). HEAL ke 9 dengan tajuk “The Last Survivors” ini diadakan selama tiga hari. Hari pertama diadakan di ruang Serbaguna Fakultas Psikologi dan dihadiri oleh Dr. Deddy Marciano, S.E., M.M., CSA., CBC selaku Wakil Dekan FBE Ubaya, serta Dr. Dedhy Sulistiawan, M.Sc. selaku Ketua Jurusan Akuntansi FBE Ubaya.

Pada hari pertama, 20 tim peserta—yang masing-masing beranggotakan tiga orang—akan menghadapi tiga segmen, pertama adalah pengerjaan soal secara pribadi, lalu kelompok, dan big games. Di hari kedua, peserta diajak untuk menuju Tugu Pahlawan untuk mengikuti Rally Games dari panitia. “Panitia ingin mengenalkan Kota Surabaya, karena peserta yang hadir berasal dari berbagai kota. Selain tempatnya enak, Tugu Pahlawan juga memiliki nilai historis. Kadang orang Surabaya pun juga belum tentu kesana,” ungkap Jeannifer Lidwina, mahasiswi Akuntansi angkatan 2017 selaku Ketua Pelaksana.

Perlombaan yang diselenggarakan di Tugu Pahlawan adalah akhir dari babak penyisihan dari seluruh tim. Dari keseluruhan 20 tim, 12 tim dengan skor terbaik akan masuk ke babak Semifinal di hari ketiga. Pada hari yang sama kelima tim dengan nilai terbaik langsung bertanding ke babak Final. Babak final dilakukan menggunakan boardgame terbaru karya Adhicipta R. Wirawan yang berjudul Fish Cook.

Tiga hari bertanding memperebutkan predikat juara. Hasil akhirnya, Juara I dimenangkan oleh SMA Kristen Petra 5 Surabaya, Juara II dan III dimenangkan oleh SMA Kristen Petra 1 Surabaya, sementara Juara Harapan I diperoleh SMAK St. Louis 1 Surabaya, dan Juara Harapan II diperoleh MAN Bangkalan Madura. Reward yang diberikan selain uang tunai, piala serta sertifikat. “Dari lomba ini kami ingin memberi perspektif bahwa Jurusan Akuntansi memiliki peluang yang besar. Sejauh ini seorang Akuntan belum terancam oleh mesin, dan lagi banyaknya start-up tentu membutuhkan SDM yang memahami ilmu Akuntansi. Yang pasti, tidak ada ruginya masuk di Akuntansi!” tutup Jeannifer dengan ramah. (sml & tjr)

Update: 30-01-2019 | Dibaca 163 kali | Download versi pdf: Heroes-Alliance-9--Kompetensi-Akuntansi-Yang-Surabaya-Banget-.pdf