Online Course: Pendidikan Versi Industri 4.0


  • 07-05-2019

Dalam era Industri 4.0, Internet of Things (IoT) semakin dikenal dan semakin menjadi kebutuhan kita sehari-hari. Bagaimana tidak? Platform media sosial yang terintegrasi, platform lagu yang memainkan musik tanpa harus mendownloadnya, transportasi online, dan banyak hal lain adalah contoh kemudahan-kemudahan yang ditawarkan Internet dalam hidup kita. Seiring berjalannya waktu maka perkembangan ini akan semakin canggih dan merambah ke hal lainnya. Pendidikan adalah salah satunya, dan kita kenal dengan sistem online learning. Untuk memahami urgensi, peluang, ancaman, dalam penerapan Internet of Things (IoT) pada sistem pendidikan, maka kami mewawancarai Harijanto Tjahjono, S.Psi., Ed.M, Ed.D, selaku Direktur Pusat Pengembangan Kurikulum Pembelajaran (PPKP) Ubaya. Simak wawancaranya berikut ini.
 

Q: Saat ini, seberapa penting online learningini?

A: Penting, karena kalau kita mengikuti tren masyarakat industri 4.0, peranan teknologi sangat besar dan semakin lama semakin penting. Bukan hanya masalah online learning—tetapi juga artificial intelligence, big data, dan lain-lainnya. Generasi berikutnya akan semakin terbiasa dengan teknologi dan pergeseran tren yang lebih cepat. Jadi kedepan, manusia akan semakin terbiasa dalam menggunakan segala sesuatu melalui online. Kita sudah bisa lihat dari cara pembelian barang online, transportasi online dan sebagainya…itu sudah melalui online. Sehingga ketika Universitas atau instansi pendidikan lainnya ingin melatih generasi kedepan yang memiliki karakteristik seperti itu, maka butuh adanya media yang sesuai untuk menjangkau mereka…dan salah satunya adalah online learning.

Q: Berarti online learning ini murni penyesuaian terhadap tren masyarakat sekarang Pak?

A: Tidak. Ini juga bukan sekedar mengikuti tren. Sebab nyatanya ada banyak keuntungan nyata yang bisa didapatkan oleh institusi dengan pembelajaran online ini. Salah satunya adalah jangkauan luas kepada siswa/mahasiswa yang secara fisik tidak berada di tempat operasional masing-masing. Contohnya kita di Surabaya, bisa menjangkau mahasiswa yang ada di kota terpencil bahkan di pulau luar Jawa.

Q: Jadi ada eliminasi kondisi geografis ya?

A: Iya. Online learning cocok dengan kondisi geografis Indonesia. Bahkan tidak menutup kemungkinan mahasiswa kita bisa menjangkau mahasiswa/siswa yang di luar negeri. Jadi semisal Ubaya menerapkan online learning, tentunya pembelajaran akan semakin luas. Kita bisa menjangkau semakin banyak mahasiswa, kita bisa semakin mendidik bangsa Indonesia. Online learning juga bagus dalam menekan dana. Harga tanah sekarang semakin mahal dan kita semakin sulit untuk mengembangkan kampus fisik. Jadi ketika kita menggunakan online learning, kita semakin bisa menambah banyaknya mahasiswa tanpa perlu kita scara fisik membeli tanah dan gedung. Jadi…online learning ini juga ekonomis.

Q: Jadi sangat menguntungkan ya Pak. Namun, bukankah mempersiapkan online courseitu sangat melelahkan?

A: Ya. Karena prosesnya panjang untuk menyiapkan online course. Membuat pembelajaran online tidak sekedar memasang video, tidak sekedar memindahkan slide power point kita ke website ataupun ke ULS. Ppembelajaran online itu menuntut instructional design tersendiri yang prosesnya cukup panjang. Kita harus memperhatikan kaidah-kaidah penyusunan kurikulum yang baik—seperti penyusunan tujuan ajar, pemilihan metode ajar yang baik—penentuan topik yang akan diajarkan. Belum lagi masalah teknologinya..apa tools online learning yang cocok untuk mencapai tujuan tertentu. Itu semua adalah pilihan yang harus dilakukan oleh dosen ketika dia menerapkan online learning. Prosesnya cukup panjang.

Q: Namun, apakah proses yang panjang itu ‘worth it’?

A: Saya kira sangat worth it. Bagi dosen, mobilitas yang tinggi tidak akan menghalangi proses mengajar. Dosen tetap bisa mengajar tanpa perlu dibatasi waktu dan ruang. Semisal dosen harus ada di tempat lain, mereka juga bisa melakukan pembelajaran online. Misalnya dalam mata kuliah saya, saya bisa mengadakan kuis online di luar pertemuan kelas. Kemudian bagi mahasiswa yang memiliki ketertarikan lebih, bisa lebih intens lagi berinteraksi dengan materi; bisa banyak membaca, banyak mengikuti, merefleksi materi-materi yang terpasang di website atau di learning management system. Jadi proses mereka bergumul dengan materi, berefleksi itu bisa terjadi dengan lebih intens. Tetapi hal ini bisa terjadi kalau materinya disusun dengan baik.

Q: Lalu bagaimana dengan mahasiswanya? Apakah anak-anak sudah siap untuk online learning?

A: Pertanyaan yang bagus, dan sepertinya memang perlu ada penelitian dan penggalian pendapat dan persepsi mahasiswa tentang online learning...tapi kalau secara umum saya lihat, saya observasi kok banyak mahasiswa yang sudah siap. Mahasiswa tidak gagap dalam penggunaan ULS. Kalaupun ada yang belum terbiasa, ini sarana yang bagus untuk belajar melek teknologi. Karena penggunaan online learning ini akan sangat berharga untuk karir mereka. Mahasiswa kita juga perlu untuk berlatih membiasakan diri menggunakan teknologi semacam ini.

Q: Menarik, berarti dari segi mahasiswa juga perlu dilatih ya Pak. Bagaimana untuk pengajarnya?

A: Pasti perlu. Sebelum melatih mahasiswa tentunya dosen yang mengajar juga harus dipersiapkan dulu. Oleh karena itu banyak pelatihan yang kami berikan untuk membekali dosen dengan pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan.

Q: Apa standar online learningyang baik?

A: Standar online learning yang baik itu sama seperti standar pertemuan tradisional yang baik: “Apakah tujuan pembelajaran itu tercapai?” Kalau kita menyusun kurikulum ynag baik, segala sesuatu mulai dengan tujuan. Hal ini akan memunculkan evaluasi berikutnya, “Apakah kita sudah menggunakan metode yang tepat? Apakah mahasiswa termotivasi untuk berproses bersama-sama?” Jadi pada akhirnya…online learning bukan pembelajaran yang berbeda dengan pembelajaran tatap muka, karena pada akhirnya tujuan dan standardnya pun sama. Online learning ini bukan dimaksudkan untuk meniadakan tatap muka. Teknologi boleh tinggi, tapi perlu ada sentuhan personal antara dosen dan mahasiswa.

Nah itulah hasil wawancara kami dengan Pak Harijanto. Online learning memang memiliki banyak kelebihan bagi institusi, pengajar, dan siswanya, sehingga perlu adanya perhatian khusus terhadap hal ini untuk melancarkan perkembangan pendidikan di era Industri 4.0. Eits, tetapi jangan meniadakan pertemuan fisik ya! Sama seperti kata Pak Harijanto, harus tetap ada sentuhan personal. (sml)

Update: 07-05-2019 | Dibaca 131 kali | Download versi pdf: Online-Course--Pendidikan-Versi-Industri-4-0.pdf