Warna Sebagai Pembatas Wilayah Untuk Kursi Bandara


  • 05-07-2013

Guguh Sujatmiko, Dosen Fakultas Industri kreatif Universitas Surabaya (UBAYA)

Setiap Bandara menyediakan sarana duduk untuk calon penumpang saat menunggu boarding keatas pesawat. Sebagai contoh di Bandara Juanda Surabaya maupun Bandara Husein Sastranegara Bandung terdapat sarana duduk berupa kursi bandara/gang chair yang berisi empat seat dalam satu saf. Kursi tersebut memiliki warna silver dengan bahan dari logam. Lebar setiap seat adalah 46cm, terdapat sandaran tangan pada masing-masing ujungnya.

Dalam praktiknya penumpang tidak memenuhi seluruh seat dalam satu saf kursi bandara. Terdapat beberapa kecenderungan perilaku penumpang saat duduk antara lain:

Pertamaapabila kursi tersebut kosong, calon penumpang pertama yang akan duduk memilih seat paling ujung dengan menaruh barang atau tas di sisi kiri maupun sisi kanan seat dari calon penumpang tersebut.

Kedua, apabila ada calon penumpang lain yang akan menempati kursi panjang tersebut, maka calon penumpang kedua akan menempati jarak satu seat dari calon penumpang pertama. Seat yang terlompati tersebut ditempati barang/tas, maupun dibiarkan kosong.

Ketiga, calon penumpang kedua mengisi sisi ujung pada masing-masing bangku sehingga dua seat diantaranya ditempatkan tas maupun dibiarkan kosong.

Keempat, calon penumpang kedua mencari bangku kosong yang lain, tidak mengisi seat kosong yang sudah ditempati.

Kelima, apabila sudah terisi dua orang dalam satu bangku maka calon penumpang ketiga akan duduk jika terdapat seat kosong yang tidak ditempati barang.

Keenam, calon penumpang keempat kebanyakan memilih berdiri daripada meminta ijin, permisi untuk memindahkan barang penumpang pertama maupun kedua  yang berada di atas seat.

Sehingga terdapat permasalahan desain, tidak efektifnya sarana duduk di Bandara Husein Sastranegara Bandung. Kursi panjang yang tersedia sebagai tempat duduk calon penumpang tidak digunakan dengan maksimal.

Manusia membuat jarak atau ruang pada kursi panjang bandara. Jarak dibuat secara langsung dengan cara duduk bercelah atau membuat tempat kosong satu seat dari total empat seat dalam satu kursi bandara. Selain itu orang juga membuat ruang teritorialitas untuk dirinya sendiri, yaitu dengan membatasi area pribadinya dengan barang atau tas yang diletakkan disamping seatnya.

Teritorialitas sebagai sesuatu yang berkaitan dengan ruang fisik, tanda, kepemilikan, pertahanan, penggunaan yang eksklusif, personalisasi, dan identitas (Stone, 2011). Termasuk di dalamnya dominasi, kontrol, konflik, keamanan, gugatan, dan pertahanan.Apabila ruang personal merupakan gelembung maya yang portabel, berpindah-pindah mengikuti gerakan individu yang bersangkutan, teritorialitas merupakan suatu tempat yang nyata, relatif tetap dan tidak berpindah mengikuti gerakan individu yang bersangkutan. Teritori berarti wilayah atau daerah dan teritorialitas adalah wilayah yang dianggap sudah menjadi hak seseorang. Seperti halnya teritorialitas manusia terhadap kursi bandara, hal ini terkait dengan kecenderungan orang akan keamanan dirinya maupun barangnya. Kemudian ketakutan akan adanya ancaman pelanggaran ruang oleh orang lain, seperti ketakutan akan tempat duduknya diambil oleh orang lain.

Seharusnya, dengan duduk berdekatan beberapa hal dapat terjadi seperti adanya komunikasi. Berdekatan dengan orang akan membuat sebuah interaksi yang dapat menimbulkan komunikasi dengan orang lain sehingga akan timbul afeksi atau keakraban diantaranya. Namun hal ini kembali kepada masing-masing individu tentang bagaimana mereka bergaul dan menyatu atau mengikuti dorongan territorial masing-masing. (Herlina, 2012)

Pemilihan warna dalam desain mampu meminimalisir pembentukan teritorialitas manusia seperti pada desain kursi bandara Sukarno Hatta Jakarta Terminal 3.Teori gestalt banyak dipakai dalam proses desain kursi ini karena dapat mengorganisir persepsi visual yang terbentuk. Melalui warna persepsi ini bisa terbentuk karena adanya:

  1. Kedekatan posisi warna(proximity)

  2. Kesamaan bentuk (similiarity)

  3. Penutupan bentuk

  4. Kesinambungan pola (continuity)

  5. Kesamaan arah gerak (common fate)

Adanya keteraturan dua warna hitam dan satu warna coklat muda akan menunjukkan bahwa area warna hitam terlihat lebih luas dibandingkan dengan warna coklat muda. Warna coklat muda mampu memberikan “batasan” warna dan wilayah terhadap dominasi warna hitam. Pada aplikasinya, area warna hitam akan diisi dahulu oleh calon penumpang. Selebihnya calon penumpang tetap akan mengisi sisa kursi yang ada karena merasa sudah terbatasi oleh dua warna yang kontras tersebut.

 

Daftar Pustaka

Budianto, A. (2013, Januari 16). Perluasan bandara Husein Sastranegara dimulai Maret. Retrieved Februari 25, 2013, from Seputar Indonesia: http://ekbis.sindonews.com

Herlina. (2012, agustus). Jarak dan Ruang . Retrieved Februari 25, 2013, from file.upi.edu: http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PSIKOLOGI/196605162000122

Update: 05-07-2013 | Dibaca 4368 kali | Download versi pdf: Warna-Sebagai-Pembatas-Wilayah-Untuk-Kursi-Bandara.pdf