Berkelana 300 Kilometer demi Sebuah Inspirasi fadjar December 12, 2013

Berkelana 300 Kilometer demi Sebuah Inspirasi

“Talents granted by God should not be hidden, use all of them for the benefits of the islands, nations, and state.”

Kutipan di atas memang bukan milik Ubaya, melainkan milik Universitas Katolik Soegijapranata Semarang (UNIKA) yang pada 3 Desmber 2013 lalu melakukan studi banding di Ubaya. Berlokasi di kampus Ubaya Tenggilis, tepatnya di gedung International Village, acara ini dimulai setelah semua anggota Senat Mahasiswa Universitas UNIKA atau yang biasa disingkat SMU UNIKA, sudah menempati tempat duduk yang sudah dipersiapkan di ruangan ini.

Suasana kaku, dan tegang di awal-awal kegiatan benar-benar berganti perasaan nyaman, saat acara sudah memasuki sesi tanya-jawab sekaligus sharing antara Majelis Perwakilan Mahasiswa Ubaya dengan SMU UNIKA. “Tujuan kami datang ke Ubaya ini dalam rangka membuka wawasan kami, karena kami merasa masih ada yang perlu diimprovisasikan di universitas kami,” tutur Matius Inda Tatontos, mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian UNIKA 2012.

Untuk semakin mengenalkan Ubaya, para anggota SMU UNIKA sengaja untuk diajak berkeliling mengelilingi kampus Ubaya Tenggilis ini sambil saling memberi feedback ,serta saling memberikan ide dan saran untuk Ubaya maupun UNIKA sendiri. Meskipun matahari saat itu sedang ganas-ganasnya, tidak membuat anggota SMU UNIKA gentar, malahan hal ini semakin memicu semangat mereka untuk melanjutkan serangkaian kegiatan jalan-jalan singkat ini. Rangkaian acara ini diakhiri dengan penyerahan cindera mata, serta foto bersama.

“Bagus, bersih, fasilitasnya juga keren, dan secara keseluruhan, Ubaya sudah memberikan kami inspirasi untuk terus melakukan improvisasi di kampus kami,” jawab Matius. (dnl/wu)